1978. KEWAJIBAN ADANYA 'IDDAH MESKIPUN ISTRI BELUM DIJIMA'

Senin, 29 Oktober 20120 komentar

P E R T A N Y A A N :
Odie Ali Baba
Assalamu'alaikum..Afwan..pada semuanya..saya Mau tanya..
Ada seorang Laki2 Kaya Raya.. Munggo.. Tapi dia Impoten.. Dan dia menikah sama Wanita idaman nya.. Semenjak menjadi pasangan keluarga..  Mereka belum melakukan.. PERSETUBUHAN..
Akan tetapi si suami ini SPERMA nya Bagus..lalu di Ambil sama Dokter..
Untuk di Masukkan ke Rahim si Istri.. Kemudian Hamil + melahirkan..
PERTANYAAN nya..
Apakah klau terjadi perceraian, Si Istri Masih Kena Masa 'idah.. Karena Punya Anak.. dengan suami nya Walau tanpa Jima'.. ? Qobla Wa Ba'da..syukron katsiro..

J A W A B A N :

Umi Davin
Wa'alaikumussalam
Akhi Odie Ali Baba> Masih kena iddah, Ibaroh dari Ust.Muh KHolili Abi Fitry@ Coba ditelaah dengan jeli, Lagi pula yang namanya IDDAH itu adalah masa penantian, kalau saja mereka bisa rujuk..

Muh KHolili Aby Fitry
Bujairimi Iqna' IV: 36
( الحاصل ) المراد بالمنى المحترام حال خروجه فقط على ما اعتمده مر وان كان غير محترم حال الدخول، كمااذا احتلم الزوج وأخذت الزوجة منيه فى فرجهاظانة أنه من منىّ اجنبى فإن هذا محترم حال الخروج وغير محترم حال الدخول وتجب العدة به إذا طلقت الزوجة قبل الوطء على المعتمد خلافالإبن حجر لأنه يعتبر أن يكون محترما فى الحالين كماقرره شيخنا
.........dan wajib 'iddah dengannya ketika si istri dicerai sebelum jima' menurut pendapat yang mu'tamad, berbeda dengan imam Ibnu Hajar....

Masuk gak ibarat ini ?
Kitab as Syarqowi juz 1 halaman 289-290 :
(قَوْلُهُ مُحْتَرَمٌ) اى حَالَ خُرُوجِهِ بِأَنْ خَرَجَ عَلَى وَجْهٍ مُبَاحٍ لِذَاتِهِ وَإِنْ حَرُمَ لِعَارِضٍ كَحَيْضٍ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ مُتَحَرَمًا حَالَ استِدْخَالِهِ كَأنْ وَطِئَ زَوْجَتَهُ فَسَاحَقَتْ أجْنَبِيَّةً وَخَرَجَ مِنْهَا المَنِيُّ فَتَجِبُ العِدَّةُ عَلَى الأجْنَبِيَّةِ المَذْكُورَةِ وَكَمَا لَو خَرَجَ مِنْهُ بِاخْتِلاَمٍ فَاَدْخَلَتْهُزَوجَتُهُ عَلَى ظَنِّ مَاءُ أجْنَبِيٍ فَيَحْرُمُ عَلَيْهَا وَتَلْزَمُهَا العِدَّةُ. أمَّا غَيْرُ المُحْتَرَمِ عِنْدَ خُرُوجِهِ بِأَنْ خَرَجَ عَلَى وَجْهِ الزِّنَا فَاسْتَدْخَلَتْهُ فَلاَ عِدَّةَ وَلاَ نَسَبَ يُلْحَقُ بِهِ.

(Ucapan pengarang: Sperma yang dihormati), artinya dalam keadaan keluarnya, seperti apabila sperma itu keluar secara wajar dengan sendirinya(tanpa diambil dengan alat), meskipun diharamkan karena ada halangan, seperti isteri yang akan digauli dalam keadaan haid; dan meskipun tidak dihormati dalam keadaan memasukkan sperma tersebut kedalam ovum wanita, seperti apabila seorang suami mengumpuli isterinya, kemudian sperma yang telah masuk kedalam rahim isteri tersebut wajib menjalani iddah;dan sebagaimana andaikata keluar sperma sebab mimpi atau kemudian oleh isteri pemilik sperma tersebut dimasukkan kedalam ovumnya dengan sangkaan bahwa sperma itu adalah milik laki-lakilain, maka sperma tersebut menjadi haram bagi sang isteri ini dan dia wajib menjalani iddah. Adapun sperma yang tidak dihormati pada waktu keluarnya adalah apabila sperma itu keluar melalui perzinaan misalnya, kemudian dimasukkan ke dalam ovum wanita dan wanita tersebut hamil, maka dia boleh dinikahi oleh laki-laki lain, karena tidak ada iddah baginya dan anak yang lahir tidak dapat dinisbatkan kepada laki-laki pemilik sperma tersebut.

Share this article :

Postingan Populer

 
Didukung Oleh : PISS-KTB Group | PISS FANS PAGE
Boleh diCopy © 2010 asal tetap mencantumkan URL artikel.
Grup Tanya Jawab dan Diskusi Keislaman
Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Indonesia Raya