Bismillahirrohmaanirrohiim

5414. KAJIAN KITAB AHWALUL QUBUR KARYA AL HAFIDZ IBNU ROJAB (Bagian 9)

KAJIAN KITAB AHWALUL QUBUR KARYA AL HAFIDZ IBNU ROJAB (Bagian 9)
Lanjutan Bab Pertama (6)

وخرج الإمام أحمد وابن حبان في صحيحه ، من حديث عبد الله بن عمرو بن العاص أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ذكر فتاني القبر فقال عمر: أترد إلينا عقولنا يا رسول الله فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "نعم كهيئتكم اليوم" فقال عمر: بفيه الحجر". وخرج أبو داود عن عثمان بن عفان رضي الله عنه قال: كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا فرغ من دفن الميت وقف عليه وقال: "استغفروا لأخيكم واسألوا له التثبيت فإنه الآن يسأل".

Imam Ahmad dan Imam Ibnu Hibban menerbitkan dalam shohihnya dari haditsnya Abdulloh bin 'Amr bin Al 'Ash bahwa Rasululloh shollallohu alaihi wasallam menyebut dua malaikat penguji kubur. Umar berkata : "apakah akal kita di kembalikan pada kita wahai Rasululloh? "  Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : "benar, seperti keadaan kalian hari ini." Umar berkata : "di mulutnya ada batu." 
Imam Abu Dawud menerbitkan dari Utsman bin 'Affan -rodliyallohu anhu berkata : "dulu ketika orang meninggal dunia selesai dikubur, Nabi shollallohu alaihi wasallam berdiri di atasnya dan bersabda : "mohonkan ampun untuk saudara kalian, mohonkan agar ditetapkan keimanannya karena dia sekarang dia ditanyai."

وفي حديث يونس عن المنهال بن عمرو عن زاذان عن البراء بن عازب عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه ذكر سؤال المؤمن في قبره وإن الملك ينتهره قال وهي آخر فتنة تعرض على المؤمن فذكر قوله تعالى {يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ} [إبراهيم: 27] الآية أخرجه الإمام أحمد . وكذا رواه جرير عن الأعمش عن المنهال وفي حديثه: "إن المؤمن يقول ذلك ثلاث مرات ثم ينتهرانه انتهارة شديدة وهي آخر فتنة تعرض على المؤمن".

Dan dalam haditsnya Yunus bin Al Minhal bin Amr dari Zadzan dari Barro' bin Azib dari Nabi shollallohu alaihi wasallam bahwa beliau menyebutkan pertanyaan mukmin dalam kuburnya dan sesungguhnya malaikat menghardiknya, beliau bersabda : "malaikat itu adalah fitnah terakhir yang ditampakkan pada orang yang beriman. " Kemudian beliau membaca firman Allah ta'ala : " Allah meneguhkan iman orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan dunia dan akherat" (QS Ibrahim ayat 27).
Imam Ahmad menerbitkannya, begitu juga Imam Jarir meriwayatkannya dari A'masy dari Al Minhal, dan dalam haditsnya disebutkan : "sesungguhnya orang mukmin berkata seperti itu smpai tiga kali. kemudian kedua malaikat menghardiknya dengan keras sekali, dan itulah akhir fitnah / cobaan yang ditampakkan kepada orang beriman."

ورواه أبو عوانة، عن الأعمش وفي حديثه: "ويأتيه ملكان شديدا الانتهار" وذلك في حق الكافر والمؤمن. وقد روى عن مجاهد: أن الموتى كانوا يفتنون في قبورهم سبعا فكانوا يستحبون أن يطعم عنهم تلك الأيام. وعن عبيد بن عمير قال: المؤمن يفتن سبعا والمنافق أربعين صباحا.

Abu 'Awanah meriwayatkan dari A'masy, dan dalam haditsnya disebutkan : " dia didatangi oleh dua alaikat yang keras gertakannya." telah diriwayatkan dari Mujahid bahwa orang yang meninggal akan mendapat cobaan dalam kuburnya sampai tujuh hari, maka mereka menganjurkan untuk memberikan makan atas nama mereka pada hari-hari tersebut. Dari Ubaid bin Umair berkata : "orang yang beriman mendapat cobaan selama 7 hari dan orang munafiq mendapat cobaan selama 40 pagi."

وقال الإمام أحمد: أخبرنا يزيد بن هارون عن المسعودي عن العلاء بن الشخير حدثنا بعض حفدة أبي موسى الأشعري أن أبا موسى الأشعري أوصاهم قال إذا حفرتم فأعمقوا قعره أما أني والله لأقول لكم ذلك وأني لأعلم إن كنت من أهل طاعة الله ليفسحن لي في قبري ولينور لي فيه ثم ليفتحن لي باب مساكني في الجنة فما أنا بمساكني من داري هذه بأعلم من مساكني منها ثم ليأتيني من روحها وريحتها وريحانها ولئن كنت من أهل المنزلة الأخرى ليضيقن علي قبري وليهدمن من على الأرض وليفتحن الله إلي باب مساكني من النار فما أنا بمساكني من داري هذه بأعلم من مساكني منها ثم ليأتيني من شرها وشرورها ودخانها.

Imam Ahmad berkata : " Yazid bin Harun telah mengkhabarkan kepada kami dari Al Mas'udi dari Al 'Ala' bin Asy Syakhir telah bercerita kepada kami sebagian cucunya Abu Musa Al 'Asy'ari, bahwa Abu Musa berwasiyat kepada mereka dengan berkata : " bila kalian menggali kuburan maka dalamkanlah galiannya. demi Allah sungguh aku katakan hal itu kepada kalian karena aku mengetahui jika aku termasuk orang yang ta'at kepada Allah, pasti akan di luaskan dan diterangi di alam kuburku. kemudian dibukakan pintu tempat tinggalku di syurga. Maka tidaklah aku ditempat tinggalku di rumah yang ini lebih mengetahui daripada tempat tinggalku disana. Kemudian ruh, angin dan baunya syurga mendatangiku. Namun jikalau aku termasuk penduduk tempat lainnya, maka pasti akan disempitkan kuburku dan akan dihancurkan dari atas tanah, kemudian dibukakan pintu tempat tinggalku di neraka, maka tidaklah aku di tempat tinggalku di rumah yang ini lebih mengetahui daripada tempat tinggalku di sana, kemudian kejelekan, kejahatan dan asapnya neraka mendatangiku."

وروى المسعودي عن عبد الله بن المخارق عن أبيه قال: قال عبد الله يعني ابن مسعود: إن المؤمن إذا مات أجلس في قبره فيقال له من ربك ما دينك من نبيك قال فيثبته الله تعالى فيقول ربي الله ديني الإسلام ونبي محمد صلى الله عليه وسلم فيوسع له في قبره ويفرج له فيه ثم قرأ عبد الله {يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ} [إبراهيم: 27] . وقال ابن أبي الدنيا حدثنا أحمد بن بحير حدثنا بعض أصحابنا قال مات أخ لي فرأيته في النوم فقلت له ما حالك حين وضعت في قبرك قال أتاني آت بشهاب من نار فلولا أن داعيا دعا لي لرأيت أنه سيضربني


Al Mas'udi meriwayatkan dari Abdulloh bin Al Makhoriq dari ayahnya berkata : " Abdulloh yaitu Abdulloh bin Mas'ud berkata : " sesungguhnya orang mukmin ketika meninggal dunia, maka ia didudukkan di dalam kuburnya, kemudian ditanyakan kepadanya : "siapakah Tuhanmu ? apa agamamu ? siapa Nabimu? " Ibnu Mas'ud berkata : "kemudian Allah meneguhkan keimanannya hingga ia menjawab : "Tuhanku Allah, agamaku islam dan Nabiku adalah Muhammad shollallohu alaihi wasallam." kemudian diluaskanlah kuburannya. Kemudian Ibnu Mas'ud membaca ayat : "Allah menegukan iman orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh" .
Ibnu Abid Dunya berkata : "telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Bahir, telah bercerita kepada kami beberapa teman kami, ia berkata : "salah seorang saudaraku meninggal dunia, kemudian aku bertemu dengannya di dalam mimpi. Aku bertanya : ' bagaimana keadaanmu ketika engkau diletakkan di dalam kuburmu? ' dia menjawab : "aku didatangi seseorang dengan membawa api, seandainya tidak ada orang yang berdoa untukku, pasti aku akan di pukulnya." Wallohu a'lam. [Ust.Nur Hamzah]

Bersambung.............. 

Baca kajian sebelumnya di sini: 


.
Back To Top