PERTANYAAN:

Achmad Syamsuddin Romadhany Al-mubarok


Assalamualaikum ........

tanya...
mengatan banyak rakaat sholat dlam niat kan sunnah
sakarng gene pertanyaannya
bagaimana hukumnya seseorang sholat Dhuhur dengan niat lima rokaat dengan sengaja apakah sholat.a batal atau tdk?
Syukron.....

JAWABAN:


1/.
Sedot Wc >>
ANNIYATU HIYA QASDU SAI IN MUKTARONAN BI FI'LI

niat adalah menghedaki sesuatu dengan dibarengi mengerjakannya. ..


bajuri juz 2/140


2/. Hasanul Zain>>

ﻭﻻ ﻳﺸﺘﺮﻁ ﺍﻟﺘﻌﺮﺽ ﻟﻌﺪﺩ ﺍﻟﺮﻛﻌﺎﺕ ﻭﻻ ﻟﻼﺳﺘﻘﺒﺎﻝ ﻋﻠﻰ
ﺍﻟﺼﺤﻴﺢ ﻧﻌﻢ ﻟﻮ ﻧﻮﻯ ﺍﻟﻈﻬﺮ ﺧﻤﺴﺎ ﺃﻭ ﺛﻼﺛﺎ ﻟﻢ ﺗﻨﻌﻘﺪ.
ﻛﻔﺎﻳﺔ ﺍﻷﺧﻴﺎﺭ ﺝ ١ ﺹ ١٠٢

Artinya : Dan tidak disyaratkan menyebut Bilangan Roka'at dan begitu juga tidak di Syaratkan menyebut Menghadap Qiblat menurut Qoul Syohih dan apabila ada seseorang yang Sholat Niat Dzuhur 5roka'at atau 3Roka'at maka tidak Sah sholatnya.

Yang perlu di Garis Bawahi adalah Yang Bathal ini Bila disengaja di dalam Niat Bukan Talaffudz/Pengucapan.
Wallohu A'lam.

3/. SandalKayu HilangSatu>>

jika disengaja Batal
فاءن عین عددا او اخطاء فیه عمدا بطلت لانه نوی غیر الواقع
I'aanatut thoolibiin


4/. Masaji Antoro >>

Wa'alaikumsalam

Bila niat shalat dhuhurnya yang lima rakaat dilakukan dengan kesengajaan maka batal shalatnya, bila tidak dilakukan atas dasar kesengajaan dan pengetahuan menurut ar-Rofi'i shalatnya tetap sah tapi menurut an-Nawawi shalatnya juga tidak sah.

الثالث: لا يشترط تعيين عدد الركعات, فلو نوى الظهر خمسا أو ثلاثا, لم يصح لكن قال في المهمات: إنما فرض الرافعي في المسألة في العلم, فيؤخذ منه أنه لا يؤثر عند الغلط.
قلت: ذكر النووي المسألة في شرح المهذب في باب الوضوء, وفرضها في الغلط فقال: ولو غلط في عدد الركعات, فنوى الظهر ثلاثا أو خمسا, قال أصحابنا: لا يصح ظهره, هذه عبارته, ويؤيده تعليله البطلان في باب الصلاة بتقصيره.

3. Tidak disyaratkan menentukan jumlah bilangan rakaat dalam shalat namun bila ia berniat menjalankan shalat dhuhur lima atau tiga rakaat maka shalatnya tidak sah.
Ar-Rofi’i menjelaskan “Yang demikian mempengaruhi keabshahan shalat bila disertai pengetahuannya bila terjadi karena kesalahannya maka tidak mempengaruhi keabshahan shalatnya”.

an-Nawawi dalam Syarh kitab al-Muhadzdzab pada Bab Wudhu menjelaskan “Bila seseorang salah dalam menyebut jumlah hitungan shalatnya, ia niat shalat dhuhur dengan menyebut tiga atau lima rakaat, para pengikut as-Syafi’i berkata shalat dhuhurnya tidak sah dengan dasar dia sembrono dalam niatnya”.
Al-Ashbah wa an-Nadhooir I/16

(الرابع) نية استقبال القبلة وعدد الركعات ليس بشرط علي المذهب وبه قطع الجمهور وفيه وجه انه يشترط وهو غلط صريح لكن لو نوى الظهر خمسا أو ثلاثا لا تنعقد صلاته لتقصيره

4. Niat menyebut menghadap kiblat dan hitungan bilangan rakaat shalat tidak menjadi persyaratan menurut pendapat yang dijadikan madzhab yang disepakati oleh mayoritas ulama yang sebagian pendapat kecil memang mensyaratkannya dan ini adalah kesalahan yang nyata.
Hanya saja bila seseorang niat shalat dhuhur lima atau tiga rokaat maka shalatnya tidak sah karena ia dianggap sembrono.
al-Majmuu’ ala Syarh al-Muhadzdzab III/280

ولا يشترط التعرض لعدد الركعات ولا للاستقبال على الصحيح نعم لو نوى الظهر خمسا أو ثلاثا لم تنعقد

Dan tidak disyaratkan menjelaskan hitungan rakaat shalat dan menjelaskan menghadap kiblat menurut pendapat yang shahih, hanya saja bila ia niat menjalankan shalat dhuhur lima atau tiga rakaat maka shalatnya tidak sah.
Kifaayah al-Akhyaar I/101
Wallaahu A'lamu Bis Showaab

6/. Abdullah Afif>>

nyumbang ta'bir:
وَلَوْ غَيَّرَ الْعَدَدَ كَأَنْ نَوَى الظُّهْرَ ثَلَاثًا أَوْ خَمْسًا لَمْ تَنْعَقِدْ .

WA LAU GHAYYARA AL 'ADADA KA AN NAWAA AZHZHUHRA TSALAATSAN AU KHAMSAN LAM TAN'AQID

قَوْلُهُ : ( لَمْ تَنْعَقِدْ ) سَوَاءٌ كَانَ عَامِدًا لِتَلَاعُبِهِ أَوْ غَالِطًا عَلَى الرَّاجِحِ أَخْذًا مِنْ قَاعِدَةِ أَنَّ مَا وَجَبَ التَّعَرُّضُ لَهُ جُمْلَةً أَوْ تَفْصِيلًا يَضُرُّ الْخَطَأُ فِيهِ شَرْحُ م ر

QAULUHUU LAM TAN'AQID
SAWAA`UN KAANA 'AAMIDAN LITALAA'UBIHII AU GHAALITHAN 'ALARRAAJIHII AKHDXAN MIN QAA'IDATI ANNA MAA WAJABA ATTA'ARRUDHU LAHUU JUMLATAN AU TAFSHIILAN YADHURRU AL KHATHA`U FIIHI
SYARHU MIIM RAA

7/. Muhajir Madad Salim>>

Ibarate,poro masyayih itu NAWA , yg dipahami dari sail bisa jadi talafudh niat gak sama dgn yg di niatkan...karena musholli ini orang yg bahasa kaliwungu, Kenthir...talafudhnya dolanan, tapi niat nya temenanan.


Link Asal:

http://www.facebook.com/groups/piss.ktb/permalink/502403256449154/
 
Top