Bismillahirrohmaanirrohiim

5720. HUKUM BERQURBAN DI TEMPAT LAIN ( BUKAN TEMPAT TINGGAL YANG BERQURBAN )

PERTANYAAN :


Assalamualikum. Para guru, bagaimana hukumnya berqurban di tempat lain bukan di tempat kita tinggal. Minta yang mu'tamad dalil nya. [Aqil Sirojudin].

JAWABAN :

Wa'alaikumussalam. Boleh berqurban di tempat lain yang bukan di tempat tinggal orang yang berqurban, sebagaimana keterangan dalam kitab Kifayatul Akhyar :

كفاية الأخيار في حل غاية الإختصار ص ٣٥٤ مكتبة الشاملة
(فرع) مَحل التَّضْحِيَة بلد المضحي وَفِي نقل الْأُضْحِية وَجْهَان تخريجاً من نقل الزَّكَاة وَالصَّحِيح هُنَا الْجَوَاز وَالله أعلم

Cabang : Tempat disembelihnya qurban adalah baladnya orang yang berkurban. Dan dalam masalah memindah kurban ada 2 pendapat yang dikeluarkan dari masalah memindah zakat. Dan pendapat yang shohih di sini (masalah memindah kurban) adalah boleh. 

Memindah kurban yang dilarang itu maksudnya memindah kurban dari daerah tempat penyembelihan bukan menyembelih di daerah lain. Misal hewan qurban si A disembelih di desa NGANU maka tidak boleh memindah hasil sembelihan hewan qurban si A dari desa NGANU ke desa lain. Adapun memindah hewan qurban dari desa tempat domisili si A ke desa lain dan disembelih disana boleh-boleh saja. Misal si A tinggal di desa NGANU lalu si A berqurban di desa lain maka boleh saja.

حاشية العبادي الغرر البهية في شرح البهجة الوردية ج ٥ ص ١٧٠ مكتبة الشاملة
(قَوْلُهُ: وَوَاجِبٌ إنْ مَلَكَ الْفَقِيرُ إلَخْ) قَالَ فِي الرَّوْضِ وَنَقْلُهَا عَنْ بَلَدِهَا كَنَقْلِ الزَّكَاةِ. اهـ.
وَهُوَ الْمُعْتَمَدُ وَإِنْ نَازَعَ الْإِسْنَوِيُّ فِيهِ فَالْمُرَادُ بِالْفَقِيرِ فَقِيرُ بَلَدِهَا وَيَنْبَغِي أَنْ يُعْلَمَ أَنَّ الْمُرَادَ بِبَلَدِهَا بَلَدُ ذَبْحِهَا وَقَدْ ظَنَّ بَعْضُ الطَّلَبَةِ أَنَّ شَرْطَ إجْزَاءِ الْأُضْحِيَّةَ ذَبْحُهَا بِبَلَدِ الْمُضَحِّي حَتَّى يَمْتَنِعَ عَلَى مَنْ أَرَادَ الْأُضْحِيَّةَ أَنْ يُوَكِّلَ مَنْ يَذْبَحُ عَنْهُ بِبَلَدٍ آخَرَ وَالظَّاهِرُ أَنَّ هَذَا وَهْمٌ بَلْ لَا يَتَعَيَّنُ أَنْ يَكُونَ الذَّبْحُ بِبَلَدِ الْمُضَحِّي بَلْ أَيُّ مَكَان ذَبَحَ فِيهِ بِنَفْسِهِ أَوْ نَائِبِهِ مِنْ بَلَدِهِ أَوْ بَلَدٍ أُخْرَى أَوْ بَادِيَةٍ أَجْزَأَ وَامْتَنَعَ نَقْلُهُ عَنْ فُقَرَاءِ ذَلِكَ الْمَكَانِ أَوْ فُقَرَاءِ أَقْرَبِ مَكَان إلَيْهِ إنْ لَمْ يَكُنْ بِهِ فُقَرَاءُ فَلْيُتَأَمَّلْ

Perkataan mushonnif : وَوَاجِبٌ إنْ مَلَكَ الْفَقِيرُ إلَخْ
Imam Ibnu Muqri dalam kitabnya Ar-Roudl berkata: "Dan memindah qurban dari daerahnya ke daerah lain seperti halnya hukum memindah zakat". Ini pendapat yang mu'tamad meski ditentang oleh Imam Al-Isnawi.
Yang dimaksud orang fakir adalah orang fakir yang di daerah tempat qurban.
Dan hendaklah diketahui bahwa yangg dimaksud baladul udhiyyah adalah balad dimana qurban itu disembelih, dan sungguh sebagian penuntut ilmu menyangka bahwa syarat sah qurban adalah disembelih di balad tempat domisili orang yang berkurban sehingga tidak boleh bagi orang yang hendak berkurban tidak boleh mewakilkan orang lain untuk menyembelihkannya di daerah lain. Yang dhohir ini adalah prasangka yang keliru, bahkan tidak ada ketentuan penyembelihan harus di daerah tempat tinggal orang yang berkurban tapi dimanapun tempatnya qurban disembelih baik disembelih sendiri atau oleh orang yang mewakilinya baik di daerahnya atau di daerah lain atau di luar area pemukiman tetap sah. Yang tidak boleh adalah memindahnya dari orang-orang fakir yangg ada tempat disembelihnya qurban itu atau dari orang-orang fakir yang berada didaerah terdekat dengan tempat penyembelihan jika di daerah tempat penyembelihan tidak ada orang-orang fakir.
Wallahu a'lam. [Anake Garwane Pake, Abid Chamim Alfaruq

Ibarot lain :
المجموع شرح المهذب ج ٨ ص ٣١٦
الخامسة: محل التضحية موضع المضحي، سواء كان بلده أو موضعه من السفر، بخلاف الهدي، فإنه يختص بالحرم، وفي نقل الأضحية وجهان حكاهما الرافعي وغيره تخريجاً من نقل الزكاة.

روضة الطالبين وعمدة المفتين ج ٢ ص ٤٩٣
السادسة: محل التضحية ، بلد المضحي، بخلاف الهدي. وفي نقل الأضحية، وجهان، تخريجاً من نقل الزكاة.

أسنى المطالب في شرح روض الطالب ج ١ ص ٥٤٧ مكتبة الشاملة
(وَنَقْلُهَا عَنْ بَلَدٍ) أَيْ بَلَدِ الْأُضْحِيَّةِ إلَى آخَرَ (كَنَقْلِ الزَّكَاةِ) قَالَ فِي الْمُهِمَّاتِ، وَهَذَا يُشْعِرُ بِتَرْجِيحِ مَنْعِ نَقْلِهَا لَكِنَّ الصَّحِيحَ الْجَوَازُ فَقَدْ صَحَّحُوا فِي قَسْمِ الصَّدَقَاتِ جَوَازَ نَقْلِ الْمَنْذُورَةِ، وَالْأُضْحِيَّةُ فَرْدٌ مِنْ أَفْرَادِهَا وَضَعَّفَهُ ابْنُ الْعِمَادِ وَفَرَّقَ بِأَنَّ الْأُضْحِيَّةَ يَمْتَدُّ إلَيْهَا أَطْمَاعُ الْفُقَرَاءِ؛ لِأَنَّهَا مُؤَقَّتَةٌ بِوَقْتٍ كَالزَّكَاةِ بِخِلَافِ النُّذُورِ وَالْكَفَّارَاتِ لَا شُعُورَ لِلْفُقَرَاءِ بِهَا حَتَّى تَمْتَدَّ أَطْمَاعُهُمْ إلَيْهَا 
Fokus:
(وَنَقْلُهَا عَنْ بَلَدٍ) أَيْ بَلَدِ الْأُضْحِيَّةِ إلَى آخَرَ (كَنَقْلِ الزَّكَاةِ) قَالَ فِي الْمُهِمَّاتِ، وَهَذَا يُشْعِرُ بِتَرْجِيحِ مَنْعِ نَقْلِهَا لَكِنَّ الصَّحِيحَ الْجَوَازُ

LINK ASAL :


.
Back To Top