Bismillahirrohmaanirrohiim

5616. BACAAN TAJWID HA DHOMIR DALAM AL-QUR'AN (MAD SHILAH)

PERTANYAAN :

Minta penjelasan tentang Ha dhomir dalam ilmu tajwid tuhfatul athfal. Syukron. [Mas Karebet].

JAWABAN :

Wa'alaikumussalam. Ha' Dhamir (هِ/هُ) ketika berhubungan dengan lafal sebelum dan sesudahnya seperti : 
- Ha' Dhamir yang dihubungkan atau didahului oleh kalimat Fi'il (Kata Kerja), Contoh : جَعَلَهُ
- atau yang didahului oleh kalimat isim(kata benda), Contoh : كِتَابَهُ, وَرَسُلِهِ
- atau yang didahului oleh kalimat huruf (kata penghubung), Contoh : مِنْهُ, لَهُ, فِيْهِ, عَنْهُ
dalam ilmu tajwid terkait dengan hukum bacaan Mad Shilah. Mad shilah sendiri ada 2 macam : Mad Shilah Qoshiroh dan Mad Shilah Thowilah. 

Ha' Dlomir yang mufrod mudzakkar (ه) ini mempunyai 4 tingkah : 
1. Kalau depan dan belakangnya ha' dlomir ini berupa huruf hidup, maka wajib dibaca mad thobi'i, seperti : 
إِنَّهُ كَانَ
يَعْرِفُوْنَهُ كَمَا 
مِنْ دُوْنِهِ مُلْتَحَدًا 
Ini dinamakan Mad Shilah Qoshiroh (pendek, panjangnya hanya satu alif). 
Kecuali lafadh يَرْضَهُ لَكُمْ , ini ha'nya dibaca pendek. 

Kemudian jika setelah ha' dlomir berupa hamzah qotho' seperti : 
مِنْ دُوْنِهِ إِلٰهًا 
عِنْدَهُ إِلِّا 
Ini dinamakan Mad Shilah Thowilah (panjang). Hukumnya sama dengan Mad Jaiz Munfashil. 
Mad shilah ini jika dibaca washol, kalau waqof dibaca mati, seperti : 
مِنْ عِلْمِه
يَعْرِفُوْنَه
Kalau bukan ha' dlomir tidak boleh dibaca panjang seperti : 
مَا نَفْقَهُ كَثِيْرًا 
فَوٰكِهُ وَهُمْ
لَئِنْ لَمْ يَنْتَهِ لَنَسْفَعًا

2. Depan dan belakang ha' dlomir berupa huruf mati, seperti : 
ءَاتَىٰهُ اللَّهُ 
لَا يَأْتِيْهِ ٱلْبَٰطِلُ

3. Depannya ha' dlomir hidup, sedangkan belakangnya mati, seperti : 
مِنْ دُوْنِهِ ٱلشَّفَٰعَةَ 
لَهُ ٱلْحَمْدُ 

4. Depannya ha' dlomir mati, sedangkan belakangnya hidup, seperti :
خُذُوْهُ فٱعْتِلُوْهُ إِلَٰى 
فِيْهِ سَوَآءٌ 

Ketiga-tiganya tingkah ini (nomor 2,3, dan 4) wajib dibaca pendek semua, selain firman Allah Ta'ala : 
فِيْهِ مُهَانًا 
Ini harus dibaca mad thobi'i satu alif menurut riwayat Imam Hafsh. 

Referensi : 
Buku STANDAR TAJWID BACAAN AL-QUR'AN hal. 117-118 (Maftuh Basthul Birri - Lirboyo). 
Wallohu a'lam. [Maafin Saya].

LINK ASAL :


.
Back To Top