Bismillahirrohmaanirrohiim

5840. HUKUM BAYI DIPERSUSUKAN PADA WANITA NON MUSLIM

PERTANYAAN :
Assalamua'alaikum para ustadz. Saya mau bertanya, apa hukumnya seorang balita dipersusukan pada seorang NON MUSLIM ? terimakasih. [Ziterz‎].

JAWABAN :

Wa alaikumus salam. Hukumnya makruh, seorang balita dipersusukan pada seorang NON MUSLIM, namun tetap memiliki akibat hukum yaitu terjadinya hubungan kemahraman antara bayi yang disusui dan ibu yang menyusui serta anak-anaknya ibu yang menyusui dst. Wallohu a'lam. [Faisol Tantowi, Akhbib Maulana].

Referensi:
- AlMausu'ah AlFiqhiyah AlKuwaitiyah juz 22 hal 255:

35 - إن ارتضع مسلم من ذمّيّةٍ رضاعاً محرّماً حرّمت عليه بناتها وفروعها كلّهنّ وأصولها كالمسلمة ، لأنّ النّصوص لم تفرّق بين مسلمةٍ وكافرةٍ ، وقد صرّح بذلك المالكيّة والحنابلة ولا تأبى ذلك قواعد المذاهب الأخرى.
الارتضاع بلبن الفجور»
36 - قال أحمد بن حنبلٍ : يكره الارتضاع بلبن الفجور ولبن المشركات ، لأنّه ربّما أفضى إلى شبه المرضعة في الفجور ، ويجعلها أمّاً لولده فيتعيّر بها ، ويتضرّر طبعاً وتعيّراً ، والارتضاع من المشركة يجعلها أمّاً لها حرمة الأمّ مع شركها ، وربّما مال إليها المرتضع وأحبّ دينها.
وروي عن عمر بن الخطّاب وعمر بن عبد العزيز أنّهما قالا : اللّبن يشتبه ، فلا تستق من يهوديّةٍ ، ولا نصرانيّةٍ ولا زانيةٍ ، ويكره بلبن الحمقاء كي لا يشبهها الطّفل في الحمق.

- kitab Mughni syeh Ibnu Qudamah :

كَرِهَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ الِارْتِضَاعَ بِلَبَنِ الْفُجُورِ وَالْمُشْرِكَاتِ. وَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ، وَعُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا -: اللَّبَنُ يُشْتَبَهُ، فَلَا تَسْتَقِ مِنْ يَهُودِيَّةٍ وَلَا نَصْرَانِيَّةٍ وَلَا زَانِيَةٍ

Abu Abdillah (Ahmad bin Hanbal) memakruhken ibu susuan dari perempuan yang buruk pribadinya atau musyrik. Umar bin Khattab dan Umar bin Abdul Aziz mengataken : Susu itu bisa membuat serupa (dengan pemberi susunya), maka jangan menyusui dari orang Yahudi, Nasrani atau pezina.

- kitab Mausu'ah Quwaitiyyah :

إِنِ ارْتَضَعَ مُسْلِمٌ مِنْ ذِمِّيَّةٍ رَضَاعًا مُحَرِّمًا حُرِّمَتْ عَلَيْهِ بَنَاتُهَا وَفُرُوعُهَا كُلُّهُنَّ وَأُصُولُهَا كَالْمُسْلِمَةِ؛ لأِنَّ النُّصُوصَ لَمْ تُفَرِّقْ بَيْنَ مُسْلِمَةٍ وَكَافِرَةٍ

Jika seorang muslim disusui oleh (kafir) dzimmi sampai mencapai susuan yang menjadikennya mahram (memenuhi kriteria radla’ah), maka anak-anaknya dan mahram terkait seluruhnya haram dinikah sebagaimana keluarga kandung, karena nash-nash hukum tidak membedaken antara anak susuan muslim maupun kafir..

LINK ASAL :


.
Back To Top