PERTANYAAN

> Zack Ryan Giggs
Assalmu'alaikum. Maaf mengganggu mau nanya nih kepada guru-guru, Bagaimana hukumnya sholat Dhuha apabila tanpa membaca surah As-syamsi dan Ad-duha pada rokaat 1 dan ke 2 ? Terimakasih

JAWABAN

> Muhib Salaf soleh

Wa'alaikum salam. Tidak mengapa dan tetap sah. Membaca surat Asy-syams dan Ad-dhuha afdolnya. 
Dan termasuk afdol juga membaca surat Al kafirun di rokaat pertama dan surat Al ikhlas di rakaat kedua 

التقريرات السديدة ص ٢٨٤.

و يقرأ فيهما أي في الركعتين من الضحى ما شاء و الأفضل الشمس و الضحى أو الكافرون و الإخلاص .

و الله أعلم.



> Ghufron Bkl

Wa'alaikum salam. Boleh membaca surat apa saja  
Referensi : الحاوي للفتاوى و اعانة الطالبين 

صلاة سنة الضحى

صلاة سنة الضحى أقلها ركعتان, وأفضلها ثمان ركعات, وأكثرها اثنتا عشرة ركعة. وهي نافلة مؤكدة. والافضل ان تصلى ركعتين ركعتين. ووقتها من ارتفاع الشمس إلى الزوال, والافضل فعلها عند مضي ربع النهار. ويجوز أن يقرأ ما شاء من السور.
والأفضل أن يقرأ ما ورد في الحديث: أخرج البيهقي عن عقبة قال: أمرنا رسول الله صلى الله عليه وسلّم, أن نُصلي ركعتي الضحى بسورتيهما بالشمس وضحاها, والضحى([35]).
18. Sholat Sunah Dluha
Sholat sunah dluha termasuk sholat sunah yang muakkadah(di kukuhkan),adapun sedikitnya yaitu dua rokaat dan banyaknya 12 rokaat,dan yang lebih utama di kerjakan dua rokaat satu kali salam.
Adapun waktunya mulai dari 10 menit terbitnya matahari sampai istwa’ (menjelang dhuhur).
Dan lebih utama jika di kerjakan ¼ nya hari (-+ jam 9 ), dan di perbolehkan membaca surat apa saja setelah fatihah .
Adapun yang lebih utama yaitu sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits Baginda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Al Imam Al Baihaqi dari Sahabat ‘Uqbah berkata:
“Bahwa Baginda Nabi SAW memrintah kami agar dalam mengerjakan sholat dluha dengan membaca surat As Syamsi dan AL Dluha”.

قال السيد أبو بكر شطا: يقرأ في باقي الركعات الكافرون في الأولى, والإخلاص في الثانية.
وإذا فرغ من صلاتها يدعو بهذا الدعاء:
اَللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاؤُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدَرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي اْلأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ.([36])
Assayid Abu Bakar syatho berkata:
Rekaat selanjutnya membaca surat Al-Kafirun dan surat Al-Ikhlas.
Setelah usai membaca do’a:
Ya Allah, sesungguhnya waktu dluha adalah waktu dluha-Mu,keagungan adalah keagungan-Mu, kebagusan adalah kebagusan-Mu,kekuatan adalah kekuatan-Mu,kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, dan penjagaan adalah penjagaan-Mu.
Ya Allah, apabila rizqiku di atas langit maka turunkanlah,bila di dalam bumi maka keluarkanlah,
bila sulit maka mudahkanlah, bila haram maka sucikanlah,dan bila jauh maka dekatkanlah dengan berkat waktu dluhaMU, keagunganMU, keindahanMU, kekuatanMU dan kekuasaanMU,
limpahkanlah kepadaku segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambaMU yang sholeh.”

Wallohu A'lam


LINK ASAL
 
Top