Bismillahirrohmaanirrohiim

5420. KAJIAN KITAB AHWALUL QUBUR KARYA AL HAFIDZ IBNU ROJAB (Bagian 15)

KAJIAN KITAB AHWALUL QUBUR KARYA AL HAFIDZ IBNU ROJAB (Bagian 15)
Lanjutan Bab Kedua (2)

وخرج ابن منده من طريق عروة بن مروان الرقي حدثنا محمد بن سلمة عن حفيص عن مجاهد عن البراء بن عازب عن النبي صلى الله عليه وسلم فذكر الحديث بطوله وفيه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "إذا وضع الميت في لحده تقول له الأرض إن كنت لحبيبا وأنت على ظهري فكيف إذا صرت اليوم إلي سأريك ما أصنع بك فيفسح له في قبره مد البصر". وخرج ابن أبي الدنيا من طريق داود بن فائد قال صعدت مع عبد الله بن عبيد بن عمير في جنازة فقال بلغني أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: "إن الميت يقعد وهو يسمع خطى مشيعيه فلا يكلمه شيء إلا قبره فيقول ويحك أي بني آدم أليس قد حذرتني وحذرت ضيقي وهولي ودودي فما أعددت لي؟ "

Ibnu Mandah menerbitkan dari jalurnya Urwah bin Marwan Ar Raqqi, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Salamah dari Hafish dari Mujahid dari Al Barro' bin 'Azib dari Nabi shollallohu alaihi wasallam, lalu dia menuturkan hadits yang panjang, dan didalamnya Al Barro' berkata : Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : "ketika mayyit diletakan di dalam liang lahadnya, maka bumi berkata : ' engkau adalah orang yang sangat aku cintai saat berada di atas punggungku, bagaimana bila hari ini engkau menjadi berada padaku, aku akan memperlihatkan apa yang akan ku perbuat padamu.' Lalu kuburnya diluaskan sejauh mata memandang."
Ibnu Abid Dunya menerbitkan dari jalurnya Dawud bin Faid berkata : " aku naik bersama Abdulloh bin 'Umair pada suatu jenazah, lalu Abdulloh berkata : 'telah sampai kepadaku bahwa Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : " sesungguhnya mayyit didudukan di alam kuburnya sedangkan ia bisa mendengarkan langkah kaki orang yang mengiringinya, tidak ada yang berbicara kepadanya kecuali kuburnya. Kubur berkata : "celakalah engkau anak cucu adam, bukankah dulu engkau telah memperingatkan tentangku, memperingatkan tentang sempitnya aku, hal yang menakutkan dariku, dan cacing-cacingku, apa yang telah engkau persiapkan untukku?"

ومن طريق عبد أبي بكر المكي حدثني عبيد بن عمير قال ليس من ميت يموت إلا نادته حفرته التي يدفن فيها أنا بيت الظلمة والوحدة والإنفراد فإن كنت في حياتك مطيعا كنت اليوم عليك رحمة وان كنت لربك عاصيا فأنا اليوم عليك نقمة أنا البيت الذي من دخلني مطيعا خرج مسرورا ومن دخلني عاصيا خرج مني مثبورا. وروى هناد بن السري عن حسين الجعفي عن مالك بن مغول عن عبد الله بن عبيد بن عمير قال يجعل الله للقبر لسانا ينطق به فيقول ابن آدم كيف نسيتني أما علمت أني بيت الأكلة وبيت الدود وبيت الوحدة وبيت الوحشة؟.

Dan dari jalurnya 'Abdu Abi Bakar Al Makki , telah menceritakan kepada kami Ubaid bin Umair berkata : "tidak ada orang yang meninggal setelah di kubur kecuali kuburnya yang ditempati memanggilnya : ' aku adalah rumah kegelapan dan rumah kesendirian, jika engkau ketika masih hidup sebagai orang yang ta'at, maka aku hari ini sebagai rahmat untukmu, dan jika engkau bermaksiyat kepada Tuhanmu maka aku hari ini sebagai hukuman bagimu, aku adalah rumah yang bila ada orang ta'at memasukiku maka ia keluar dengan bahagia dan bila ada orang maksiat memasukiku maka ia ia keluar dariku dengan terusir."
Hunad bin As sari meriwayatkan dari Hasan Al Ju'fi dari Malik bin Maghul dari Abdulloh bin Ubaid bin Umair berkata : " Allah menjadikan lisan bagi kubur yang dengannya ia berkata-kata, kubur berkata kepada anak cucu adam : ' bagaimana engkau bisa melupakanku, apakah engkau tidak tahu bahwa aku adalah rumah pemangsa, rumah cacing tanah, rumah kesendirian dan rumah yang menakutkan ?"

وروى ابن أبي الدنيا بإسناده عن عمر بن ذر قال إذا دخل الميت حفرته نادته الأرض أمطيع أم عاص فإن كان صالحا ناداها مناديه ناحية القبر عودي عليه خضراء كوني عليه رحمة فنعم العبد كان الله عز وجل ونعم المورد إليك قال فتقول الأرض: الآن استحق الكرامة.

Ibnu Abid Dunya meriwayatkan dengan sanadnya dari Umar bin Dzar berkata : " ketika mayyit masuk dalam liang kuburnya, maka bumi memanggilnya baik ia orang ta'at maupun ma'siyat. Jika orang yang sholeh maka pemanggil orang sholeh memanggil bumi dari arah kuburan : " sediakan untuknya taman yang hijau, jadilah engkau rahmat baginya. dia adalah hamba Allah azza wajalla yang terbaik, dan sebaik-baik yang datang kepadamu." Umar berkata : "kemudian bumi berkata : " sekarang dia berhak mendapat kemuliaan."

وبإسناده عن محمد بن السماك الواعظ قال بلغنا أن الرجل إذا وضع في قبره فعذب أو أصابه بعض ما يكره ناداه جيرانه من الموتى أيها المخلف في الدنيا بعد إخوانه وجيرانه أما كان لك فينا معتبرا أما كان لك في تقدمك إيانا فكرة؟ أما رأيت انقطاع أعمالنا عنا في المهلة؟ فهلا استدركت ما فات إخوانك؟. قال: فتناديه بقاع القبر أيها المغتر بظاهر الدنيا هلا اعتبرت بمن غيب عنك من أهلك في بطن الأرض غرته الدنيا قبلك ثم سبق له أجله إلى القبور وأنت تراه محمولا تهادى به أحبته إلى المنزل الذي لا بد منه.

Ibnu Abid Dunya dengan sanadnya dari Muhammad bin As Samak sang penasehat berkata : "telah sampai kepada kami bahwa seseorang ketika diletakkan di dalam kuburnya, lalu di siksa atau ditimpakan kepadanya hal-hal yang tidak disukainya. maka tetangganya yang sudah meninggal menyerunya : ' wahai orang yang baru datang yang kematianmu telah didahului oleh saudara dan tetanggganya, sudahkah engkau mengambil pelajaran dari kami ? apakah engkau telah berfikir setelah kedahuluan kami ? apakah engkau tidak melihat terputusnya amalan-amalan kami karena kami suka menunda-nunda waktu? apakah engkau tidak menyusuli amalan saudaramu yang tertinggal ?" Muhammad bin As samak berkata : "kemudian tanah kuburan berkata : ' wahai orang yg tertipu dengan gemerlapnya dunia, mengapa engkau tidak mau mengambil pelajaran dari keluargamu yang ada di dalam tanah, dunia telah menipunya sebelummu kemudian kedahuluan dijemput ajal sampai ke kubur dan engkau melihatnya dipikul dan di antar oleh para pecintanya ke tempat yang mau tidak mau harus ditempati." Wallohu a'lam.[Ust.Nur Hamzah].


.
Back To Top