Bismillahirrohmaanirrohiim

5178. KAJIAN KITAB RISALATU ADABI SULUKIL MURID [BAGIAN 14]

Karya : Al Habib Abdullah Alwi Al Haddad
فصلٌ
وَاجتَهِد أيُّها المُريدُ في تَنزِيهِ قَلبِكَ مِن خَوفِ الخَلقِ وَمِنَ الطَّمَعِ فِيهم فِإِنَّ ذَلكَ يَحمِلُ عَلى السُّكوتِ عَلى البَّاطِلِ وَعَلى المُداهَنةِ في الدِّينِ، وَعلَى تَركِ الأَمرِ بِالَمعروفِ وَالنَّهيِ عَنِ المُنكَرِ، وَكفَى بِهِ ذُلاًّ لِصاحِبِهِ لأِنَّ المُؤمِنَ عَزيزٌ بِرَبِّهِ لاَ يَخافُ وَلا يَرجُو أَحداً سِواهُ.

Berusahalah sungguh-sungguh wahai murid dalam membersihkan hatimu dari rasa takut pada manusia, dan jangan kau mengharapkan hak yang ada pada mereka, sebab itu akan membuat anda tidak berani mengatakan yang benar, dan sulit membantah perbuatan batil, dan anda akan tinggal diam terhadap orang yang menyepelekan agama, dan meninggalkan amar ma'ruf nahi munkar, karena itu anda akan dipandang manusia yang hina dalam pandangan Allah SWT, sedangkan orang mukmin itu Mulia disisi Allah SWT, tiada takut pada siapapun selain Allah dan tak pernah mengharapkan sesuatu selain dari Allah.

وإِن وَصَلكَ أَحدٌ مِن إِخوانِكَ المُسلمينَ بِمَعروفٍ مِن وَجهٍ طَيِّبٍ؛ فَخُذهُ إِن كُنتَ محُتاجاً إِليهِ، وَاشكُرِ الله فإِنَّهُ المُعطِي حَقيقَةً، وَاشكُر مَن أَوصَلَهُ إِليكَ عَلى يَدهِ مِن عِبادِهِ، وإِن لَم تَكُن لكَ حَاجةٌ إِليهِ؛ فَانظُر فإِن وَجَدتَ الأَصلَحَ لِقَلبِك أَخذَهُ فَخُذهُ، أَو رَدَّهُ فَرُدَّهُ بِرفقٍ بِحيثُ لاَ يَنكَسِرُ قَلبُ المُعطِي؛ فَإِنَّ حُرمَةَ المُسلِمِ عِندَ الله عَظيمةٌ.

Dan andaikata seorang dari saudara muslim mengulurkan bantuan atau budi baiknya padamu, dengan niat yang baik maka boleh anda menerimanya, bila anda memang membutuhkan bantuan, kemudian anda bisa bersyukur pada Allah Ta'ala terhadap pemberian itu, karena Dialah pemberi yang sebenarnya. Serta mengucapkan terima kasih atas orang yang sudah berbuat baik padamu. Bilamana anda tidak berhajat atas pemberian itu, hendaklah anda tanya dirimu, jika hatimu menentukan lebih baik anda menerimanya, boleh anda terima, tetapi bila hatimu menolak pemberian itu, maka tolaklah dengan lemah-lembut penuh kebijakan, dan menjaga perasaan orang yang akan berbuat baik pada anda. Sebab kehormatan seorang muslim itu agung di sisi Allah.

وَإِيَّاكَ وَالرَّدَّ لِلشُهرَةِ وَالأَخذَ بِالشَّهوَةِ، وَلأَن تَأخُذَهُ بِالشَّهوَةِ خَيرٌ لَكَ مِن أَن تَرُدَّهُ لِلشُّهرَةِ بِالزُّهدِ وَالإِعراضِ عَنِ الدُّنيا، وَالصَّادِقُ لاَ يَلتَبِسُ عَليهِ أَمرٌ، وَلا بُدَّ أَن يَجعَلَ لَهُ رَبُّهُ نُوراً في قَلبِهِ يَعرِفُ بِهِ ما يُرادُ مِنهُ.

Awas jangan sekali-kali anda menolak pemberian orang, karena biar terkenal, dan janganlah mengambil pemberian dengan syahwat kesenangan, dan pengambilanmu atas pemberian dengan syahwat itu lebih baik bagimu daripada penolakanmu atas pemberian dengan tujuan biar terkenal sebagai orang zuhud dan biar terkenal sebagai seorang yang tak perlu dunia. Seorang yang baik dan benar tidak akan keliru dalam hal tersebut di atas, sebab Allah Ta'ala selalu akan memberikan petunjuk dihatinya sehingga mudah baginya untuk menentukan mana yang harus diputuskan. Wallohu a'lam. [Oleh : Ust.Nur Hamzah].

LINK ASAL :
www.fb.com/notes/1600752266614242/
.

PALING DIMINATI

Back To Top