PERTANYAAN

Assalamu'alaikum, alhamdulillah, wash sholatu wassalamu alaa Rasulillah. mohon bantuan jawaban.Urgen.


DISKRIPSI MASALAH.
Seorang laki2 (sebut saja namanya Bambang) mendapatkan hak waris dr ibunya (Wati) berupa sebuah rumah yg menurut sepengetahuan pak Bambang juga beberapa saudara dan tetangganya adalah merupakan Hibbah/pemberian dari ayah bu Wati (Mbah Hamdun) kpd bu Wati. Namun pengetahuan ini tidak didukung adanya saksi yg mengetahui secara langsung proses akad hibbah tersebut berlangsung, tp banyak indikasi2 yg mengarah pada bahwa rumah itu dihibbahkan pada bu wati. krn semenjak rumah itu ditempati bu Wati segala perbaikan dan keperluan2 perawatan rumah itu di tanggung oleh dia dan seluruh anak mbah Hamdun pd saat itu tdk ada yg protes atau memperkarakan status rumah.sehingga dr sinilah pak Bambang dll berkesimpulan rumah itu dulunya berstatus hak milik bu Wati melalui jalur hibbah.


Selang berpuluh2 tahun setelah rumah itu di tinggali oleh keluarga pak Bambang, tiba2 ada salah satu sepupu pak Bambang yg juga masih termasuk cucunya mbah Hamdun menggugat agar rumah itu diwaris dg alasan dia tidak percaya adanya hibbah tersebut krn tdk ada saksi di sana. Sementara itu dia sendiri juga tidak punya saksi yg menjelaskan bahwa sebenarnya tdk ada hibbah yg dilakukan oleh mbah Hamdun kpd bu Wati. Pertanyaan:


1. Bagamanakah dg gugatan sepupu pak bambang ini? Apakah bisa diterima dlm peradilan islam atau sebaliknya?
2. Jika bisa, bagaimana proses hukumnya?
3. apakah pengakuan hibbah yg diutarakan pak bambang hrs disertai adanya saksi atau cukup dg sumpah saja, mengingat dia adala yg menguasai rumah itu saat ini/ shohibul yad?

Mohon jawabannya, jika masalah ini sdh pernah dibhs digrup ini tolong bantu sundulkan link nya.

Sebelumnya syukron katsir jazakumulloh ahsanal jaza'.


JAWABAN

No. 1

===> Ustadz Kudung Khantil Harsandi Muhammad

Dalam fiqh bab Qodlo atau Peradilan sistem islam. Jika ada rumah yang menjadi sengketa. Maka yang berhak atas rumah tersebut adalah siapa yang menempati rumahnya dengan catatan ia mau bersumpah bahwa yang ia tempati adalah haknya.

AL-BAJURI juz 2 hal.347-348 (Cet. Thoha Putra)

واذا تداعيا اي اثنان شيئا في يد أحدهما فالقول قول صاحب اليد بيمينه ان الذي في يده له
....
( قوله شيئا ) اي عينا وقوله في يد أحدهما اي ولا بينة لواحد منهما
.....
( قوله فالقول قول صاحب اليد بيمينه ) اي لأن اليد من الأسباب المرجحة وقوله ان الذي في يده له اي ان الشيء الذي في يده ملك له

GHOYATU TALKHISHIL MAROD hal.280 (Cet. Al-Haromain)

اليد كما قال السبكي حجة شرعية فاذا كان لأحد المتداعيين يد علي أرض مثلا فهو مدعي عليه وتسميه الفقهاء داخلا ومن لا يد له مدع وتسميه خارجا فاذا ادعي الخارج علي الداخل انه يملك الأرض المدعاة فاجابه صاحب اليد بالإنكار وأنها ملكه فحيث لا بينة فالقول قول صاحب اليد بيمينه لأن اليد تدل علي الملك دلالة ظاهرة


===> Ical Rizaldysantrialit

ﻓﺼﻞ:

]ﺍﻟﺤﻜﻢ ﺇﺫﺍ ﺍﺩﻋﻰ ﻋﻠﻰ ﺭﺟﻞ ﻋﻴﻨﺎ ﻓﻲ ﻳﺪﻩ ﺃﻭ ﺩﻳﻨﺎ ﻓﻲ ﺫﻣﺘﻪ ﻓﺄ ﻧﻜﺮﻩ ﻭﻻ ﺑﻴﻨﻪ ﻟﻪ [

ﻭﺇﺫﺍ ﺍﺩﻋﻰ ﻋﻠﻰ ﺭﺟﻞ ﻋﻴﻨﺎ ﻓﻲ ﻳﺪﻩ ﺃﻭ ﺩﻳﻨﺎ ﻓﻲ ﺫﻣﺘﻪ ﻓﺄ ﻧﻜﺮﻩ ﻭﻻ ﺑﻴﻨﻪ ﻟﻪ ﻓﺎﻟﻘﻮﻝ ﻗﻮﻝ ﺍﻟﻤﻨﻜﺮ ﻣﻊ ﻳﻤﻴﻨﻪ ﻟﻤﺎ ﺭﻭﻯ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: ]ﻟﻮ ﺃﻥ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺃﻋﻄﻮﺍ ﺑﺪﻋﻮﺍﻫﻢ ﻻﺩﻋﻰ ﻧﺎﺱ ﺩﻣﺎﺀ ﺭﺟﺎﻝ ﻭﺃﻣﻮﺍﻟﻬﻢ ﻭﻟﻜﻦ ﺍﻟﻴﻤﻴﻦ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺪﻋﻰ ﻋﻠﻴﻪ [ ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻭﻣﺴﻠﻢ ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﻲ ﻗﺼﺔ ﺍﻟﺤﻀﺮﻣﻲ ﻭﺍﻟﻜﻨﺪﻱ: ]ﺷﺎﻫﺪﺍﻙ ﺃﻭ ﻳﻤﻴﻨﻪ [ ﻭﻷﻥ ﺍﻷﺻﻞ ﺑﺮﺍﺀﺓ ﺫﻣﺘﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﻭﺍﻟﻈﺎﻫﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻴﺪ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﻭﺇﺫﺍ ﺗﺪﺍﻋﻴﺎ ﻋﻴﻨﺎ ﻓﻲ ﺃﻳﺪﻳﻬﻤﺎ ﻭﻻ ﺑﻴﻨﺔ ﺣﻠﻔﺎ ﻭﺟﻌﻠﺖ ﺑﻴﻨﻬﻤﺎ ﻧﺼﻔﻴﻦ ﻟﻤﺎ ﺭﻭﻯ ﺃﺑﻮ ﻣﻮﺳﻰ ﺍﻷﺷﻌﺮﻱ: ﺃﺫ ﺭﺟﻠﻴﻦ ﺗﺪﺍﻋﻴﺎ ﺩﺍﺑﺔ ﻟﻴﺲ ﻷﺣﺪﻫﻤﺎ ﺑﻴﻨﺔ ﻓﺠﻌﻠﻬﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺑﻴﻨﻬﻢ ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ

shohibul yad cukup disumpah atas jalur kepemilikannya. maka bila shohibul yad berani bersumpah atas kepemilikannya,maka hakim menetapkan barang yg didakwa/digugat atas namanya,dan gugur gugatan dari penggugat.
Wallahu a'lam

فصل: فصل: (الحكم إذا ادعى على رجل عينا في يده أو دينا في ذمته فأ نكره ولا بينه له)|نداء الإيمان
تحتوي خزانة الكتب على أمهات كتب العلوم الشرعية بفروعها المختلفة، والتي تعد رافدا...Lihat Selengkapnya



===> Ustadz Kudung Khantil Harsandi Muhammad

 Dicukupkan jawaban no.1

No. 3

Cukup dengan cara bersumpah jika antara pak Bambang dan si Penggugat tidak punya saksi.
Dan harus pakai saksi jika si Penggugatnya punya saksi

REFERENSI

Ibarot no.1 Dan AL-BAJURI juz 2 hal.347 (Cet. Thoha Putra)

فان كان لكل منهما بينة رجحت بينة صاحب اليد ..... الخ ....

GHOYATU TALKHISHIL MAROD hal.281 (Cet. Al-Haromain)

فلو أقام الخارج بينة شهدت له بالملك ثم أقام الداخل بينة شهدت له ان اليد يده وملكه فمذهبنا تقديم بينة الداخل لترجيحها باليد .
فلو اقام الخارج بينة ان يد الداخل غاصبة للارض او ممن ترتبت يده علي يده سمعت وقدمت علي بينة صاحب اليد لان عليها زيادة علم .
فلو اقام الداخل بينة انها ملكه وان يده ثابتة عليها بحق قدمت علي بينة الغصب .... الخ ....

Wallahu A'lamu Wa Ahkamu


===> Ustadz Kumbang Gurun

Bulughul Maram-Ibnu Hajar Al-Ashqolani

Kitab Jual-Beli
Dari Jabir رضي الله عنه bahwa Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda: "Umra (memberikan rumah kepada orang lain dengan ucapan: Aku memberikan rumah ini seumur hidupmu) itu menjadi milik bagi orang yang diberi."
Muttafaq Alaihi. Menurut riwayat Muslim: "Jagalah hartamu dan janganlah menghamburkannya, karena barangsiapa ber-umra maka ia menjadi milik orang yang diberi umra selama ia hidup dan mati, dan menjadi milik keturunannya." Umra yang diperbolehkan oleh Rasulullah صلی الله عليه وسلم ialah bila ia berkata: Ia milikmu dan keturunanmu. Jika ia berkata: Ia milikmu selama engkau hidup, maka pemberian itu akan kembali kepada pemiliknya. Menurut Riwayat Abu Dawud dan Nasa'i: "Janganlah memberi ruqba (memberi rumah kepada orang lain dengan ucapan: Jika aku mati sebelummu, maka rumah ini menjadi milikmu dan jika engkau mati sebelumku, maka rumah ini kembali padaku) dan umra karena barangsiapa menerima ruqba dan umra maka ia menjadi milik ahli warisnya."

Wallahu A'lam


LINK ASAL

LINK DISKUSI
 
Top