Bismillahirrohmaanirrohiim

5024. MAKSUD HADITS ORANG YANG SEDANG MENCURI DAN BERZINA BUKANLAH ORANG MUKMIN

PERTANYAAN :

السلام عليكم ورحمة الله وبركته
Mohon kepada para mujawib berkenan memberi penjelasan tentang kalimat ini : laa yasriku sariku illa bihi fahuwa mu'minun, laa yasrobu saribu Illa bihi fahuwa mu'minun. Hadis atau qoul Ada di dalam kitab apa ? terimakasih atas kesediaan dan bimbinganya. [Syafii Syafii].
والسلام عليكم ورحمة الله وبركته

JAWABAN :

Wa'alaikumussalaam. Untuk penjelasannya silahkan baca kitab syarah nawawi ala muslim (1/319) :

قال أبو هريرة إن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال لا يزني الزاني حين يزني وهو مؤمن ولا يسرق السارق حين يسرق وهو مؤمن ولا يشرب الخمر حين يشربها وهو مؤمن

Abu Hurairoh berkata bahwa Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : "Tidaklah berzina seorang pezina ketika dia berzina dalam keadaan beriman, tidaklah mencuri seorang pencuri ketika dia mencuri dalam keadaan beriman, dan tidaklah meminum khomer seorang peminum ketika dia meminumnya dalam keadaan beriman". (HR Muslim).

هذا الحديث مما اختلف العلماء في معناه . فالقول الصحيح الذي قاله المحققون أن معناه : لا يفعل هذه المعاصي وهو كامل الإيمان . وهذا من الألفاظ التي تطلق على نفي الشيء ويراد نفي كماله ومختاره كما يقال : لا علم إلا ما نفع ، ولا مال إلا الإبل ، ولا عيش إلا عيش الآخرة . وإنما تأولناه على ما ذكرناه لحديث أبي ذر وغيره من قال لا إله إلا الله دخل الجنة وإن زنى وإن سرق وحديث عبادة بن الصامت الصحيح المشهور أنهم بايعوه - صلى الله عليه وسلم - على أن لا يسرقوا ولا يزنوا ، ولا يعصوا إلى آخره . ثم قال لهم - صلى الله عليه وسلم - فمن وفى منكم فأجره على الله ، ومن فعل شيئا من ذلك فعوقب في الدنيا فهو كفارته ، ومن فعل ولم يعاقب فهو إلى الله تعالى إن شاء عفا عنه ، وإن شاء عذبه

Hadits ini termasuk hadits yang diperselisihkan oleh para ulama tentang maknanya, maka pendapat yang shohih adalah pendapat yang dikatakan oleh para ahli tahqiq bahwa maknanya adalah : tidaklah seseorang melakukan maksiyat-maksiyat ini dalam keadaan sempurna keimanannya, ini termasuk lafadz-lafadz yang dimutlakkan atas peniadaan sesuatu dan yang dimaksud adalah peniadaan kesempurnaannya dan terpilihnya, sebagaimana dikatakan : " tiada ilmu kecuali yg bermanfa'at, tiada harta kecuali onta, tiada kehidupan kecuali kehidupan akhirat". Hanya saja kami ta'wilkan hadits tsb sebagaimana yg kami sebutkan berdasarkan haditsnya abu dzar dan lainnya, yaitu : " barang siapa mengucapkan laa ilaaha illalloh maka masuk syurga walaupun pernah berzina dan mencuri ".

Dan haditsnya ubadah bin as shomit yg shohih dan masyhur bahwa mereka berbaiat kepada Nabi shollallohu alaihi wasallam untuk tidak mencuri dan tidak berzina tidak pula bermaksiyat, sampai akhir hadits. kemudian Rasululloh shollalohu alaihi wasallam berkata kepada mereka : " Barangsiapa di antara kalian menunaikannya maka pahalanya ada pada Allah dan siapa yang melanggar sebagiannya lalu dihukum di dunia, maka hukuman itu sebagai penghapus baginya. barang siapa melanggar dan tidak dihukum maka dia terserah Allah, jika berkehendak Allah mengampuninya, jika berkehendak Allah menyiksanya."

فهذان الحديثان مع نظائرهما في الصحيح مع قول الله عز وجل : إن الله لا يغفر أن يشرك به ويغفر ما دون ذلك لمن يشاء مع إجماع أهل الحق على أن الزاني والسارق والقاتل وغيرهم من أصحاب الكبائر غير الشرك ، لا يكفرون بذلك ، بل هم مؤمنون ناقصو الإيمان . إن تابوا سقطت عقوبتهم ، وإن ماتوا مصرين على الكبائر كانوا في المشيئة . فإن شاء الله تعالى عفا عنهم وأدخلهم الجنة أولا ، وإن شاء عذبهم ، ثم أدخلهم الجنة .

Maka kedua hadits ini dan yg semisalnya dalam hadits2 shohih juga firman Allah azza wajalla : " Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya ". (an nisa' ayat 116).
Juga ijma'nya ahlil haq bahwa pezina, pencuri, pembunuh dan selain mereka dari orang-orang yang melakukan dosa besar selain syirik tidak menjadikan mereka kufur sebab hal itu, tetapi mereka masih dianggap beriman yang keimanannya berkurang. Jika mereka bertaubat maka hukumannya gugur, jika meninggal masih dalam keadaan belum taubat dari dosanya maka mereka dalam kehendak Allah, jika Allah ta'ala berkehendak mengampuni mereka maka Allah amsukkan ke syurga atau tidak, dan jika berkehendak maka Allah menyiksanya kemudian memasukkannya ke dalam syurga. Wallohu a'lam. [Nur Hamzah].


LINK ASAL :

www.fb.com/groups/piss.ktb/1323911890964949/
.

PALING DIMINATI

Back To Top