Bismillahirrohmaanirrohiim

6087. APAKAH BAHASA AJAM DI ANTARA KHUTBAH JUMAT DAPAT MERUSAK MUWALAH ?

PERTANYAAN :


Assalamualaikum Mujawib ! Mau nanya. Khutbah jumat yang diselangi bahasa ajam di antara 2 rukun khutbah dapat merusak muwalah engga ? Soalnya rukun 2 Khutbah. Mereka harus muwalah. Dan muwalah salah satu dr syaratnya sah. Terimakasih. Oh iya, Penting : Kepada antum yang masih mondok atau tinggal di pesantren sidogiri, Ana membutuhkan antum. Mohon inbox saya. Semoga Di Acc oleh Ustad Admin. [Fallo].

JAWABAN :

Wa'alaikumus salam.

عبارة كتاب: قليوبي الجزء ١ صحـــ ٣٢٥، دار الفكر:
ولا يضر الوعظ بين الأركان وإن طال عرفا إلا إن طال بغير العربية كالسكوت الطويل.

Makna : Dan tidak memberi mudharat الوعظ (nasehat) antara rukun rukun, sekalipun panjang pada 'uruf (adat kebiasaan), kecuali (memberi mudharat) jika panjang dengan bahasa yang bukan bahasa arab, sama juga hukum nya seperti diam yang panjang, dalam muwalat nya sampai mana batasan (ketentuan) muwalat (nyambung menyambung) di antara dua rukun khutbah yang tidak dapat memberi mudharat bagi sahnya khutbah khutbah ?

عبارة كتاب: السلم التوفيق صحـــ ٣٥، مكتبة الحرمين:
(و)خامسها (الولاء بينها) أي الخطبتين بأن لا يطول فصل عرفا وضبط طوله بقدر ركعتين بأخف ممكن فإن نقص عن ذلك لا يضر،

Makna : Syarat kelima dua khutbah ialah terus menurus(muwalat/tidak berselang) antara dua khutbah, dengan gambaran tidak adanya sesuatu yg dapat memisahkan secara umum di antara keduanya khutbah, dan batasan boleh lama(طول) pemisah di antara dua khutbah ialah dengan kira-kira dua rakaat yang ringan, apa bila pemisah di antara kedua khutbah itu kurang dari kira-kira waktu dua rakaat shalat sunat yang ringan tersbut maka itu tidak mempengaruhi keabsahan khutbah (sah khutbahnya).

عبارة: نهاية الزين صحـــ ١٥٠،  مكتبة الحرمين:
وضابط الموالاة أن لا يتخلل ما يسع ركعتين بأخف ممكن ولا يضر تخلل الوعظ بين الأركان وإن طال

Makna : Batasan muwalat ialah tidak diselangi kadar lama waktu yang cukup mengerjakan shalat dua rakaat yang cepat (ringan), dan tidak menjadi mudharat khutbah jumat, bila di antara rukun-rukun khutbah diselangi dengan nasehat (وعظ)، sekalipun berselang nya itu panjang (batasan panjang ialah kadar waktu ukuran mengerjakan shalat dua rakaat tidak boleh melebihi dari pada itu).

Menurut Syeh Syihabuddin, perkara-perkara yang selain rukun, yang mana perkara ini hanya tabi' saja kepada rukun dan bukan berupa bahasa arab, maka yang demikian bukanlah penghalang muwalah,
menurut syekh Ali syibromalisiy : prerbedaan antara berbicara dengan selain bahasa Arab dengan hanya diam adalah jikalau hanya diam saja maka yang demikan i'tirodh terhadap khutbah secara keseluruhan (tidak sah)namun berbeda berbicara dengan menggunakan bahasa selain arab (sah, diperbolehkan) karena di dalamnya mengandung maw'idhoh.

Kalau mengikuti qoul tsani khutbahnya sah, karena muwalat dalam khutbah itu hukumnya sunnah, seperti halnya muwalat dalam wudlu'. Wallohu a'lam. [Rizalullah, Atho Ullah, M Khamim].

Referensi :

[الدَّمِيري ,النجم الوهاج في شرح المنهاج ,2/477]
قال: (والأظهر: اشتراط الموالاة)؛ للاتباع.
والفرق بين هذا وبين الوضوء: أن للموالاة أثرا ظاهرا في استمالة القلوب الذي هو المقصود من الخطبة، والوضوء لا يفوت مقصوده بترك الموالاة.
والثاني: لا تشترط الموالاة كالوضوء، ولأن غرض الوعظ والتذكير يحصل مع تفريق الكلمات، وهذه المسألة مكررة تقدمت عند ذكر الانفضاض.

LINK ASAL :
web.fb.com/groups/piss.ktb


.
Back To Top