PERTANYAAN :

> Kang Rholiez
Assalamu alaikum wr.wb : Apakah kenikmatan Qubur sama dengan kenikmatan di syurga nanti ?
Terus berkaitan dengan ayat ini :

( وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ الْأَنْفُسُ وَتَلَذُّ الْأَعْيُنُ وَأَنْتُمْ فِيهَا خَالِدُونَ ) الزخرف/71 ..

Yang ini sudah pasti di syurga, tapi apakah yang seperti ini juga berlaku di alam kubur ? begitu maksud saya sebenarnya, jika mau dipanjangin, karena memang pertanyaan itu muncul ketika saya membaca ayat ini..

JAWABAN :

> Mas Hamzah
Nikmat kubur berbeda dengan nikmat di syurga, karena kubur bagi orang mukmin hanya bagaikan salah satu taman dari tamannya syurga dan dari kubur tersebut terbukalah pintu menuju syurga, dari situ orang mukmin bisa mencium wanginya syurga, dia menjadi tenang karena melihat bidadari, istana, sungai-sungai, pepohonan dan buah-buahnya syurga.

Imam at-Tirmidzi –rahimahullah- berkata di kitab Jami’ (Sunan at-Tirmidzi):

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنُ مَدُّوَيْهِ التِّرْمِذِيُّ، حَدَّثَنَا الْقَاسِمُ بْنُ الْحَكَمِ الْعُرَنِيُّ، حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ الْوَلِيدِ الْوَصَّافِيُّ، عَنْ عَطِيَّةَ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ :دَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مُصَلاَّهُ فَرَأَى نَاساً كَأَنَّهُمْ يَكْتَشِرُونَ قَالَ :أَمَا إِنَّكُمْ لَوْ أَكْثَرْتُمْ ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ لَشَغَلَكُمْ عَمَّا أَرَى فَأَكْثِرُوا مِنْ ذِكْرِ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ الْمَوْتِ فَإِنَّهُ لَمْ يَأْتِ عَلَى الْقَبْرِ يَوْمٌ إِلاَّ تَكَلَّمَ فِيهِ فَيَقُولُ: أَنَا بَيْتُ الْغُرْبَةِ وَأَنَا بَيْتُ الْوَحْدَةِ وَأَنَا بَيْتُ التُّرَابِ وَأَنَا بَيْتُ الدُّودِ .فَإِذَا دُفِنَ الْعَبْدُ الْمُؤْمِنُ قَالَ لَهُ الْقَبْرُ مَرْحَباً وَأَهْلاً أَمَا إِنْ كُنْتَ لأَحَبَّ مَنْ يَمْشِى عَلَى ظَهْرِى إِلَىَّ فَإِذْ وُلِّيتُكَ الْيَوْمَ وَصِرْتَ إِلَىَّ فَسَتَرَى صَنِيعِي بِكَ .قَالَ: فَيَتَّسِعُ لَهُ مَدَّ بَصَرَهِ وَيُفْتَحُ لَهُ بَابٌ إِلَى الْجَنَّةِ. وَإِذَا دُفِنَ الْعَبْدُ الْفَاجِرُ أَوِ الْكَافِرُ قَالَ لَهُ الْقَبْرُ لاَ مَرْحَباً وَلاَ أَهْلاً أَمَا إِنْ كُنْتَ لأَبْغَضَ مَنْ يَمْشِى عَلَى ظَهْرِى إِلَىَّ فَإِذْ وُلِّيتُكَ الْيَوْمَ وَصِرْتَ إِلَىَّ فَسَتَرَى صَنِيعِى بِكَ. قَالَ فَيَلْتَئِمُ عَلَيْهِ حَتَّى تَلْتَقِىَ عَلَيْهِ وَتَخْتَلِفَ أَضْلاَعُهُ. قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِأَصَابِعِهِ فَأَدْخَلَ بَعْضَهَا فِى جَوْفِ بَعْضٍ قَالَ :وَيُقَيِّضُ اللَّهُ لَهُ سَبْعِينَ تِنِّيناً لَوْ أَنَّ وَاحِداً مِنْهَا نَفَخَ فِي الأَرْضِ مَا أَنْبَتَتْ شَيْئاً مَا بَقِيَتِ الدُّنْيَا فَيَنْهَشْنَهُ وَيَخْدِشْنَهُ حَتَّى يُفْضَى بِهِ إِلَى الْحِسَابِ .قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم :إِنَّمَا الْقَبْرُ رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ أَوْ حُفْرَةٌ مِنْ حُفَرِ النَّارِ

( ويفتح له باب إلى الجنة ) أي ليأتيه من روحها ونسيمها ويشم من طيبها وتقر عينه بما يرى فيها من حورها وقصورها وأنهارها وأشجارها وأثمارها 

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ahmad bin Madduwaih at-Tirmidzi, telah menceritakan kepada kami al-Qasim bin al-Hakam al-‘Urani, telah menceritakan kepada kami ‘Ubaidullah bin al-Walid al-Washshafi, dari ‘Athiyyah, dari Abu Sa’id (al-Khudri), dia berkata:(Pada suatu hari) Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- memasuki tempat shalatnya lalu melihat orang-orang (di sana) seakan-akan pada berseringai tawa. Beliau pun bersabda:Ingatlah, sesungguhnya seandainya kalian banyak-banyak mengingat pemutus kelezatan, niscaya kalian akan dibuat sibuk dari hal yang kulihat. Oleh karena itu, perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan, yaitu kematian! Karena sesungguhnya tidak ada satu hari pun berlalu kecuali kubur itu berbicara:“Aku adalah rumah keterasingan, aku adalah rumah kesendirian, aku adalah rumah tanah, aku adalah rumah cacing-cacing.”Apabila seorang mukmin dimakamkan, berkatalah kubur itu kepadanya:“Marhaban wa ahlan! Ingatlah, dulu kau adalah orang yang paling kusukai yang berjalan di atas punggungku. Sekarang aku diberi kuasa untuk menanganimu, dan kau telah kembali kepangkuanku maka akan kau lihat apa yang akan kuperbuat kepadamu.”Maka diluaskanlah baginya kubur sejauh pandang matanya dan dibukakan baginya pintu-pintu menuju surga. 

Adapun jika seorang hamba yang keji atau kafir dimakamkan, berkatalah kubur itu kepadanya:“La marhaban wa la ahlan! Ingatlah, dulu kau adalah orang yang paling kubenci yang berjalan di atas punggungku. Sekarang aku diberi kuasa untuk menanganimu, dan kau telah kembali kepangkuanku maka akan kau lihat apa yang akan kuperbuat kepadamu.”Maka disempitkanlah kubur baginya hingga menghimpitnya dan membuat tidak karuan tulang-tulang rusuknya.Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- memerikan hal itu seraya memasukkan jari-jarinya ke celah-celah di antara jari-jari lainnya, lalu bersabda, “Lalu Allah mendatangkan baginya tujuh puluh ular naga yang apabila satu ekor saja dari ular-ular naga itu meniupkan nafas di bumi, niscaya takkan ada sesuatu pun yang tumbuh di bumi selama bumi itu ada. Lalu ular-ular naga itu menggigit dan mencabiknya sampai hari penghisaban.”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,“Sesungguhnya kubur itu merupakan salah satu taman di antara taman-taman surga atau salah satu lubang di antara lubang-lubang neraka.” (HR. at-Tirmidzi)

Sedang yang berkaitan dengan ayat di atas itu belum kang rholies, ta'bir di atas ada sedikit penjelasan hadisnya dari kitab tuhfatul ahwadzi.

Dalam hadis cuma disebutkan salah satu taman syurga dan pintu syurga dibukakan untknya, oleh pensyarah hadis dijelaskan bahwa dari pintu tsb mukmin yg didalam kubur bisa mencium bau wanginya syurga dan dia menjadi tenang karena bisa MELIHAT bidadari, istana, sungai-sungai, pepohonan dan buah-buahnya syurga.

Jadi baru MELIHAT saja, belum merasakan sendiri.

( ويفتح له باب إلى الجنة ) أي ليأتيه من روحها ونسيمها ويشم من طيبها وتقر عينه بما يرى فيها من حورها وقصورها وأنهارها وأشجارها وأثمارها

Mungkin Kesimpulannya memang sama-sama nikmat, tapi fasilitasnya saja yang berbeda, ibarat syurga itu istana, maka kenikmatan kubur hanya bagian kebun di halamannya, kita bisa melihat apapun yang ada dalam istana tanpa menyentuhnya. Semoga gambarannya demikian. Wallohu a'lam. (ALF)

LINK ASAL :
 
Top