273. Hukum Menunda penguburan jenazah

Selasa, 28 Februari 20120 komentar


Latif Fathoni >>

Assalamu 'alaikum
diperintahkan agar proses pemakaman itu dilaksankan secepatnya tapi ada juga terkadang yang masih menuggu keluarganya yang sedang  berada di suatu daerah semisal ia mengetahui  menggalnya si mayit itu di waktu malamnya dan penguburan semestinya dilakukan di pagi harinya, Pertanyaannya : apakah kelurga punya hak untuk menundakan  proses pemakaman si mayyit tersebut? 
    • Masaji Antoro >>
      Wa'alaikumsalam warohmatullaahi wa barokaatuh

      Menunda penguburan janazah bila memang sudah jelas dan nyata akan kematiannya hukumnya menyalahi kesunahan terlebih bila sampai terjadi perubahan akan janzah sendiri seperti menjadi berbau bisa menjadi haram hukumnya berdasarkan hadits nabi...

      Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
      Dari Nabi saw., beliau bersabda: Percepatlah pengurusan jenazah! Karena, jika jenazah itu baik, maka sudah sepantasnya kalian mempercepatnya menuju kebaikan. Dan kalau tidak demikian (tidak baik), maka adalah keburukan yang kalian letakkan dari leher-leher kalian (melepaskan dari tanggungan kalian). (Shahih Muslim No.1568)

      Namun bila penundaan tersebut dengan alasan masih menunggu keluarganya mayat hukumnya boleh meskipun tidak dapat menggugurkan kesunatan mempercepat penguburan janazah, kecuali kalau menunggu walinya si mayyit agar menjadi imam sholat janazah (karena yang paling berhak menjadi imam sholat janazah adalah walinya janazah itu sendiri)...

      Keterangan dari I’anah atTholibiin II/132 dan Mughni Almuhtaaj I/340

      ( ويسرع بها ) ندبا لخبر الصحيحين أسرعوا بالجنازة فإن تك صالحة فخير تقدمونها إليه وإن تك سوى ذلك فشر تضعونه عن رقابكم هذا ( إن لم يخف تغيره ) أي الميت بالإسراع وإلا فيتأنى به والإسراع فوق المشي المعتاد ودون الخبب لئلا تنقطع الضعفاء فإن خيف تغيره بالتأني زيد في الإسراع

      Mughni Almuhtaaj I/340

      ( قوله ولا يندب تأخيرها ) أي الصلاة على الميت ( وقوله لزيادة المصلين ) أي كثرتهم وذلك لخبر أسرعوا بالجنازة ( وقوله إلا لولي ) أي إلا لأجل حضور ولي الميت ليصلي عليه فإنه تؤخر الصلاة له لكونه هو المستحق للإمامة لكن محله إذا رجي حضوره عن قرب وأمن من التغير

      I'anah Atthoolibiin II/132
Share this article :

Postingan Populer

 
Didukung Oleh : PISS-KTB Group | PISS FANS PAGE
Boleh diCopy © 2010 asal tetap mencantumkan URL artikel.
Grup Tanya Jawab dan Diskusi Keislaman
Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Indonesia Raya