Bismillahirrohmaanirrohiim

5895. CARA MENYEMBELIH IKAN MENURUT KITAB KUNING

PERTANYAAN :


Assalamualaikum wrwb. Mau bertanya para asatidz, karena saya masih awam belum paham betul cara nyembelih lele. Apakah boleh dengan metode seperti itu dipotong bagian sarafnya ? terus hukumnya bagaimana ?? kalau semisal dengan cara itu kurang baik terus harus pakai cara apa lagi ? Kasih rekomendasi ustadz (Ampun dibuli). Terimakasih. Wassalamu'alaikum. [Maulana HaKa].


JAWABAN :

Wa'alaikumussalam. Ikan yang besar memang sunnah untuk disembelih, cara menyembelihnya adalah dengan membunuhnya dengan cara apa saja, maka cara di atas sudah dianggap boleh dan cukup. Namun menurut referensi kitab yang ada, ikan lebih utama disembelih dari ekornya, bukan di bagian lehernya. Sebagaimana keterangan di kitab Tuhfatul Mukhtaj :

تحفة المحتاج
وَيُسَنُّ ذَبْحُ سَمَكٍ كَبِيرٍ يَطُولُ بَقَاؤُهُ، وَيَظْهَرُ أَنَّ الْمُرَادَ بِذَبْحِهِ #قَتْلُهُ كَمَا يُرْشِدُ إلَيْهِ تَعْلِيلُهُمْ بِالْإِرَاحَةِ لَهُ
(قَوْلُهُ: وَيُسَنُّ ذَبْحُ سَمَكٍ إلَخْ) وَالْأَوْلَى أَنْ يَكُونَ الذَّبْحُ مِنْ ذَيْلِهَا، وَلَعَلَّ ذَلِكَ فِيمَا هُوَ عَلَى صُورَةِ السَّمَكِ الْمَعْرُوفِ أَمَّا مَا هُوَ عَلَى صُورَةِ حِمَارٍ، أَوْ آدَمِيٍّ، فَيَنْبَغِي أَنْ يَكُونَ الذَّبْحُ فِي حَلْقِهِ، أَوْ لَبَّتِهِ كَالْحَيَوَانَاتِ الْبَرِّيَّةِ اهـ. ع ش

Kalimat " yudzbahu " disitu maksudnya " alqotlu " yang artinya membunuhnya. Oleh sebab itu tidak harus di leher, di bagian mana saja sudah cukup, karena kalau ikan meski tidak disembelih pun sudah halal. Beda dengan hewan lain.
 
Sebenarnya ada dua binatang yang halal meskipun tidak disembelih, yakni ikan dan belalang, sehingga meskipun dikonsumsi dalam kondisi tanpa dibunuh terlebih dahulu juga boleh. Namun bila ikannya besar sunah dibunuh terlebih dahulu dari bagian ekornya, kecuali bila berbentuk hewan darat yang lazim disembelih, maka disembelih dari bagian lehernya.
Kenapa yang lebih utama menyembelih (baca : membunuh) ikan itu disembelih (baca : dibunuh) dari ekornya ? Karena jika di lukai atau dipotong bagian ekor lebih murni darahnya. Demikian yang disampaikan oleh ulama.
Sebagai Catatan Kesimpulan :
1. Yang sunnah disembelih (dibunuh) adalah khusus ikan besar, kalau ikan kecil makruh.
2. Yang lebih utama disembelih (dibunuh) dibagian ekornya adalah apabila ikan tersebut bentukanya menyerupai ikan, jika bentuknya menyerupai hewan yang biasanya disembelih (menyerupai sapi dsb) maka yang lebih utama disembelih (dibunuh) di lehernya.
3. Meskipun tidak disembelih (tidak dibunuh) ikan tetap halal.
Wallohu a'lam. [Abi Nadhif, Shodiqi, Hambo Lemah].

Referensi :

الاقناع في حل الفاظ ابي شجاع ج ٢ ص ٥٦٣
فيحل أكلهما وبلعهما. وإن لم يشبه السمك المشهور، ككلب وخنزير وفرس، وكره قطعهما حيين. ويكره ذبحهما إلا سمكة كبيرة يطول بقاؤها فيسنّ ذبحها

Maka halal memakan dan menelan keduanya (belalang dan ikan) meskipun tidak menyerupai bentuk ikan secara umum seperti ikan berbentuk anjing, babi dan kuda.
Dan makruh memotong keduanya saat keadaan masih hidup.
Makruh menyembelih keduanya kecuali ikan besar yang lama hidupnya maka sunnah disembelih

حاشية الجمل
وَلَيْسَ فِي أَكْلِهِمَا حَيَّيْنِ أَكْثَرُ مِنْ قَتْلِهِمَا وَهُوَ جَائِزٌ بَلْ يَحِلُّ قَلْيُهُمَا حَيَّيْنِ

Dan (faktanya) tidak terdapat memakan keduanya dalam kondisi hidup lebih banyak ketimbang membunuhnya terlebih dahulu, padahal itu boleh bahkan halal menggoreng keduanya dalam kondisi hidup.

حاشية البجيرمي ج ٤ ص ٣٠٥
(فيسن ذبحها ) أي من ذيلها ما لم تكن على صورة حيوان يذبح وإلا فتذبح من رقبتها
كما في ع ش على م ر. قال حج: فالمراد بالذبح القتل

(Maka sunah menyembelihnya) dari ekornya selagi ikannya tidak berbentuk hewan yang (biasa) disembelih, bila berbentuk maka dari lehernya. Ibn Hajar menjelaskan yang dimaksud menyembelih disini, membunuh (tidak harus memenuhi standart menyembelih)

- Mausu'atul fiqih :

وَيُسْتَحَبُّ عِنْدَ الشَّافِعِيَّةِ ذبح مَا تَطُول حَيَاتُهُ كَسَمَكَةٍ كَبِيرَةٍ. وَيَكُونُ الذبح مِنْ جِهَةِ الذَّيْل فِي السمك، وَمِنَ الْعُنُقِ فِيمَا يُشْبِهُ حَيَوَانَ الْبَرِّ. فَإِذَا لَمْ يَكُنْ مِمَّا تَطُول حَيَاتُهُ كُرِهَ ذبحه وَقَطْعُهُ حَيًّا.
وَهَذَا التَّعْمِيمُ فِي الْحِل هُوَ أَصَحُّ الْوُجُوهِ عِنْدَهُمْ. وَهُنَاكَ سِوَاهُ وَجْهَانِ آخَرَانِ:
(أَحَدُهُمَا) أَنَّهُ لاَ يَحِل مِنْ حَيَوَانِ الْبَحْرِ سِوَى السمك كَمَذْهَبِ الْحَنَفِيَّةِ.
(وَالثَّانِي) أَنَّ مَا يُؤْكَل مِثْلُهُ فِي الْبَرِّ كَاَلَّذِي عَلَى صُورَةِ الْغَنَمِ يَحِل، وَمَا لاَ يُؤْكَل مِثْلُهُ فِي الْبَرِّ كَاَلَّذِي عَلَى صُورَةِ الْكَلْبِ وَالْحِمَارِ لاَ يَحِل.
______
ر: حاشية البجيرمي على شرح المنهج 4 / 304،

- I'anatuth Tholibin :

إعانة الطالبين
ويسن ذبح كبيرهما الذي يطول بقاؤه. ويكره ذبح صغيرهما
وقوله: فيسن ذبحها قال البجيرمي: أي من الذيل، لأنه أصفى للدم، ما لم تكن على صورة حيوان يذبح، وإلا فتذبح من رقبتها. (قوله: ويكره ذبح صغيرهما) أي لما فيه من التعذيب

LINK ASAL :


.
Back To Top