Bismillahirrohmaanirrohiim

5713. SEBENARNYA APANYA ALLOH YANG KITA SEMBAH ??

PERTANYAAN :

Assalamu 'Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Kemarin seseorang bertanya : Sebagai orang islam, kita kan menyembah Allah, tapi apanya Allah yang disembah ? Syukran. [Aryl Furqan Aswar].

JAWABAN :

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
Analogi pertanyaannya sama dengan "Seandainya anda mencintai istri anda. Apanya istri anda yang anda cintai ?".

والمعبود هو المسمى لا الاسم فمن عبد الصفات كفر، او الصفات والذات كفر ايضا كما قاله البراوى

Tentu yang disembah adalah al-maushuf yakni dzat yang disifati, bukan sifat. Yang disembah adalah al-musamma yang bernama, bukan lafadz namanya. Jika menyembah sifat hukumnya kafir (non muslim) Atau jika menyembah sifat dan dzat hukumnya kafir juga menurut imam Al-Barawiy.

Jadi Dzat Allah itu sendiri yang disembah. Dzat Allah maksudnya apa ? Pertanyaan di atas sederhana sekali tapi banyak juga orang awam yang salah paham, utamanya yang sama sekali tak pernah belajar agama secara memadai tetapi hanya fokus di ilmu-ilmu umum.

Ada cukup banyak yang menyimpulkan bahwa kata "Dzat" dalam ungkapan "Dzat Allah" sebagai zat atau unsur. Dikiranya seperti zat cair, zat padat atau susunan-susunan partikel kimiawi. Biasanya anggapan seperti ini ada di grup-grup ateis atau agnostik.

Tak aneh juga kalau mereka jadi ateis, agnostik atau anti Islam sebab dikira tuhan yang disembah umat Islam adalah sosok yang tersusun dari zat-zat kimia tertentu yang misterius. Hanya orang bodoh sekali yang mau menyembah sosok seperti ini. Dalam ilmu kalam, sosok yang demikian disebut dengan istilah jisim. Jisim sama sekali tak layak disembah, berupa apapun, sehebat apapun dan bagaimana pun.

Terjemahan kata "Dzat" yang paling mendekati maksud yang benar adalah eksistensi. Istilah ini dibuat untuk menunjukkan sesuatu yang ada. Segala yang ada disebut dzat. Jadi, istilah Dzat Allah berarti keberadaan/eksistensi Allah itu sendiri, bukan hal lain yang behubungan dengan Allah.

Bila kata "Allah" diganti dengan Fulan, maka dzat fulan berarti sosok fulan itu sendiri, bukan warna kulitnya, bukan ukuran bajunya, bukan sifat-sifatnya dan bukan apapun yang terkait dengan fulan, tapi eksistensi si fulan itu sendiri.

KENAPA KITA MENYEMBAH ALLAH ?

Kalau alasannya karena memberi manfaat, maka ada banyak hal di dunia ini yang memberi manfaat, bahkan secara langsung dan inderawi sehingga tak perlu melibatkan keyakinan. Bila ini alasannya, maka akan banyak sekali yang seharusnya juga disembah.

Kalau alasannya karena takut mencelakakan kita, maka banyak hal yang juga dapat mencelakakan kita. Binatang buas bisa, bahkan kendaraan kita pun bisa membuat tubuh kita hancur. Bila ini alasannya, maka akan banyak sekali yang seharusnya juga disembah.

Kalau alasannya karena Allah yang menciptakan kita, maka ayah ibu kita juga selayaknya dapat bagian dalam penyembahan kita sebab mereka yang terlibat secara inderawi terhadap keberadaan kita di dunia.

Kalau alasannya karena Allah yang menciptakan dunia ini, maka ada banyak sekali faktor yang terlibat di dalam terciptanya dunia ini sehingga dunia menjadi bentuknya yang sekarang. Bila ini alasannya, maka semua faktor itu selayaknya disembah juga.

Seluruh alasan di atas bukan jawaban yang tepat. Jawabannya adalah karena hanya Allah saja yang berhak disembah. Hanya Allah saja yang mempunyai kelayakan untuk disembah dan diperlakukan sebagai Tuhan. Seluruh sesembahan lainnya dalam sejarah manusia tak lebih dari sekedar makhluk, sama seperti kita. Seluruh makhluk itu diciptakan dengan fungsi tertentu yang ada kalanya baik bagi manusia dan ada kalanya tidak, namun sama sekali tak ada alasan untuk menyembah makhluk mana pun. Sehebat apa pun atau semenakutkan apa pun, makhluk tetaplah makhluk yang tak layak disembah. Karena itulah maka agama Islam memerangi kesyirikan yang tak lain adalah penyembahan makhluk di samping penyembahan Allah.

Inilah makna la ilaha illallah; tiada sesembahan yang benar (berhak disembah) kecuali Allah saja. Dari mana bisa tahu bahwa Allah saja satu-satunya yang layak disembah di semesta ini? Ini panjang ceritanya. Ranahnya adalah ilmu kalam.

Saran kami, mikir itu mikir makhluq saja jangan berat-berat. Contoh hati qolb kita ini, kalau gini kok gini, kalau gitu kok gitu. Kalau sholat kok gini, kalau lagi itu kok gitu. Terus bagaimana agar jadi qolbun salim. Kalau sudah khatam bolehlah mikir-mikir makhluq lain dari jenis manusia, lanjut malaikat dll juga bumi. Dalam sebuah hadis kita disuruh mikir tentang makhluq, ada contoh Alloh Ta'ala mencipta satu malaikat yang kedua kakinya di bumi ke tujuh yang paling bawah. Anda pikir saja bumi yang ke tujuh. Cari kalau bisa, kalau ketemu bisa kaya raya, baik material maupun spiritual. Semoga bermanfaat. Wallohu a'lam. [Anake Garwane Pake, Abdul Wahab Ahmad, Maafin Saya, Mbah Kaung Kaung, Maman Kazbullatov, Maafin Saya, Muh Jayus].

Ibaroh :


جامع الأحاديث
١٦٧٠٠- لا تفكروا فى الله وتفكروا فى خلق الله وإن ربنا خلق ملكا قدماه فى الأرض السابعة السفلى ورأسه قد جاوز السماء العليا ما بين قدميه إلى كعبيه مسيرة ستمائة عام والخالق أعظم من المخلوق (أبو الشيخ فى العظمة، وأبو نعيم فى الحلية عن عبد الله بن سلام). أخرجه أبو الشيخ (١/٢٣٧، رقم ٢١) ، وأبو نعيم فى الحلية (٦/٦٦) 

LINK ASAL :


.
Back To Top