Bismillahirrohmaanirrohiim

5746. PROSES MELAHIRKAN DENGAN CESAR APAKAH TERMASUK JIHAD ?

PERTANYAAN :

Assalamualaikum wrwb. Langsung saja, mau tanya :
1. secara normal proses melahirkan merupakan jihad dan bila si ibu mati maka dia mati syahid, lalu apakah proses sesar itu juga termasuk jihad sebagaimana – normal ?
2. bila sama, tolong referensinya ??
3. bila tidak sama, tolong kasih tau gus JO Low Dong Bodong dan gus Calon Mayit. Sikit guyonan min. [أنابك ياحبيبي ].

JAWABAN :

Wa'aaikumussalam. Antara yang lahir normal dengan yang "caesar" memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan syahid akhirat. Dan semua itu hanya Allah Yang menetapkan nilai syahid dan tidaknya. 'Illat hukumnya terletak pada ke-hamilan-nya, mau meninggal karena keguguran, mau caesar, mau hamil normal, semua termasuk syahid tsawab akhiroh, karena kesyahidannya terletak pada ke-hamilan-nya.
Ada 3 keadaan dalam HAL INI yang dihitung mati syahid akhirat :
1. Wafat ketika janin masih dalam kandungan
2. Wafat pas melahirkan atau pas cesar
3. Wafat setelah bayi di luar rahim selama masih masa nifas.

Seorang wanita yang meninggal dunia saat melahirkan itu syahidnya syahid akherat, bukan syahid dunia akherat. Artinya, secara hukum dunia, kaum muslimīn tetap berkewajiban memandikan, mengkafani, menyolatkan, dan menguburkan jenazahnya, sama persis dengan jenazah muslim lain yang bukan mati syahid. Sedangkan kesyahidannya itu antara dia dengan Allāh kelak di akherat. Nah, wanita yang meninggal dunia saat melahirkan secara Cesar itu syahid atau bukan, kita pasrahkan kepada Allāh. Kewajiban muslimīn yang masih hidup adalah memandikan, mengkafani, menyolatkan, dan menguburkan jenazahnya. Wa-Allahu a'lamu Bish-showab. [Aas, Muh Jayus,  Umronuddin, Sae Nopo Sae].

Referensi :

تفسير البغوي 
( ووصينا الإنسان بوالديه حملته أمه وهنا على وهن ) قال ابن عباس : شدة بعد شدة . وقال الضحاك : ضعفا على ضعف . قال مجاهد : مشقة على مشقة . وقال الزجاج : المرأة إذا حملت توالى عليها الضعف والمشقة . ويقال : الحمل ضعف ، والطلق ضعف ، والوضع ضعف . ) ( وفصاله ) أي : فطامه ( في عامين أن اشكر لي ولوالديك إلي المصير ) المرجع ، قال سفيان بن عيينة في هذه الآية : من صلى الصلوات الخمس فقد شكر الله ، ومن دعا للوالدين في أدبار الصلوات الخمس فقد شكر الوالدين

Ada hadis yang menerangkan ada 7 yang termasuk syahid , selain terbunuh di Sabilillah :

السجستاني، أبو داود، سنن أبي داود، ١٨٨/٣
3111 - حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَابِرِ بْنِ عَتِيكٍ، عَنْ عَتِيكِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ عَتِيكٍ، وَهُوَ جَدُّ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَبُو أُمِّهِ، أَنَّهُ أَخْبَرَهُ أَنَّ عَمَّهُ جَابِرَ بْنَ عَتِيكٍ، أَخْبَرَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَاءَ يَعُودُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ ثَابِتٍ، فَوَجَدَهُ قَدْ غُلِبَ، فَصَاحَ بِهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَلَمْ يُجِبْهُ فَاسْتَرْجَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَقَالَ: غُلِبْنَا عَلَيْكَ يَا أَبَا الرَّبِيعِ، فَصَاحَ النِّسْوَةُ، وَبَكَيْنَ فَجَعَلَ ابْنُ عَتِيكٍ يُسَكِّتُهُنَّ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «دَعْهُنَّ، فَإِذَا وَجَبَ فَلَا تَبْكِيَنَّ بَاكِيَةٌ» قَالُوا: وَمَا الْوُجُوبُ؟ يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ: «الْمَوْتُ» قَالَتِ ابْنَتُهُ: وَاللَّهِ إِنْ كُنْتُ لَأَرْجُو أَنْ -[189]- تَكُونَ شَهِيدًا، فَإِنَّكَ كُنْتَ قَدْ قَضَيْتَ جِهَازَكَ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ أَوْقَعَ أَجْرَهُ عَلَى قَدْرِ نِيَّتِهِ، وَمَا تَعُدُّونَ الشَّهَادَةَ؟» قَالُوا: الْقَتْلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ تَعَالَى، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " الشَّهَادَةُ سَبْعٌ سِوَى الْقَتْلِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ: الْمَطْعُونُ شَهِيدٌ، وَالْغَرِقُ شَهِيدٌ، وَصَاحِبُ ذَاتِ الْجَنْبِ شَهِيدٌ، وَالْمَبْطُونُ شَهِيدٌ، وَصَاحِبُ الْحَرِيقِ شَهِيدٌ، وَالَّذِي يَمُوتُ تَحْتَ الْهَدْمِ شَهِيدٌ، وَالْمَرْأَةُ تَمُوتُ بِجُمْعٍ شَهِيدٌ "

Fokus yang ke 7 dalam hadis di atas :

وَالْمَرْأَةُ تَمُوتُ بِجُمْعٍ شَهِيدٌ 

Wanita yang wafat sebab "jum'in" itu Syahid.
Dalam Kitab Fathul Bari diterangkan :
ابن حجر العسقلاني، فتح الباري لابن حجر، ٤٣/٦
وَأَمَّا الْمَرْأَةُ تَمُوتُ بِجُمْعٍ فَهُوَ بِضَمِّ الْجِيمِ وَسُكُونِ الْمِيمِ وَقَدْ تُفْتَحُ الْجِيمِ وَتُكْسَرُ أَيْضًا وَهِيَ النُّفَسَاءُ وَقِيلَ الَّتِي يَمُوتُ وَلَدُهَا فِي بَطْنِهَا ثُمَّ تَمُوتُ بِسَبَبِ ذَلِكَ

Makna; Dan adapun Wanita yg wafat sebab "jum'in" -- jum'in dibaca dhommah jimnya dan sukun mimnya, dan terkadang difathah jimnya juga kasroh jimnya -- Jum'in adalah wanita yang mengalir darahnya (nifas, atau darah sebab proses kelahiran) [1].
Dan dikatakan juga yang wafat sedang janin masih didalam rahimnya kemudian wafat sebab demikian itu. [Ibn Hajar Al'asqolaniy, Kitab Fathul Bari Libni Hajar, 6/43]

Cesar juga berdarah juga bernifas. Jadi sama dalam kesempatan meraih Syahid. Alias jika wafat karena cesar pun dihitung mati syahid.
[1]
الصاحب بن عباد، المحيط في اللغة، ٢٦٧/٢
والنَفَاسُ: ولادَةُ المَرْأةِ، فإذا وَضَعَتْ قيل: نُفَسَاءُ حَتّى تَطْهُرَ، وقد نُفِسَتْ وهي مَنْفُوْسَةٌ. ونَفِسَتْ: إذا حاضَتْ ودَمِيَتْ. وسُمِّيَتْ نُفَسَاءَ لسَيَلانِ الدمِ. والمَوْلُوْدُ: مَنْفُوْسٌ به. وُيقال: نُفَسَاءُ ونَفَسَاءُ ونَفْسَاءُ - لُغَاتٌ -. والخامِسُ من القِدَاح يُسَمى النّافِسَ

Kalau menurut hadits ini yang mati syahid itu bukan ibu melahirkan tapi ibu yang mengandung, jadi yang meninggal sebab sesar jelas termasuk syahid akherat.

- Mirqotul mafatih :
وَالْمَرْأَةُ تَمُوتُ بِجُمْعٍ) : بِضَمِّ الْجِيمِ وَيُكْسَرُ وَسُكُونِ الْمِيمِ. (شَهِيدٌ) : فِي النِّهَايَةِ: أَيْ: تَمُوتُ وَفِي بَطْنِهَا وَلَدٌ

- Syarah AnNawawi ala Muslim :
وَأَمَّا الْمَرْأَةُ تَمُوتُ بِجُمْعٍ فَهُوَ بِضَمِّ الْجِيمِ وَفَتْحِهَا وَكَسْرِهَا وَالضَّمُّ أَشْهَرُ قِيلَ الَّتِي تَمُوتُ حَامِلًا جَامِعَةً وَلَدَهَا فِي بَطْنِهَا وَقِيلَ هِيَ الْبِكْرُ وَالصَّحِيحُ الْأَوَّلُ


LINK ASAL :


.
Back To Top