Oleh: Wong Gendeng

THOHAROH DENGAN AIR ZAM-ZAM

Ref
الموسوعة الفقهية الكويتية جزء 41 ص 331
ماء زمزم :إختلف الفقهاء في حكم استعمال ماء زمزم في الطهارة من الحدث أو إزالة النجس على ثلاثة أقوال :

Air Zam-zam :Perbedaan antara Fuqoha' dalam mas'alah hukum menggunakan air zam-zam dalam berasuci dari hadast atau menghilangkan najis ada tiga Qoul :

القول الأول : ذهب الحنفية والشافعية وأحمد في رواية وابن شعبان من المالكية إلى جواز استعمال ماء زمزم من غير كراهة في إزالة الأحداث ، أما في إزالة الأنجاس فيكره تشريفا له وإكراما :

Qoul yang pertama :Kalangan madzhab Hanafiyah dan Syafi'iyah dan Ahmad dalam riwayat Ibnu sya'ban dari madzhab malikiyyah diper bolehkan menggunakan air zam-zam dan tidak makruh dalam menghilangkan hadast ,Adapaun dalam menghilangkan najis maka hukumnya makruh karna Penghormatan dan memuliakan air Zamzam :

الثاني : ذهب المالكية إلى جواز استعمال ماء زمزم من غير كراهة مطلقا , أي سواء أكان الاستعمال في الطهارة من الحدث أم في إزالة النجس :

Qoul yang ke II :Kalangan Madzhab malikiyyah diperbolehkan menggunakan air zam-zam tidak ada kemakruhan secara mutlak.Baik digunakan dalam sesuci dari hadast atau dalam menghilangkan najis

القول الثالث : ذهب أحمد في رواية إلى كراهة استعماله مطلقا أي في إزالة الحدث والنجس لقول ابن عباس رضي الله عنه : لا أحلها لمغتسل يغتسل في المسجد وهي لشارب ومتوضئ حل وبل

Qoul Yang ke III :Kalangan madzhab Imam Achmad dalam suatu riwayat , bahwasanya ia memakruhkannya secara mutlak Dalam menghilangkan hadast dan najis . Karena telah ada kabar dari al-Abbas Radhiyallahu anhu bahwa ia berkata tentang air zamzam , Aku tidak menghalalkannya bagi siapa yang mandi dalam masjid, ia hanya halal dan boleh untuk orang yang meminumnya dan berwudhu'


Ref
المجموع شرح المهذب جزء 1 ص 136
وأما زمزم فمذهب الجمهور كمذهبنا أنه لا يكره الوضوء والغسل به وعن أحمد رواية بكراهته لأنه جاء عن العباس رضي الله عنه أنه قال وهو عند زمزم لا أحله لمغتسل وهو لشارب حل وبل :

Adapun air zam zam menurut Madzhab jumhur seperti madzhab kami (Assyafi'iyyah) Sesunguhnya Tidak ada kemakruhan berwudhu dan mandi dengan air zam-zam : Dalam suatu riwayat Imam Ahmad bahwasanya ia memakruhkannya secara mutlak , oleh karena telah ada kabar dari al-Abbas Radhiyallahu anhu bahwa ia berkata tentang air zamzam , Aku tidak menghalalkannya bagi siapa yang mandi dalam masjid, ia hanya halal untuk orang yang meminumnya dan berwudhu"


ودليلنا النصوص الصحيحة الصريحة المطلقة في المياه بلا فرق ولم يزل المسلمون على الوضوء منه بلا انكار ولم يصح ما ذكروه عن العباس بل حكي عن أبيه عبد المطلب ولو ثبت عن العباس لم يجز ترك النصوص به : وأجاب أصحابنا بأنه محمول على أنه قاله في وقت ضيق الماء لكثرة الشاربين :

Dalil dalil Nash yang shahih, sharih (jelas), lagi muthlaq yang berkenaan dengan segala macam air adalah tanpa pembedaan, bahwasannya kaum muslimin darinya tanpa adanya pengingkaran”.Kemudian ia berkata : Tidak shahih riwayat yang berasal dari Al-‘Abbas, akan tetapi (yang benar) dihikayatkan riwayat tersebut dari bapaknya, yaitu ‘Abdul-Muthallib , Meskipun seandainya riwayat itu shahih dari Al-Abbas, maka tetap tidak diperbolehkan untuk meninggalkan nash-nash yang ada karenanya :Para shahabat kami yaitu Syafi’iyyah menjawab bahwasannya riwayat tersebut dibawa pada pengertian Al-Abbas mengatakannya pada saat sulitnya (mendapatkan) air akibat banyaknya orang yang meminumnya :

wallaahu a'lam

(ummi)

LINK ASAL:
https://www.facebook.com/groups/piss.ktb/permalink/944411018915040/
https://www.facebook.com/notes/pustaka-ilmu-sunni-salafiyah-ktb-piss-ktb/4115-thoharoh-dengan-air-zam-zam/944418358914306
 
Top