Bismillahirrohmaanirrohiim

5171. KAJIAN KITAB RISALATU ADABI SULUKIL MURID [BAGIAN 7]

Karya : Al Habib Abdullah Alwi Al Haddad
فصلٌ
وكُن-أيُّها المُريدُ- في غايَةِ الاِعتِناءِ بِإِقامةِ الصّلواتِ الخَمسِ بإتمامِ قِيامِهِنَّ وقِراءَتِهنّ وخُشوعِهنّ ورُكوعِهنّ وسُجودِهنّ وسائِرِ أركانِهِنّ وسُنَنِهنّ وأشعِر قَلبكَ قَبلَ الدُّخولِ في الصّلاةِ عَظمةَ مَن تُريدُ الوُقوفَ بَينَ يَديهِ جلَّ وعلا، واحذَر أن تُناجِيَ مَلِكَ المُلوكِ وجبّارِ الجبابِرةِ بِقلبٍ لاهٍ مُستَرسِلٍ في أوديةِ الغَفلةِ والوَساوِسِ جائِلٍ في مَيادينِ الخَواطِرِ والأفكارِ الدُّنيَويّةِ، فَتَستوجِبَ المَقتَ مِن الله، والطَّردَ عن بابِ الله.

Wahai murid hendaklah anda memperhatikan benar dalam mendirikan shalat lima waktu. Dengan menyempurnakan berdirinya, bacaannya, khusu'nya, ruku'nya, sujudnya dan rukun-rukun lain serta sunnah-sunnahnya. Sebelum memulai shalat hendaklah anda ingat dalam hati, bahwa anda akan berhadapan de­ngan Tuhan yang Maha Mulia dan Maha Agung. Ingat pula jangan sekali-kali anda bermunajat pada raja dari sekalian raja, pada pembesar dari sekalian pembesar, dengan hati yang lalai, terlena, diawang-awang kealpaan dan was-was terbang dalam lapangan angan-angan dan memikirkan keduniawian, agar kelak anda 'tidak akan dimurkai Allah Ta'ala dan dihalau dari pintuNya.

وقد قالَ عَليهِ الصّلاةُ والسّلامُ "إذا قامَ العَبدُ إلى الصّلاةِ أَقبلَ الله عَليهِ بِوَجههِ فإذا التَفتَ إلى ورائِهِ يَقولُ الله تعالى:" ابنُ آدمَ التَفَتَ إلى مَن هُو خيرٌ لهُ مِنّي"
فإن التَفَتَ الثّانيةَ قالَ مِثلَ ذلِكَ فإن التَفَتَ الثّالِثةَ أعرَضَ الله عَنهُ" فإذا كانَ المُلتفِتُ بِوَجهِهِ الظّاهِرِ يُعرِضُ الله عَنهُ فكيفَ يَكونُ حالُ مَن يَلتفِتُ بِقَلبِهِ في صلاتهِ إلى حُظوظِ الدُّنيا وزخارِفِها، والله سُبحانهُ وتعالى لاَ ينظُرُ إلى الأجسامِ والظّواهِرِ وإنّما ينظُرُ إلى القُلوبِ والسّرائِرِ.

Nabi alaihis sholatu was salaam bersabda : "Apabila seorang hamba berdiri untuk menunaikan shalat maka Allah Ta'ala akan memperhatikan gerak-geriknya apabila si hamba menoleh kebelakang, Allah Ta'ala akan berkata kepadanya : " Hai anak Adam engkau telah menoleh pada siapa yang lebih baik lagi bagimu daripadaKu". Jika ia menoleh lagi, Allah Ta 'ala akan berkata seperti tersebut tadi. Jika menoleh lagi yang ketiga kali, Maka Allah akan memalingkan perhatian-Nya dari orang tersebut. Kalau orang yang menoleh dengan wajah yang lahir saja, Allah Ta'ala telah memalingkan perhatian dari pada-nya, apalagi jika ia memalingkan hatinya jika ia shalat, kepada urusan-urusan dunia dan keindahannya,Tentu lebih lagi. Allah tidak melihat kepada tubuh badan manusia dan masalah yang lahir, akan tetapi Dia hanya memandang hati manusia serta bathinnya.

واعلَم أنّ رُوحَ جَميعِ العِباداتِ ومَعناها إنّما هُو الحضُورُ معَ الله فيها، فَمن خَلت عِبادَتُهُ عنِ الحُضورُ، فعِبادتُهُ هباءٌ منثورٌ.
ومثَلُ الّذي لاَ يَحضُرُ مَع الله في عِبادتهِ مَثلُ الذي يُهدي إلى ملِكٍ عظيمٍ وَصيفةٍ ميّتَةً أو صٌندوقاً فارغاً، فما أجدرُهُ بِالعقوبةِ وحِرمانِ المثوبةِ.

Ketahuilah, bahwa Ruhnya dan maknanya semua ibadat adalah menghadirkan diri kehadirat Allah SWT. Barang siapa yang mengerjakan ibadat kosong dari menghadirkan hati dan diri, maka ibadatnya hanya sia-sia dan tidak berguna. Perumpamaan ibadah seorang yang tidak meng­hadirkan hati dan diri didalam peribadatannya, sama de­ngan seorang abdi memberi hadiah pada maha Raja dengan sebuah peti yang kosong tiada berisi apa-apa, bukankah sepantasnya orang ini mendapatkan siksa dari perbuatannya dan tidak mendapatkan pahala.
Wallohu a'lam. [Oleh : Ust.Nur Hamzah].
LINK ASAL :
www.fb.com/notes/1600734663282669/
.

PALING DIMINATI

Back To Top