Bismillahirrohmaanirrohiim

6110. HUKUM WANITA IDDAH MENGANTAR JANAZAH SUAMINYA

PERTANYAAN :


Assalamu'alaykum. Maaf yai yai, mohon pencerahan bagaimana hukumnya seorang istri ikut dalam pemakaman sampai makam sang suami? Wasalam. [Muchibin Ibnu Zuhdi].

JAWABAN :

Wa'alaikumussalam. Wanita yang sedang menjalani masa iddah tidak boleh keluar dari rumahnya bahkan untuk ta’ziyah pada orang tua atau suaminya yang meninggal dunia. Lihat Hasyiyah Bujairomi ‘Alaa al-Khootib 4 /61 :

المكتبة الشاملة --- حاشية البجيرمي على الخطيب - 4/61
تنبيه: اقتصر المصنف على الحاجة إعلاما بجوازه للضرورة من باب أولى كأن خافت على نفسها تلفا أو فاحشة أو خافت على مالها أو ولدها من هدم أو غرق. فيجوز لها الانتقال للضرورة الداعية إلى ذلك، وعلم من كلامه كغيره تحريم خروجها لغير حاجة وهو كذلك كخروجها لزيارة وعيادة وإستمناء مال تجارة ونحو ذلك
----
(قوله ونحو ذلك) اي كخروجها لجنازة زوجها أو أبيها مثلا فلا يجوز.

Tujuan Pengarang kitab membatasi bolehnya keluar bagi wanita yang sedang menjalani masa idah bila ada HAJAT (kepentingan, seperti bekerja mencukupi kebutuhannya) itu sekaligus memberi pengertian juga diperbolehkan baginya keluar dalam keadaan DARURAT seperti dia khawatir akan keselamatannya, kehormatannya, harta bendanya, khawatir akan keselamatan anaknya, maka diperbolehkan baginya keluar rumah sebab adanya darurat tersebut, ini berarti bila tidak unsur diatas tidak boleh (haram) baginya keluar rumah tanpa ada keperluan seperti seperti diatas semisal keluar untuk ziyaroh, menengok orang sakit, menjalankan usahanya agar hartanya bertambah dan lain sebagainya.
Keterangan (dan lain sebagainya) seperti keluarnya untuk menjenguk jenazah suaminya, ayahnya, maka keluarnya tidak boleh.
Wallohu a'lam. [Abd Jabbar].

Baca juga dokumen 1132 :

LINK ASAL :
www.fb.com/groups/piss.ktb/3445398338816283


.
Back To Top