PERTANYAAN : 

> Donny Eru Putra
Assalaamu alaiku
mau tanya om,,
apakah boleh dan bagaimana hukumnya suami istri yg sedang dalam keadaan musafir yg dimana mereka berdua motel/tidak puasa. melakukan jimak di siang hari pada bulan romadhon,,
thank you atas jawabanya om,,

JAWABAN :

> Abu Cenghood
Tdk dosa jimak bagi musafir dg niat tarokhus(mengambil keringanan).
Dan tdk wajib kifarat karena kifarat itu wajib kepada org yg bersetubuh di siang hari bulan ramadan apabila memenuhi 9 syarat .
Diantaranya: أن يأثم بجماعه
jika berdosa dg persetubuhannya.

Ini adalah syarat no tujuh.

وبالسابع ما إذا لم يأثم بجماعه كالصبي وكذا المسافر والمريض إذا جامعا بنية الترخص

dan dikecualikan dg syarat no 7 ini yaitu jika dg jimaknya tdk berdosa spt anak kecil
.Begitu juga (tdk berdosa) org yg sedang melakukan perjalanan dan org yg sedang sakit jika keduanya jimak dg niat tarokhus 

إعانة الطالبين الجزء الثاني صفحة: ٢٣٩

> Ayah Ibrahim


Coba perhatikan ini:

وقولنا: آثم به احتراز عن المسافر فيما إذا جامع بنية الترخص فإنه لا يأثم

perkataan kita: dia (org yg jimak disiang hari di bulan ramadan) berdosa dg jimaknya adalah merupakan pengecualian untk orang yg sedang melakukan safar apabila jimak dalam safarnya dg niat tarokhus. maka dia tidak wajib kifarat karena dia TIDAK berdosa dg jimaknya.

yg menjadi alasan dia (musafir) tdk berdosa dg sebab jimaknya adalah:

لأن الإفطار مباح له

karena berbuka puasa baginya diperbolehkan.

INI DARI KIFAYATUL AKHYAR JUZ 1 HALAMAN 211

alasan si musafir tdk wajib kifarat dg jimaknya diterangkan juga dalam kitab MUGNIL MUHTAJ:

لأنه لم يأثم لوجود القصد مع الإباحة

karena dia dg jimaknya tdk berdosa. Karena ada dasar niat tarokhus serta diperbolehkan.

Wallohu a'lam bis showab 

LINK DISKUSI : 
 
Top