Bismillahirrohmaanirrohiim

5546. HUKUM BERSUCI DENGAN AIR MUTAGHOYYIR (AIR YANG SUDAH BERUBAH)


PERTANYAAN :


Assalaamu'alaikum, mohon ma'af  para ustadz kiyai, saya mohon penjelasannya air mujawwir dan mukholit, air mujawwir seperti apa, dan air mukholitpun seperti apa ? Dan sah atau tidak digunakan untuk berwudhu ? Mohon penjelasannya, terima kasih. [Darus Salam].


JAWABAN :


Wa'alaikumussalam. Mukhâlith adalah benda yang tidak dapat dipisahkan dari air (baca: lebur). Sedangkan mujâwir adalah kebalikannya. Hanya saja ada benda yang selamanya mujâwir, seperti; batu. Ada yang berupa mukhâlith, kemudian menjadi mujâwir, seperti; debu. Dan ada pula yang menjadi mujâwir, kemudian menjadi mukhâlith, semisal daun teh.

 حاشيتا قليوبي وعميرة الجزء 1 صحـ : 22 مكتبة دار إحياء التراث العربية
قَوْلُهُ ( وَضُبِطَ الْمُجَاوِرُ بِمَا يُمْكِنُ فَصْلُهُ وَالْمُخَالِطُ بِمَا لاَ يُمْكِنُ فَصْلُهُ ) وَهُوَ اْلأَرْجَحُ عِنْدَ الْجُمْهُورِ أَوْ بِمَا يَتَمَيَّزُ فِي رَأْيِ الْعَيْنِ كَالتُّرَابِ وَعَكْسُهُ الْمُخَالِطُ وَيُمْكِنُ رَدُّ أَحَدِهِمَا لِْلآخَرِ وَاعْلَمْ أَنَّ الشَّيْءَ قَدْ يَكُونُ مُجَاوِرًا ابْتِدَاءً وَدَوَامًا كَاْلأَحْجَارِ أَوْ دَوَامًا كَالتُّرَابِ أَوْ ابْتِدَاءً كَاْلأَشْجَارِ اهـ

Kalau perubahannya banyak dan air tidak akan disebut, kecuali dengan sebutan yang mengikat, seperti; air teh, air kuah, air susu, atau semacamnya maka tidak sah dipakai wudhu'. Berbeda jika perubahannya sedikit. Sehingga hanya disebut dengan air yang berbau susu atau bau teh maka masih bisa dipakai wudhu'.

 الأم الجزء 1 صحـ : 21 مكتبة دار المعرفة
( قَالَ ) وَإِذَا وَقَعَ فِي الْمَاءِ شَيْءٌ حَلاَلٌ فَغَيَّرَ لَهُ رِيحًا أَوْ طَعْمًا وَلَمْ يَكُنِ الْمَاءُ مُسْتَهْلَكًا فِيهِ فَلاَ بَأْسَ أَنْ يَتَوَضَّأَ بِهِ وَذَلِكَ أَنْ يَقَعَ فِيهِ الْبَانُ أَوْ الْقَطِرَانُ فَيَظْهَرُ رِيحُهُ أَوْ مَا أَشْبَهَهُ وَإِنْ أُخِذَ مَاءٌ فَشِيبَ بِهِ لَبَنٌ أَوْ سَوِيْقٌ أَوْ عَسَلٌ فَصَارَ الْمَاءُ مُسْتَهْلَكًا فِيهِ لَمْ يُتَوَضَّأْ بِهِ ِلانَّ الْمَاءَ مُسْتَهْلَكٌ فِيهِ إنَّمَا يُقَالُ لِهَذَا مَاءُ سَوِيْقٍ وَلَبَنٍ وَعَسَلٍ مَشُوْبٌ اهـ

Air mutaghoyyir ( berubah salah satu sifatnya yaitu bau,rasa dan warna ) yang tidak sah dibuat bersuci itu bilamana berubah disebabkan bercampur dengan benda mukholith.

فتح المعين
(وَ) غَيْرُ (مُتَغَيَّرٍ) تَغَيُّرًا (كَثِيْرًا) بِحَيْثُ يَمْنَعُ إِطْلَاقَ اسْمِ الْمَاءِ عَلَيْهِ، بِأَنْ تَغَيَّرَ أَحَدُ صِفَاتِهِ مِنْ طَعْمٍ أَوْ لَوْنٍ أَوْ رِيْحٍ، وَ لَوْ تَقْدِيْرِيًّا أَوْ كَانَ التَّغَيُّرُ بِمَا عَلَى عُضْوِ الْمُتَطَهِّرِ فِي الْأَصَحِّ، وَ إِنَّمَا يُؤَثِّرُ التَّغَيُّرُ إِنْ كَانَ (بِخَلِيْطٍ) أَيْ مُخَالِطًا لِلْمَاءٍ، وَ هُوَ مَا لَا يَتَمَيَّزُ فِيْ رَأْيِ الْعَيْنِ (طَاهِرٍ) وَ قَدْ (غَنِيَ) الْمَاءُ (عَنْهُ) كَزْعَفَرَانٍ، وَ ثَمَرَ شَجَرٍ نَبَتَ قُرْبَ الْمَاءِ، وَ وَرَقٍ طُرِحَ ثُمَّ تَفَتَّتَ، لَا تُرَابٍ وَ مِلْحِ مَاءٍ وَ إِنْ طُرِحَا فِيْهِ. وَ لَا يُضَرُّ تَغَيُّرٌ لَا يَمْنَعُ الْاِسْمَ لِقِلَّتِهِ وَ لَوِ احْتِمَالًا، بِأَنْ شَكَّ أَهُوَ كَثِيْرٌ أَوْ قَلِيْلٌ. وَ خَرَجَ بِقَوْلِيْ بِخَلِيْطِ الْمُجَاوِرُ، وَ هُوَ مَا يَتَمَيَّزُ لِلنَّاظِرِ، كَعُوْدٍ وَ دُهْنٍ وَ لَوْ مُطَيِّبَيْنَ، وَ مِنْهُ الْبُخُوْرُ وَ إِنْ كَثُرَ وَ ظَهَرَ نَحْوَ رِيْحِهِ، خِلَافًا لِجَمْعٍ. وَ مِنْهُ أَيْضًا مَاءٌ أُغْلِيَ فِيْهِ نَحْوَ بُرٍّ وَ تَمْرٍ حَيْثُ لَمْ يُعْلَمِ انْفِصَالُ عَيْنٍ فِيْهِ مُخَالِطَةً، بِأَنْ لَمْ يَصِلَ إِلَى حَدٍّ بِحَيْثُ لَهُ اسْمٌ آخَرَ كَالْمَرَقَةِ، وَ لَوْ شَكَّ فِيْ شَيْءٍ أَمُخَالِطٌ هُوَ أَمْ مُجَاوِرٌ، لَهُ حُكْمُ الْمُجَاوِرِ. وَ بِقُوْلِيْ غَنِيٌّ عَنْهُ مَا لَا يُسْتَغْنَى عَنْهُ، كَمَا فِيْ مَقَرِّهِ وَ مَمَرِّهِ، مِنْ نَحْوِ طِيْنٍ وَ طُحْلُبٍ مُتَفَتِّتٍ وَ كِبْرِيْتٍ، وَ كَالتَّغَيُّرِ بِطُوْلِ الْمُكْثِ أَوْ بِأَوْرَاقٍ مُتَنَاثِرَةٍ بِنَفْسِهَا وَ إِنْ تَفَتَّتَتْ وَ بَعُدَتِ الشَّجَرَةُ عَنِ الْمَاءِ. (أَوْ بِنَجَسٍ) وَ أَنْ قَلَّ التَّغَيُّرُ. (وَ لَوْ كَانَ) الْمَاءُ (كَثِيْرًا) أَيْ قُلَّتَيْنِ أَوْ أَكْثَرَ فِيْ صُوْرَتَيِ التَّغْيِيْرِ بِالطَّاهِرِ وَ النَّجَسِ.

(Dan) tidak (ada perubahan) dengan perubahan (yang banyak) sekira perubahan tersebut dapat mencegah kemutlakan nama air, sebagaimana perubahan yang terjadi pada salah satu sifatnya air yakni dari rasa, warna dan baunya walaupun perubahannya hanya secara perkiraan (93) atau adanya perubahan sebab sesuatu yang berada pada anggota orang yang bersuci menurut pendapat ashaḥḥ. Perubahan hanya akan terjadi apabila perubahan disebabkan oleh (sesuatu yang mencampuri air) yakni mukhālith – mukhālith adalah benda yang tidak terlihat berbeda dengan air (104) – (yang bersifat suci) dan (air tersebut dapat terhindar dari percampuran tersebut) seperti minyak za‘faran, buah dari pohon yang tumbuh di dekat air dan dedaunan yang dijatuhkan kemudian hancur di dalamnya, bukan debu (115) dan garam air walaupun dijatuhkan ke dalam air. Tidak masalah sebuah perubahan yang tidak merubah kemutlakan nama air sebab perubahannya sedikit, walaupun terjadi keraguan sebagaimana seorang yang ragu apakah perubahan tersebut banyak atau sedikit. (126) Dikecualikan dari ucapan saya: mukhālith adalah mujāwir. Mujāwir adalah benda yang terlihat berbeda dengan air seperti kayu, minyak walaupun keduanya dibuat wewangian. Sebagian dari benda mujāwir adalah tetesan air yang mendidih walaupun sangat banyak dan baunya tampak jelas, berbeda dengan pendapat sekelompok ulama’. Sebagian lagi adalah air yang mendidih sedang di dalamnya terdapat sejenis gandum dan kurma sekira tidak diketahui terpisahnya sebuah bentuk benda yang mencampuri air dengan tidak terjadinya penamaan yang lain seperti air kuah. Kalau seandainya sebuah benda diragukan apakah mukhālith ataupun mujāwir, maka benda itu dihukumi mujāwir. Dikecualikan pula dengan ucapanku: dapat dihindarkan dari air adalah sesuatu yang tidak dapat dihindarkan seperti halnya kasus air yang berada pada tempat menetapnya air dan tempat mengalirnya air, (137) seperti sejenis lumpur, lumut yang hancur, belerang, dan seperti perubahan sebab diam yang terlalu lama atau dedaunan yang berguguran dengan sendirinya walaupun hancur dan pohonnya jauh dari air tersebut. (Atau perubahan terjadi dengan sebab najis) walaupun perubahannya hanya sedikit (dan walaupun adanya) air (tersebut banyak) yakni dua qullah lebih dalam dua contoh perubahan dengan menggunakan perkara yang suci dan najis. Wallohu a'lam. [Ust. Moh Showi].


LINK ASAL :


.
Back To Top