PERTANYAAN

> Akh Khoiron
Assalamu'alaykum... kepada para kyai, bu nyai dan semua ustadz2 yang saya hormati, mohon maap, saya mau tanya tentang: Sejarh trawih berjamaah kan di mulai zaman sayyidina Umar Ibnu Khottob,,,,
Pertanya :
1. Bagaimana bacaan setiap perpindahan rokaat apakh seperti saat ini yg beredar di masyarakat ?
2. sejak kpn bacaan bilal itu di mulai dan di teteapkan seperti zaman ini,,,
Tolong bantuan jawabannya segera,.,.,


JAWABAN

> Ical Rizaldysantrialit
Wa'alaikum salam Wr Wb. Membaca shalawat di antara bilangan rakaat salat Tarawih bukan saja menjadi kebiasaan bagi umat Islam di Nusantara, tetapi juga dilakukan oleh sebagian umat Islam dari Yaman, dimana ada banyak ulama Yaman yang berdakwah ke Nusantara ini. Hal ini dibuktikan dengan fatwa ulama Yaman, yaitu Syaikh Ibnu Ziyad (975 H), beliau berkata: "Tidak ada ulama Syafiiyah yang menjelaskan anjuran membaca shalawat kepada Nabi Saw diantara sela-sela salam salat Tarawih. Namun yang dapat dipahami dari para ulama Syafiiyah adalah anjuran membaca doa setelah selesai salat. Para ulama juga menganjurkan mengawali doa dan mengakhirinya dengan bacaan shalawat kepada Rasulullah Saw, keluarga dan para sahabatnya. Dengan demikian, anjuran membaca shalawat dalam Tarawih adalah dengan melihat faktor tersebut" 

(مسألة): لم يصرح أحد من الأصحاب باستحباب الصلاة على النبي بين تسليمات التراويح 
......
(Talkhish Murod al-Fatawa Ibnu Ziyad 94)

Sementara bacaan dengan suara keras untuk menyemangatkan jamaah juga diperbolehkan. Sebuah riwayat menyebutkan bahwa Umar bin Khattab jika melantunkan al-Quran dengan suara keras tidak disalahkan oleh Nabi Saw. Lalu ia ditanya oleh Nabi: "Mengapa kamu mengeraskan bacaanmu?" Umar menjawab: "Saya ingin mengusir syetan dan menghilangkan kantuk ". Rasulullah menjawab: "Bagus" (HR Ahmad No 865, semua perawinya terpercaya).

- Al Fatawi Al Fiqhiyyah Al Kubro

( وسئل ) فسح الله في مدته هل تسن الصلاة عليه صلى الله عليه وسلم بين تسليمات التراويح أو هي بدعة ينهى عنها ؟ ( فأجاب ) بقوله الصلاة في هذا المحل بخصوصه .
لم نر شيئا في السنة ولا في كلام أصحابنا فهي بدعة ينهى عنها من يأتي بها بقصد كونها سنة في هذا المحل بخصوصه دون من يأتي بها لا بهذا القصد كأن يقصد أنها في كل وقت سنة من حيث العموم بل جاء في أحاديث ما يؤيد الخصوص إلا أنه غير كاف في الدلالة لذلك ، ومنه ما صح عن ابن مسعود رضي الله عنه ومثله لا يقال من قبل الرأي أن من قام في جوف الليل لا يعلم به أحد فتوضأ فأسبغ الوضوء ثم حمد الله ومجده وصلى على النبي صلى الله عليه وسلم واستفتح القولين فذاك الذي يضحك الله إليه يقول انظروا إلى عبدي قائما لا يراه أحد غيري .


- Al Qoshidah Albakriyyah Al Hadhromiyyah fii Al-Roddi 'Ala Al-Rofidhoh Al-Imamiyah

Kitab ini (berupa bait-bait qoshidah) yang isinya adalah muqobalah atas pemahaman golongan rofidhoh imamiyah yang memuliakan sayyidina ali dan mencaci sayyidina abi bakr.
Salah satu isinya adalah tentang membaca #Tarodhi (rodhiyallahu 'anhu) atas sahabat nabi yang empat (abu bakr,Umar,Atsman dan ali Rodhiyallahu 'anhum)

القصيــــدة البكـــرية الحضرمية
في الرد على الرافضة الإمامية

فإن كنت من أهل السنة والجماعة فترض عن الصديق إرغاماً للرافضة الذين ينالون منه، وقد اشتهر الترضي عند أهل حضرموت بذكر الأربعة في مجامعهم في أمرين:

Jika anda bagian dari ahlu sunah wal jama'ah,maka bacalah #tarodhi atas sayidina abi bakr dengan kuat untuk mengcounter pemahaman rofidhoh.
Dan telah masyhur pembacaan tarodhi dikalangan muslimin hadhoro maut-yaman,dalam perkumpulan mereka ketika disebutkan Nama sohabat yang empat , yaitu pada dua perkara :

أحدهما: خطبة الجمعة، ففي فتاوى ابن حجر ما نصه: وأما حكم الترضي عن الصحابة في الخطبة فلا بأس به سواء أذكر أفاضلهم بأسمائهم كما هو المعروف الآن أم أجملهم، ونقل الرملي في حاشيته عن ابن عبد السلام إن الترضي عن الصحابة رضي الله عنهم على الوجه المعهود في زماننا بدعة غير محبوبة، وبحث بعضهم استحبابه حيث كان في بلد الخطبة مبتدع لا يحب الصحابة إذا لم يؤد ذلك إلى فتنة(8).

وثانيهما: الترضي بين تسليمات التراويح، فيبدأ بالصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم ثم الترضي على الأربعة، وقد سئل الفقيه باحويرث في فتاويه هل تسن الصلاة عليه صلى الله عليه وسلم بين تسليمات التراويح أو هي بدعة فنقل جواب ابن حجر بما حاصله الصلاة في هذا المحل بخصوصه لم نر فيه شيئاً من السنة ولا في كلام الأصحاب، فهي بدعة ينهى عنها من يأتي بها بقصد كونها سنة لا من حيث العموم بل جاء في الحديث ما يؤيد الخصوص إلا غير كاف في الدلالة لذلك

Pertama,Dalam khutbah jum'at.
sebagaimana yang dijelaskan Ibnu hajar dalam fatawi nya : Adapun membaca tarodhi ketika khutbah itu tidak mengapa,baik dalam penyebutan keutamaan mereka atau penyebutan nama-nama mereka sprti yang telah diketahui.
Kedua, Membaca Tarodhi diantara roka'at tarowih.
Dimulai dengan membaca sholawat pada baginda nabi SAW,kemudian membaca Tarodhi kepada sahabat empat.

Al-faqih Bahuwairos ditanya dalam fatawinya : Apakah disunahkkan membaca sholawat pada nabi SAW diantara uluksalam tarowih,atau yang demikian adalah bid'ah ?
Al-Faqih menjawab dengan apa yang disampaikan Ibnu Hajar : Dalam pengkhususan ini (menempatkan membaca sholawat diantara salam tarowih) kami tidak menemukan dalil apapun dari hadits dan ucapan para sahabat nabi SAW.
Dihukumi bid'ah jika yang membaca sholawat dan tarodhi tsb menyakini hal tersebut ada tuntunannya dari nabi atau sahabat (menyakini ada hadits atau atsar atas pembacaan tsb).
Namun jika pembacaan sholawat dan tarodhi di bacakan atas dasar dalil yang umum ,maka itu tidak mengapa dan mengandung nilai ibadah.

- kata Tarowih berasal dari kata "rooha" artinya istirahat,atau santai,atau tidak tergesa-gesa dalam pelaksanaannya,dalam arti tidak langsung berdiri lagi ketika selesai dari dua roka'at tarawih,namun boleh istirahat beberapa saat.dan dalam istirahat ini tidak harus diam tanpa melakukan apa-apa,namun para ulama (khus dalam usnya Ulama dari hadhoro maut - Yaman) menganjurkan untuk mengisi masa istirahat tsb dengan dzikir dan dalam hal ini membaca sholawat dan tarodhi dengan acuan apa yang disampaikan Imam Ibnu Hajar memahami hadits dianjurkannya membaca dzikir dan do'a pada setiap akhir sholat dan anjuran memperbanyak membaca sholawat atas nabi Muhammad SAW.

Wallahu Yaquul Haq Wa HUwa Yahdis Sabil
Wallahu A'lam


LINK ASAL :
 
Top