PERTANYAAN :

Assslamualaikum ustadz. Numpang nanya Permasalahan : ada kawanan pemancing memborong empang ikan, dengan membayar Rp 500 ribu pada pemilik empang, nanti si pemancing boleh memancing sepuasnya. Pertanyaan : 1. Sahkah aqadnya, 2. Ikannya halal apa tidak ? [Kanzv Alhunaef].

JAWABAN :

Wa'alaikumsalam warohmatulloh wabarokatuh. Lihat KEPUTUSAN MUKTAMAR NAHDLATUL ULAMA KE-9 Di Banyuwangi Pada Tanggal 8 Muharram 1353 H./23 April 1934 M tentang Menyewa Tambak untuk Mengambil Ikannya :

S. Kalau menyewa tambak (balong) untuk mengambil ikannya dengan memancing atau menjaring, si penyewa kadang-kadang mendapat ikan banyak dan kadang-kadang tidak mendapat. Apakah menyewanya itu sah atau tidak? (Bandung dan Purwokerto)
J. Tidak sah menyewanya, dan uang sewanya pun tidak halal, karena barang itu tidak boleh menjadi hak milik dengan akad sewa.

Keterangan, dari kitab :

1. I'anatuttholibin Jilid 1 hal. 69 :

وخرج بغير متضمن لاستيفاء عين ما تضمن استيفاؤها أي استئجار منفعة تضمن استيفاء عين كاستئجار الشاة للبنها وبركة لسمكها وشمعة لوقودها وبستان لثمرته فكل ذلك لا يصح. وهذا مما تعم به البلوى ويقع كثيرا

Dan dengan kalimat :"Tanpa berkonsekwensi mengambil barang" tidak termasuk pemakaian manfaat barang sewaan yang berkonsekwensi mengambil barangnya, seperti menyewa kambing untuk diperah susunya, kolam untuk diambil ikannya, lilin untuk dinyalakan dan kebun untuk dipetik buahnya. Hal seperti itu termasuk cobaan yang sudah mewabah dan banyak terjadi.

2. Al-Anwar li A'mal al-Abrar :

ولو استأجر بركة ليأخذ منها السمك بطلت ولو استأجر ليحبس فيها الماء ليجتمع فيه السمك جاز لأن الأعيان لا تملك بالإجارة

Dan bila seseorang menyewa balong (tambak) untuk diambil ikannya , itu tidak sah. Dan bila ia menyewanya untuk membendung air supaya ikan-ikan berkumpul disitu , maka boleh. Sebab barang itu (ikan) tidak bisa berpindah hak milik dengan akad sewa.
Sumber bisa dilihat : DI SINI https://goo.gl/T3Hbn8. Wallohu a'lam.  [Ust.Anake Garwane Pake].

LINK ASAL :

 
Top