Bismillahirrohmaanirrohiim

5572. HUKUM MENGUCAPKAN DAN MENJAWAB SALAM DALAM HATI

PERTANYAAN :

Assalamu'alaikum. Mohon ma'af sebelumnya, saya mau bertanya, apa hukumnya dan apakah cukup jika menjawab salam dalam hati (tidak dilisankan / bersuara)?   [Hidaya Tsurayya]

JAWABAN :

Wa’alaikum salam. Tidak cukup mengucapkan atau menjawab salam dengan / dalam hati. Minimal mendapat kesunahan salam ialah dengan mengangkat suaranya sekiranya yang disalami dapat mendengar salamnya. Begitu  juga bagi yang disalami, minimal menjawab salam yang dapat menggugurkan  kewajiban menjawab salam ialah dengan mengangkat suaranya sekiranya orang yang mengucapkan salam padanya dapat mendengar jawaban salamnya.
Berdasarkan petikan keterangan (nuqilan) Imam Mawawi dalam Karyanya Al-adzkar. Minimal  salam untuk mendapatkan kesunahan salam ialah mengangkat suaranya, sekiranya orang yang di salami dapat mendengarnya, jikalau orang yang di salami tidak mendengarnya maka ia (orang yang mengucapkan salam) tidak  mendapat kesunahan salam, dan bagi orang yang di salami tidak wajib  menjawab salamnya karena tidak terdengar salamnya.
Adapun  minimal menjawab salam yang dapat menggugurkan kewajiban menjawab salam  ialah mengangkat suaranya sekiranya orang yang mengucapkan salam padanya dapat mendengar jawaban salamnya, jikalau jawaban salamnya tidak terdengar  oleh orang yang mengucapkan salam maka tidak gugur kewajiban menjawab  salamnya.
Di anjurkan bagi orang yang mengucapkan  salam mengangkat suaranya dengan suara yang dapat terdengar baik oleh  orang yang di salami, jikalau ragu-ragu terdengar atau tidaknya oleh orang  yang di salami maka tambahkan mengangkat suaranya dalam rangka untuk  berhati-hati dan memperjelas salamnya.
Untuk  mengucapkan salam terhadap orang yang baru bangun dari tidurnya dan di  sampingnya juga masih ada yang sedang tidur maka sunnah menurunkan atau  merendahkan suaranya sekiranya terdengar oleh orang  yang baru bangun  tidur tersebut, dan tidak menjadikan orang yang sedang tidur terbangun  sebab salamnya tersebut. Wallahu a’lam. [ Mujawib : Ust.Santri Kluyuran Bengi ] @saal  

Referensi : 

- Al-Adzkar, 219 :

فصل  : وأقل السلام الذى يصير به مسلما مؤديا سنة السلام أن يرفع صوته بحيث  يسمع المسلم عليه ،فإن لم يسمعه لم يكن آتيا بالسلام ،فلا يجب الرد  عليه،وأقل ما يسقط به فرض رد السلام أن يرفع صوته بحيث يسمع المسلم ،فإن لم  يسمعه لم يسقط عنه فرض الرد ،ذكرهما المتولى  وغيره.
قلت  : والمستحب أن يرفع صوته رفعا يسمعه به المسلم عليه او عليهم سماعا  محققا،وإذا تشكك فى أنهم يسمعهم زاد فى رفعه،واحتاط واستظهر،أما إذا سلم  على أيقظ عندهم نيام،فالسنة أن يخفض صوته بحيث يحصل سماع الأيقاظ ولا  يستيقظ النيام .
روينا فى صحيح مسلم فى حديث المقداد رضى  الله عنه الطويل قال :كنا نرفع للنبي صلى الله عليه وسلم نصيبه من  اللبن،فيجئ من الليل فيسلم تسليما لا يوقظ نائما ويسمع اليقظان ،وجعل لا  يجئ النوم ،وأما صاحابى فناما،فجاء النبى صلى الله عليه وسلم فسلم كما كان  يسلم،والله أعلم. 

LINK ASAL : 


.
Back To Top