PERTANYAAN :

Assalamu'alaikum. Mau nanya apa benar ular sebelum dilaknat oleh Allah memiliki empat kaki dan merupakan kendaraan yang paling bagus di surga? [Esa rizki].

JAWABAN :

Wa'alaikum salam. Jawabannya : BENAR. Dalam Kitab Al-Kamil Fit-Tarikh (1/32) diterangkan : Maka ketika Allah menempatkan Adam dan istrinya di surga, Allah memutlakkan bagi keduanya untuk memakan setiap apa yang mereka kehendaki dari setiap buah-buahan selain buah dari satu pohon. sebagai bentuk ujian dari Allah bagi keduanya dan untuk meneruskan/memberlangsungkan ketetapan Allah pada mereka dan keturunan mereka. Maka setan menggoda mereka. Dan sebab sampainya setan kepada mereka berdua yang mana ketika setan hendak masuk ke surga, maka penjaga surga mencegahnya, maka datanglah setiap hewan-hewan yang melata dari bumi, kemudian setan menawarkan diri pada hewan-hewan melata itu untuk membawanya ke surga supaya bisa berbicara dengan Adam dan istrinya.
Setiap hewan enggan pada tawaran setan, kemudian datang seekor ular, setan berkata pada ular : apa turunan adam melarangmu? kamu dalam tanggungan/perlindungku jika kamu memasukkanku. Ular itu pun meletakkan setan di antara taring-taringnya. dan ular masuk bersama setan, dan ular itu memakai 4 kaki yang termasuk hewan melata yang bagus yang diciptakan oleh Allah, seakan-akan ular itu termasuk yang bernasib baik (beruntung), maka kemudian Allah melepaskannya sehingga ular itu berjalan di atas perutnya.

- Kitab Al-Kamil Fit-Tarikh (1/32) :

فلما أسكن الله آدم وزوجته الجنة أطلق لهما أن يأكلا كل ما أرادا من كل ثماره غير ثمرة شجرة واحدة ، ابتلاء منه لهما وليمضي قضاؤه فيهما وفي ذريتهما . فوسوس لهما الشيطان .
وكان سبب وصوله إليهما أنه أراد دخول الجنة فمنعته الخزنة ، فأتى كل دابة من دواب الأرض وعرض نفسه عليها أنها تحمله حتى يدخل الجنة ليكلم آدم وزوجته .
فكل الدواب أبى عليه حتى أتى الحية ، وقال لها : أمنعك من ابن آدم ، فأنت في ذمتي إن أنت أدخلتني ،
فجعلته بين نابين من أنيابها ، ثم دخلت به ، وكانت كاسية على أربع قوائم من أحسن دابة خلقها الله كأنها بختية ، فأعراها الله وجعلها تمشي على بطنها .


Keterangan lainnya bisa juga dibaca dalam TAFSIR THOBARY. Wallohu a'lam.  [MUJAAWIB : Ust.Nur Hamzah dan Ust.Maafin Saya].

LINK ASAL :

 
Top