PERTANYAAN :

Abdur Rohim
Assalamu'alaikum wr wb... Kepada Yai, Nyai, Ustadz, dan Ustadzah PISS-KTB. Dalam sholat ada bacaan Siir dan Jahr. Maksud "Siir", itu Pelan atau Dalam Hati ??? Saya lebih sering baca dalam hati daripada pelan... Apa saya salah ??? Kalau pelan, pelannya harus bagaimana ??? Mohon bimbingannya... terima kasih.

JAWABAN :

> Muhammad Fawwaz Kurniawan 
Wa'alaikumussalam, ini kesalahan yang sering dilakukan masyarakat bahwa maksud sirr adalah suara pelan bukan dalam hati jika anda dalam sholat membaca rukun2 qouli seperti al fatihah,tasyahud akhir dalam hati maka ini sholatnya tidak sah melainkan kita harus membacanya sekiranya telinga kita terdengar baik jama'ah maupun munfarid. silahkan lihat di hasyiyah bajuri.

> Timur Lenk 
Bacaan adalah dengan melafadzkannya dengan lisan (tidak cukup di batin dengan hati) , jika di batin maka tidak sah. Bacaan jahr (suara keras) ukurannya adalah membuat diri pembaca dan orang lain mendengarnya , sedangkan sirr (suara pelan) adalah dengan sekira diri pembaca mendengarnya sedangkan orang lain tidak mendengarnya.
Catatan: hal tersebut jika tidak ada sesuatu yg menghalangi pendengarannya.

Adzkar Nawawi :

فصل:اعلم أن الأذكار المشروعة في الصلاة وغيرها، واجبةً كانت أو مستحبةً، لا يحسب شئ منها ولا يُعتدّ به حتى يتلفَّظَ به بحيثُ يُسمع نفسَه إذا كان صحيح السمع لا عارض له.

Fasal: Ketahuilah bahwa dzikir yang masyru' (disyare'atkan) dalam sholat dan selain sholat , baik dzikir yang wajib maupun yang sunnat tidaklah dihitung (tidak sah) sesuatu dari dzikir tersebut dan tidak dihitung sehingga ia melafadzkannya dengan sekira ia membuat dirinya mendengarnya jika ia sehat pendengarannya , tidak ada sesuatu yg baru yang menjadi penghalang baginya (dari mendengar) 

Adzkar Nawawi bab takbirotul ihrom :

واعلم أنه لا يصحّ التكبير ولا غيره من الأذكار حتى يتلفظ بلسانه بحيثُ يُسمعُ نفسَه إذا لم يكن له عارض، وقد قدّمنا بيان هذا في الفصول التي في أوّل الكتاب، فإن كان بلسانه خرسٌ أو عيبُ حرَّكَه بقدر ما يقدرُ عليه وتصحُّ صلاته.

Dan ketahuilah bahwa tidaklah sah takbir maupun yang lain (rukun qouli dan dzikir billisan yg sunnat) yg terdiri dari dzikir-dzikir sehingga ia melafadzkannya dengan lisannya dengan sekira ia membuat dirinya mendengar jika tidak ada perkara baru yg mengahalangi pendengarannya , dan telah kami dahulukan penjelasan masalah ini pada pasal di awal kitab , maka jika lisannya bisu atau ada cacatnya maka hendaklah ia menggerakkan lisannya sekira ukuran ia mampu dan sah sholatnya

Azkar Nawawi lagi :

فصل:والسنّة أنَّ يجهر الإِمام بتكبيرة الإِحرام وغيرها ليسمعَه المأمومُ، ويسرّ المأموم بها بحيثُ يُسْمِعُ نفسَه، فإن جهر المأموم أو أسرّ الإِمام، لم تفسد صلاته.وليحرص على تصحيح التكبير، فلا يمدّ في غير موضعه، فإن مدّ الهمزة من " الله "، أو أشبع فتحة الباء من " أكبر " بحيث صارت على لفظ " أكبار " لم تصحّ صلاته.

Jika tidak membuat dirinya mendengar bacaannya maka tidak sah.

Adzkar Nawawi :

واعلم أن الجهر في مواضعه، والإِسرار في مواضعه سنّة ليس بواجب، فلو جهر موضع الإِسرار، أو أسرّ موضع الجهر، فصلاته صحيحة، ولكنه ارتكب المكروه كراهة تنزيه، ولا يسجد للسهو، وقد قدّمنا أن الإِسرار في القراءة والأذكار المشروعة في الصلاة لابدّ فيه من أن يسمع نفسه، فإن لم يسمعها من غير عارض لم تصحّ قراءته ولا ذكره.

Minhaj al-qowim bab Sunan ash-sholah :

وحد الجهر أن يكون بحيث يسمع غيره، والإسرار أن يكون بحيث يسمع نفسه

Batasan jahr (suara keras) adalah sekira membuat orang lain mendengarnya , sedangkan Isror (suara pelan) adalah sekira membuat diri sendiri mendengarnya

LINK ASAL :
 
Top