PERTANYAAN :
As salamu alaikum. Deskripsi : saya mengidamkan wanita bercadar [ WANITA BERNIQOB ], andai suatu saat nanti saya benar-benar menikah dengan wanita bercadar yang otomatis akan disaksikan banyak undangan, saksi dan wali juga yang otomatis mempelai wanita tidak dapat terlihat wajahnya. Pertanyaan :
a. apa hukumnya wanita menutupi wajahnya saat aqad nikah ?
b. apakah sah nikah yang mana saksi tidak dapat melihat wajahnya ? [Awan As-Safaritiyy Asy-syaikheriyy].
JAWABAN :
Ada beberapa pendapat mengenai pernikahan wanita yang menggunakan niqob :
1.Pendapat pertama, saksi tidak diwajibkan mengetahui mempelai wanita, namun hanya wajib memberi kesaksian jalanya pernikahan. Menurut imam qodli husain, syaikhuna ibnu ziyad, syaubari yang mengikuti pendapatnya imam ibnu hajar : tidak disyaratkan saksi mengetahui siapa mempelai wanita yang akan menikah, namun hanya diwajibkan bagi saksi datang di majlis aqad nikah dan memberi persaksian jalanya akad nikah. Dari pendapat ini,maka jika saksi tidak tahu siapa wanita yang akan menikah maka nikahnya tetap sah.
2.Pendapat kedua, saksi wajib mengetahui nama dan nasab mempelai wanita yang akan menikah, jika saksi sudah mengenalinya sblum aqad, saksi sudah mengetahui nama dan nasabnya meskipun tidak melihat wajahnya maka pernikahanya sah. Imam romli menyatakan Jika saksi sudah tahu atau kenal dengan mempelai wanita maka sah,jika tidak maka tidak sah. Karena hukumya wajib bagi saksi mengetahui nama dan nasab mempelai wanita atau mendengarkan suaranya mempelai wanita dengan membuka wajahnya dengan membuka niqobnya.
Menurut imam 'umairoh : Saat aqad nikah disyaratkan bagi saksi untuk melihat mempelai wanita sebelum aqad maka walaupun saat aqad mempelai wanita berniqob nikahnya tetap sah, namun jika seblum aqad tidak mlhhatnya dan saat aqad mempelai wnita berniqob dan saksi tidak mengenalinya maka nikahnya tidak sah, karena mendengarkanya saksi saat aqad seperti mendengarkannya seorang hakim terhadap suatu persaksian.
Menurut imam zarkasyi : tidak sahnya aqad nikah ketika wnta memakai niqob ketika tidak di ketahui nasabnya, jika sudah di ketahui maka sah. Keputusan hukumya saksi yang tidak mengetahui bahwaa mereka menjd saksi dalam pernikahan wanita berniqob yang hadir dalam majlis aqad nikah tanpa mengetahui mempelai wanitanya maka cukup dengan hadirnya dan khabarya mempelai wanita.
Dari ibarot imam romli dalam perihal persaksian, sekelompok ulama brpendapat : tidak sah nikahnya wanita berniqob kecuali 2 orang saksi mengetahui atau mengenali nama dan nasabnya. [Nabilah Az-Zahrah].
ولا يشترط معرفة الشهود للزوجة ولا أن المنكوحة بنت فلان بل الواجب عليهم الحضور وتحمل الشهادة على صورة العقد حتى إذا دعوا لأداء الشهادة لم يحل لهم أن يشهدوا أن المنكوحة بنت فلان بل يشهدون عليهم على جريان العقد كما قاله القاضي حسين كذا بخط شيخنا الزيادي شوبري وهو تابع لابن حجر.وقال م ر لابد من معرفة الشهود اسمها ونسبها أو يشهدان على صوتها برؤية وجهها بأن تكشف لهم النقاب.وقال عميرة واعلم أنه يشترط فى انقاد النكاح على المرأة المنتقبة أن يراها الشاهدان قبل العقد,فلو عقد عليها وهي منتقبة ولم يعرفها الشاهدان لم يصح لأن استماع الشاهد الغقد كاستماع الحاكم الشهادة.قال الزركشي محله إذا كانت مجهولة النسب,وإلا فيصح وهي مسألة نفيسة.والقضاة الآن لايعلمون بها فإنهم يزوجون المنتقبة الحاضرة من غير معرفة الشهود لها اكتفاء بحضورها وإخبارها.وعبارة م ر فى الشهادة قال جمع لاينعقد نكاح منتقبة إلا إن عرفها الشاهدان اسما ونسبا وصورة.   إعانة الطالبين ج ٣ ص ٢٩٨
Link Diskusi :

www.fb.com/groups/piss.ktb/508450392511107/
 
Top