Bismillahirrohmaanirrohiim

5900. SEBAGAI TEMPAT PEMBUANGAN BANGKAI, MENGAPA AIR SUMUR BUDHA'AH TETAP MENSUCIKAN ?

PERTANYAAN :

Assalamu'alaikum ya akhii waukhtiilkirom. Mohon penjelasannya Hadits di bawah ini. Syukron katsiron. Hadits Nasa'i Kitab Air, Hadits No.324 | Sumur bidho'ah :

أَخْبَرَنَا هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ قَالَ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ كَثِيرٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَعْبٍ الْقُرَظِيُّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ رَافِعٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتَتَوَضَّأُ مِنْ بِئْرِ بُضَاعَةَ وَهِيَ بِئْرٌ يُطْرَحُ فِيهَا لُحُومُ الْكِلَابِ وَالْحِيَضُ وَالنَّتَنُ فَقَالَ الْمَاءُ طَهُورٌ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ

Telah mengabarkan kepada kami Harun bin Abdullahdia berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dia berkata; telah menceritakan kepada kami Al Walid bin Katsir dia berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ka'ab Al Quradli dari Ubaidullah bin Abdurrahman bin Rafi' dari Abu Sa'id Al Khudri, dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah ditanya, 'Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam! Apakah kita boleh wudlu dari sumur Budla'ah, yaitu sumur yang dijadikan sebagai pembuangan daging-daging anjing dan kotoran haidl serta barang-barang yang busuk'. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Air itu suci, tidak ada sesuatu pun yang membuatnya najis". [Muhammad Alifarisi].

JAWABAN :

Wa'alaikumsalam War Wab. Sumur Budha'ah merupakan sumur yang dimiliki oleh Bani Sa'idah, yang berada di utara saqifah, dimana Nabi pernah wudlu di sana, padahal didalamnya terkenal dibuat pembuangan barang-barang kotor sehingga para sahabat menanyakan hal tersebut pada Nabi. Baginda Nabi SAW menjawab Air tidak ternajisi oleh sesuatu karena kenyataannya Sumur Budha'ah itu airnya banyak dan tidak ada sesuatupun yang berubah darinya baik warna, bau atau rasanya karenanya airnya tetap suci.

Lihat beberapa keterangan syarh hadits berikut :

فيض القدير ج ٢ ص ٤٨٥
قال الرافعي: أراد مثل الماء المسؤول عنه وهو ماء بئر بضاعة كانت واسعة كثيرة الماء وكان يطرح فيها من الأنجاس ما لا يغيرها فإن فرض تغير الكثير بنجس نجسه إجماعاً

Arrofi'i berkata : "Pensyarah menghendaki seperti air yang dalam pertanyaan sahabat, yakni sumur Budha'ah, adalah sumur luas, banyak air dan didalamnya dilemparkan aneka najis namun tidak merubah kesuciannya, bila air banyak diperkirakan berubah oleh najis, maka menjadi najis secara ijma ulama".

عمدة القارئ ج ٣ ص ١٦٨
روي عن الشافعي أن بئر بضاعة كانت كثيرة الماء واسعة، وكان يطرح فيها من الأنجاس ما لا يغير لها لوناً ولا ريحاً ولا طعماً

Diriwayatkan dari Assyafi'i bahwa Sumur Budha'ah airnya banyak dan lebar dan didalamnya dilemparkan aneka najis namun tidak merubah kesuciannya baik warna, aroma ataupun rasanya

تحفة الاحوذي ج ١ ص ١٨٠
(لا ينجسه شيء) لكثرته فإن بئر بضاعة كان بئراً كثيراً الماء يكون ماؤها أضعاف قلتين لا يتغير بوقوع هذه الأشياء، والماء الكثير لا ينجسه شيء ما لم يتغير

(Tidak ternajisi oleh sesuatu) karena banyaknya sebab Sumur Budha'ah airnya banyak lebih berlipat-lipat dari dua qullah yang tidak akan terkontaminasi oleh hal-hal yang kotor ini. Air banyak tidak ada yang membuatnya najis selagi tidak berubah

Berbeda dengan kondisi air sedikit kurang dua qullah, demi menjaga kesuciannya tangan yang hendak dimasukkan didalam harus dipastikan suci terlebih dahulu dengan dibasuh tiga kali

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي رَزِينٍ وَأَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ مِنْ اللَّيْلِ فَلَا يَغْمِسْ يَدَهُ فِي الْإِنَاءِ حَتَّى يَغْسِلَهَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ

Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah dari Al A'masy dari Abu Razin dan Abu Shalih dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian bangun di malam hari, maka janganlah dia mencelupkan tangannya ke dalam bejana hingga membasuhnya tiga kali terlebih dahulu, karena sesungguhnya dia tidak tahu di mana posisi tangannya semalam."

Atau berbeda dengan air najis oleh anjing atau babi, dalam pensuciannya dengan tujuh kali basuhan salah satunya dengan debu

عن أبي هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (طهور إناء أحدكم إذا ولغ فيه الكلب أن يغسله سبع مرّات أولاهنّ بالتراب).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata:”Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:” Cara mensucikan bejana (wadah) salah seorang di antara kalian jika dijilat anjing adalah dengan cara mencucinya sebanyak tujuh kali dan yang pertama dengan tanah.” HR. Imam Muslim, 3/182 (Lambau)
Wallaahu A'lamu Bis Showaab. [Abi Nadhif].

LINK ASAL :


.
Back To Top