Bismillahirrohmaanirrohiim

5153. HUKUM MENGADAKAN SAYEMBARA

PERTANYAAN :

Assalamualaikum. Kalau begini : “saya Umumkan bahwa barangsiapa yang bisa mengangkat Batu ini , maka akan saya kasih uang Rp 1 juta.” Apakah seperti ini boleh ? Syukron. [Wong Tamansari].

JAWABAN :

Wa’alaikum salam. Boleh dan hal tersebut dalam fiqih dinamakan sayembara / ju'alah. Ju'alah boleh dilakukan oleh dua pihak, pihak ja'il (pihak pertama yang menyatakan kesediaan memberikan imbalan atas suatu pekerjaan) dan pihak maj'ul lah (pihak kedua yang bersedia melakukan pekerjaan yang diperlukan pihak pertama, (ju'alah) adalah komitmen orang yang cakap hukum untuk memberikan imbalan tertentu atas pekerjaan tertentu atau tidak tertentu kepada orang tertentu atau tidak tertentu. Jadi bagi orang yang mampu mengangkat batu tersebut, ia berhak mendapatkan uang satu juta rupiah, sebagaimana disebutkan di atas. Wallahu a’lam. [Mujawib : Ust.Ghufron Bkl, Ust. Dul].

- Hasyiyah al-Bajuri II/24:
وَالْجُعَالَةُ جَائِزَةٌ مِنَ الطَّرَفَيْنِ: طَرَفُ الْجَاعِلِ وَطَرَفُ الْمَجْعُوْلِ لَهُ... وَهِيَ اِلْتِزَامُ مُطْلَقِ التَّصَرُّفِ عِوَضًا مَعْلُوْمًا عَلَى عَمَلٍ مُعَيَّنٍ أَوْ مَجْهُوْلٍ لِمُعَيَّنٍ أَوْ غَيْرِهِ.

- Fiqhul Manhaji :
اﻟﺠﻌﺎﻟﺔ ﺗﻌﺮﻳﻔﻬﺎ: اﻟﺠﻌﺎﻟﺔ - ﻓﻲ اﻟﻠﻐﺔ - ﺑﻔﺘﺢ اﻟﺠﻴﻢ ﻭﻛﺴﺮﻫﺎ ﻭﺿﻤﻬﺎ، ﻭﻫﻲ اﺳﻢ ﻟﻤﺎ ﻳﺠﻌﻠﻪ اﻹﻧﺴﺎﻥ ﻟﻐﻴﺮﻩ ﻋﻠﻰ ﺷﻲء ﻳﻔﻌﻠﻪ، ﻭﻳﻘﺎﻝ ﻟﻬﺎ ﺟﻌﻞ ﻭﺟﻌﻴﻠﺔ. ﻭﺷﺮﻋﺎ: ﻫﻲ اﻟﺘﺰاﻡ ﻋﻮﺽ ﻣﻌﻠﻮﻡ ﻋﻠﻰ ﻋﻤﻞ ﻣﻌﻴﻦ، ﻣﻌﻠﻮﻡ ﺃﻭ ﻣﺠﻬﻮﻝ، ﺑﻤﻌﻴﻦ ﺃﻭ ﻣﺠﻬﻮﻝ. ﺃﻱ ﻳﺤﺼﻞ ﻫﺬا اﻟﻌﻤﻞ ﻣﻦ ﻋﺎﻣﻞ ﻣﻌﻴﻦ ﺃﻭ ﻣﺠﻬﻮﻝ، ﻭﺳﻴﺘﻀﺢ ﻟﻨﺎ ﻣﻌﻨﻰ اﻟﺘﻌﺮﻳﻒ ﻋﻨﺪ اﻟﻜﻼﻡ ﻋﻦ ﺃﺭﻛﺎﻧﻬﺎ. ﻣﺸﺮﻭﻋﻴﺘﻬﺎ: اﻟﺠﻌﺎﻟﺔ ﻣﺸﺮﻭﻋﺔ، ﻭﻗﺪ ﺩﻝ ﻋﻠﻰ ﻣﺸﺮﻭﻋﻴﺘﻬﺎ: ﻣﺎ ﺭﻭاﻩ ﺃﺑﻮ ﺳﻌﻴﺪ اﻟﺨﺪﺭﻱ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ: اﻧﻄﻠﻖ ﻧﻔﺮ ﻣﻦ ﺃﺻﺤﺎﺏ اﻟﻨﺒﻲ - ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﻓﻲ ﺳﻔﺮﺓ ﺳﺎﻓﺮﻭﻫﺎ، ﺣﺘﻰ ﻧﺰﻟﻮا ﻋﻠﻰ ﺣﻲ ﻣﻦ ﺃﺣﻴﺎء اﻟﻌﺮﺏ، ﻓﺎﺳﺘﻀﺎﻓﻮﻫﻢ ﻓﺄﺑﻮا ﺃﻥ ﻳﻀﻴﻔﻮﻫﻢ، ﻓﻠﺪﻍ ﺳﻴﺪ ﺫﻟﻚ اﻟﺤﻲ، ﻓﺴﻌﻮا ﻟﻪ ﺑﻜﻞ ﺷﻲء ﻻ ﻳﻨﻔﻌﻪ ﺷﻲء، ﻓﻘﺎﻝ ﺑﻌﻀﻬﻢ: ﻟﻮ ﺃﺗﻴﺘﻢ ﻫﺆﻻء اﻟﺮﻫﻂ اﻟﺬﻳﻦ ﻧﺰﻟﻮا، ﻟﻌﻠﻪ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻋﻨﺪ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﺷﻲء، ﻓﺄﺗﻮﻫﻢ ﻓﻘﺎﻟﻮا: ﻳﺎ ﺃﻳﻬﺎ اﻟﺮﻫﻂ، ﺇﻥ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻟﺪﻍ، ﻭﺳﻌﻴﻨﺎ ﻟﻪ ﺑﻜﻞ ﺷﻲء ﻻ ﻳﻨﻔﻌﻪ، ﻓﻬﻞ ﻋﻨﺪ ﺃﺣﺪ ﻣﻨﻜﻢ ﻣﻦ ﺷﻲء؟ ﻓﻘﺎﻝ ﺑﻌﻀﻬﻢ: ﻧﻌﻢ ﻭاﻟﻠﻪ ﺇﻧﻲ ﻷﺭﻗﻲ، ﻭﻟﻜﻦ ﻭاﻟﻠﻪ ﻟﻘﺪ اﺳﺘﻀﻔﻨﺎﻛﻢ ﻓﻠﻢ ﻳﻀﻴﻔﻮﻧﺎ، ﻓﻤﺎ ﺃﻧﺎ ﺑﺮاﻕ ﻟﻜﻢ ﺣﺘﻰ ﺗﺠﻌﻠﻮا ﻟﻨﺎ ﺟﻌﻼ

- Fiqhul manhaji :
ﻓﻲ اﻟﺠﻌﺎﻟﺔ ﻻ ﻳﺴﺘﺤﻖ اﻟﺠﻌﻞ ﺇﻻ ﺑﺎﻟﻔﺮاﻍ ﻣﻦ اﻟﻌﻤﻞ، ﻭﻟﻮ ﺷﺮﻁ ﺗﻌﺠﻴﻠﻪ ﻓﺴﺪ اﻟﻌﻘﺪ. ﻭﻓﻲ اﻹﺟﺎﺭﺓ ﻟﻪ ﺃﻥ ﻳﺸﺮﻁ ﺗﻌﺠﻴﻞ اﻷﺟﺮﺓ. 5 - اﻟﺠﻌﺎﻟﺔ ﻋﻘﺪ ﺟﺎﺋﺰ ﻛﻤﺎ ﻋﻠﻤﻨﺎ، ﺑﻴﻨﻤﺎ اﻹﺟﺎﺭﺓ ﻋﻘﺪ ﻻﺯﻡ، ﻟﻴﺲ ﻷﺣﺪﻫﻤﺎ ﺃﻥ ﻳﻔﺴﺨﻪ ﺇﻻ ﺑﺮﺿﺎ اﻵﺧﺮ

LINK ASAL :
www.fb.com/groups/piss.ktb/1409897335699737/
.

PALING DIMINATI

Back To Top