Bismillahirrohmaanirrohiim

5997. TENTANG AUROT MUGHOLADHOH, MUTAWASITHOH & MUKHOFFAFAH

PERTANYAAN :

 
Assalamualaikum. Apakah dalam mazhab Syafii terdapat pembagian aurat menjadi aurat mughallazhah, mutawassithah, dan mukhaffafah? Jika ada, seperti apa batasan-batasannya? Terima kasih. [Excefia Abdullah].

JAWABAN :

Wa'alaikumussalam. Tidak ada perbedaan pendapat antara fuqoha' dalam masalah haramnya melihat aurat dan wajibnya menutup aurat dalam sholat maupun di luar sholat, akan tetapi madzhab hanafi dan maliki membagi aurat dalam sholat dan aurat dalam melihat menjadi mugholladhoh dan mukhoffafah.
Aurat mugholladhoh menurut hanafi adalah sauataan yaitu qubul dan dubur, baik lelaki maupun perempuan sama saja.
Sedang menurut maliki, bahwa aurat mugholladhoh berbeda-beda sebab beda jenisnya, aurat mugholadhohnya lelaki adalah sauatan dalam sholat, adapun aurat mugholladhohnya perempuan adalah selain dada, kedua lengan bawah, kedua kaki dan leher. Menurut malikiyah ketika sholat terbuka aurat mugholladhohnya maka dia harus mengulangi sholatnya dalam waktu dan setelah waktunya.
Dalam kitab-kitab syafi'i dan hambali tidak terdapat pembagian aurat ini. Berbeda dalam kitab Manhajus Salikin, di situ diterangkan bahwa di antara syarat shalat adalah menutup aurat dengan pakaian yang mubah yang tidak menampakkan kulit. Dan di situ disebutkan, aurat itu ada 3 macam yaitu:
1. Mugholladhoh (berat) yaitu aurat wanita merdeka yang sudah baligh, auratnya dalam shalat adalah semua tubuh selain wajahnya.
2. Mukhoffafah (ringan) yaitu aurat anak laki-laki berumur 7 hingga 10 tahun, auratnya adalah qubul dan dubur.
3. Mutawassithoh (pertengahan) yaitu aurat yang tidak termasuk dalam dua aurat di atas. Auratnya adalah antara pusar dan lutut.
Wallohu a'lam.[Nur Hamzah, Faisol Tantowi].

Referensi:
- Kitab al Mausu'ah fiqhiyyah alkuwaitiyah (13/67-68) :

لاَ خِلاَفَ بَيْنَ الْفُقَهَاءِ فِي حُرْمَةِ النَّظَرِ إِلَى الْعَوْرَةِ، وَوُجُوبِ سَتْرِهَا فِي الصَّلاَةِ وَخَارِجِهَا.
وَلَكِنَّ الْحَنَفِيَّةَ وَالْمَالِكِيَّةَ قَسَّمُوهَا فِي الصَّلاَةِ، وَالنَّظَرِ إِلَيْهَا إِلَى: مُغَلَّظَةٍ وَمُخَفَّفَةٍ. فَالْمُغَلَّظَةُ عِنْدَ الْحَنَفِيَّةِ هِيَ السَّوْأَتَانِ، وَهُمَا الْقُبُل، وَالدُّبُرُ، بِالنِّسْبَةِ لِلرَّجُل وَالْمَرْأَةِ عَلَى السَّوَاءِ.
وَقَال الْمَالِكِيَّةُ: إِنَّ الْعَوْرَةَ الْمُغَلَّظَةَ تَخْتَلِفُ بِاخْتِلاَفِ النَّوْعِ، فَعَوْرَةُ الرَّجُل الْمُغَلَّظَةِ هِيَ السَّوْأَتَانِ فِي الصَّلاَةِ، أَمَّا الْمَرْأَةُ فَهِيَ مَا عَدَا صَدْرَهَا وَأَطْرَافَهَا، وَهِيَ الذِّرَاعَانِ وَالرِّجْلاَنِ وَالْعُنُقُ. وَعِنْدَ الْمَالِكِيَّةِ إِذَا صَلَّى مَكْشُوفَ الْعَوْرَةِ الْمُغَلَّظَةِ فَإِنَّهُ يُعِيدُ الصَّلاَةَ فِي الْوَقْتِ وَبَعْدَ الْوَقْتِ.
وَلَمْ يَرِدْ فِي كُتُبِ الشَّافِعِيَّةِ وَالْحَنَابِلَةِ هَذَا التَّقْسِيمُ لِلْعَوْرَةِ، وَكُل مَا جَاءَ فِيهَا أَنَّهُ إِذَا لَمْ يَجِدْ مَا يَسْتُرُ بِهِ الْعَوْرَةَ كُلَّهَا يُقَدِّمُ السَّوْأَتَيْنِ

- Manhajus Salikin hal 29:

(٦٤) وَمِنْ شُرُوْطِهَا : سَتْرُ العَوْرَةِ بِثَوْبٍ مُبَاحٍ لاَ يَصِفُ البَشَرَةَ
(٦٥) وَالعَوْرَةُ ثَلاَثَةُ أَنْوَاعٍ: 
١ـ مُغَلَّظَةٌ وَهِيَ : عَوْرَةُ المَرْأَةِ الحُرَّةِ البَالِغَةِ فَجَمِيْعُ بَدَنِهَا عَوْرَةٌ فِي الصَّلاَةِ إِلاَّ وَجْهَهَا
٢ـ وَمُخَفَّفَةٌ وَهِيَ : عَوْرَةُ ابْنِ سَبْعِ سِنِيْنَ إِلَى عَشْرٍ فَإِنَّهَا الفَرْجَانِ
٣ـ وَمُتَوَسِّطَةٌ وَهِيَ : عَوْرَةُ مَنْ عَدَاهُمْ مِنَ السُّرَّةِ وَالرُّكْبَةِ

LINK ASAL :
www.fb.com/groups/piss.ktb/3357362207619897




.
Back To Top