PERTANYAAN :

Asalamualaikum. Mohon pencerahannya. Pertanyaan ini sudah 3 kali diajukan Namun tidak ada tanggapan dari para admim. Karena kasus di atas sangat penting maka kami ajukan lagi. Contoh si A pinjam sapi ke si B seharga 10 juta. karena Si A sangat Butuh Uang maka Si A menjualnya sapi pinjaman tsb pada Si B (orang yang ngasih pinjaman, Kami katakan pinjam sapi. Krn orang yg punya sapi dn yg pinja adalah sepakat di ganti dgn uang. Makanya katakan pinjam sapi.) dengan harga 9 juta. yang demikian itu akad terjadi sebelum berpisah kedua2nya. tempat yang sama. Pertanya annya sahkah a'kad diatas ? Jika tidak sah Bagaimana solusinya agar bisa Halal. [ Ahmad Beri ].

JAWABAN :

> Rampak Naung 
Sebernarnya kasus ini sudah sering dipakai di Bank Syari'ah / BMT , ini bukan hutang sapi, tapi jual beli dengan tempo, Bai'u bitsamananil ajil, A. membeli sapi pada B dengan cara dihutang seharga 10 juta. lalu B menjual kembali pada A, dengan kontan 9 juta. ini aman dari riba, asal tidak disyaratkan dalam akad.

الكتب » المجموع شرح المهذب » باب الربا » فصل الصرف في الذمة » فرع الاستبدال عن الثمن

( فرع ) يجوز أن يشتري الدراهم من الصراف ويبيعها منه بعد القبض وتمام العقد بالتفرق أو التخاير بأقل من الثمن أو أكثر . سواء جرت له بذلك عادة أم لا ما لم يكن ذلك مشروطا في عقد البيع ، قاله الشافعي والأصحاب خلافا لمالك ، حيث قال : إن كان ذلك عادة له حرم ، وتمسك الأصحاب بأن العادة الخاصة لا تنزل منزلة الشرط .

--------

قال الشافعي رحمه الله : من باع سلعة من السلع إلى أجل وقبضها المشتري فلا بأس أن يبيعها من الذي اشتراها منه بأقل من الثمن أو . أكثر أو دين أو نقد لأنها بيعة غير البيعة الأولى ، وقال بعض الناس : لا يشتريها البائع بأقل من الثمن . 

Imam As syafi'i rohimahullahu nindiko, barang siapa menjual barang dengan tempo dansi pembeli menerimanya, maka boleh menjualnya kembali pada si penjual dengan harga lebih merah atau hutang atau uang kontan, karena yang kedua bukan dari bagian yang pertama.

> Umam Zein 
Kalau sail membenarkan jawaban Kg Rampak Naung, berarti kasusnya A menghutang sapi pada B, bukan meminjam. Meskipun 'hutang' dalam bahasa Indonesia sering diperhalus dengan 'pinjam', namun dalam kredo syariah pertanyaannya harus tegas tidak ambigu, bahwa yang dikehendaki adalah hutang dengan ungkapan pinjam. Kerancuan kalimat di atas tadi yang sempat membingungkan banyak musyawirin pada postingan ini.

> Dewan Masjid Assalaam 
Kalau menghutang sapi nanti kembali hutangnya juga sapi, ya harus tegas membeli sapi secara hutang.

LINK ASAL :
 
Top