PERTANYAAN :

Durotun Nasihin Elfasandany

Assalamualaikum sedulur kabeh  
 Saya penduduk pesisir laut dengan aneka ragam ikan yang dihasilkan dari laut. Waktu di Madrasah dulu saya pernah di ajarkan hewan yang dilarang dimakan, diantaranya karena hidup di dua alam (darat dan air), masyarakat mencontohkannya Kepiting/Krustasea (yuyu, wideng, kepiting, dll. kalau Rajungan boleh karena hidupnya hanya di air).
Ketika SMP diajarkan tentang alat pernapasan makhluk hidup. Kebanyakan makhluk hidup bernapas dengan Paru-paru (manusia/mamalia) dan Insang (ikan).
Pertanyaanya, seperti apakah/kriteria hewan dua alam yang dilarang dikonsumsi?
Karena Manusia bernapas dengan paru-paru dan hidupnya di darat juga bisa hidup didalam air walau hanya beberapa menit.
Sepeti halnya Paus dan Lumba-lumba (ilmuan mengkategorikan mamalia bukan ikan karena menyusui) yang hidupnya di air dan ketika didaratpun bisa hidup karena pernapasannya dengan paru-paru. Begitupun Ikan Lele dan Gabus yang bernapas dengan insang namun punya alat bantu pernapasan yang dibebut Labirin sehingga bisa hidup didalam lumpur sekian bulan walaupun tanpa air, juga bisa hidup didarat karena punya cadangan oksigen untuk beberapa saat lamanya. Sedangkan Kepiting bernapas dengan Insang namun ketika didarat bisa hidup kerana punya cadangan oksigen dalam cangkangnya untuk beberapa hari. Beda halnya dengan katak/amfibi, bernapasnya dengan paru-paru (setelah dewasa) ketika didarat dan dengan kulit ketika didalam air.
Maaf persoalannya banyak, pertanyaannya mah satu. Saya ucapkan terimakasih atas kerjasamanya 

JAWABAN :

> Mas Hamzah

wa alaikumus salaam warohmatulloh
Hewan yg tdk bisa mati oleh air ada dua macam 1. hewan yg hidupnya di air dan ketika di keluarkan dari air maka hidupnya sama dengan hidupnya hewan yg disembelih.2. hewan yg bisa hidup di air dan didarat.

- macam yg pertama contohnya adalah ikan dengan berbagai macamnya, hukumnya halal di makan dak tdk perlu di sembelih baik dia mati karena adanya sebab yg dhohir maupun mati sendiri.adapun jika ikan tsb bentuknya tdk seperti ikan pada umumnya maka ada tiga pendapat yg masyhur :a. halal mutlak, ini adalah pendapat yg ashohb. haram.c. jika bentuknya sama dengan hewan yg halal di makan di daratan maka hukumnya halal, jika tdk maka haram.jadi berdasarkan ketiga pendapat tsb, jika ada ikan yg tdk ada bentuk yg serupanya di daratan maka hukumnya halal.imam nawawi berkata : " berdasarkan hal ini maka ikan yg menyerupai himar tdk halal walaupun himar liar di daratan halal dimakan , ini telah di jelaskan oleh pemilik kitab as syamil dan at tahdzib serta selain keduanya.

jika mengikuti pendapat yg awwal, yaitu semuanya halal, apakah di syaratkan menyembelihnya ? ataukah bangkainya halal ?ada dua pendapat, dan yg ashoh adalah halal bangkainya.

- macam yg kedua yaitu hewan yg bisa hidup di air dan di darat, misalnya burung air seperti bebek, angsa dan yg semisal dengan keduanya, maka hukumnya halal dimakan tapi bangkainya tidak halal. syeh abu hamid dan gurunya yaitu al imam pemilik kitab at tahdzib memasukkan katak dan kepiting kedalam macam yg ini.dan keduanya (katak dan kepiting) hukumnya haram menurut pendapat yg masyhur.hewan2 yg beracun haram secara mutlak, buaya haram menurut pendapat yg shohih dan kura kura juga haram menurut pendapat yg ashoh.

perlu diketahui bahwa jama'ah ulama' mengecualikan katak dari hewan2 yg tdk hidup kecuali di air, hal ini sebagai cabang dari pendapat yg ashoh yaitu hewan yg tdk bisa hidup kecuali di air hukumnya halal semuanya.begitu juga para ulama' mengecualikan ular dan kala jengking.pemahaman pengecualiaan ini bahwa katak tdk bisa hidup kecuali di air, dan mungkin saja itu adalah katak jenis tertentu dan jenis lainnya.al qodhi at thobary juga mengecualikan hewan nisnas (nggak tau artinya) berdasarkan pendapat yg ini, namun imam rouyani dan selainnya melarang utk mengikuti pendapat ini .imam nawawi berkata :" syeh abu hamid mengikutinya "

wallohu a'lam.

-kitab roudhoh (3/24-275)

فصل الحيوان الذي لا يهلكه الماء ضربان : أحدهما : ما يعيش فيه ، وإذا أخرج منه كان عيشه عيش المذبوح ، كالسمك بأنواعه ، فهو حلال . ولا حاجة إلى ذبحه كما سبق ، وسواء مات بسبب ظاهر ، كضغطة أو صدمة أو انحسار ماء أو ضرب من الصياد ، أو مات حتف أنفه . وأما ما ليس على صورة السموك المشهورة ، ففيه ثلاثة أوجه . ويقال : ثلاثة أقوال . أصحها : يحل مطلقا ، وهو المنصوص في " الأم " ، وفي رواية المزني واختلاف العراقيين ؛ لأن الأصح أن اسم السمك يقع على جميعها . والثاني : يحرم . والثالث : ما يؤكل نظيره في البر ، كالبقر والشاء ، فحلال ، وما لا ، كخنزير الماء في كلبه ، فحرام . فعلى هذا ، ما لا نظير له حلال . قلت : وعلى هذا لا يحل ما أشبه الحمار ، وإن كان في البر حمار الوحش المأكول ، صرح به صاحبا " الشامل " و " التهذيب " وغيرهما . والله أعلم . 

وإذا أبحنا الجميع ، فهل تشترط الذكاة ، أم تحل ميتته ؟ وجهان : ويقال : قولان ، أصحهما : تحل ميتته . الضرب الثاني : ما يعيش في الماء وفي البر أيضا ، فمنه طير الماء ، كالبط والأوز ونحوهما ، وهي حلال كما سبق ، ولا تحل ميتتها قطعا . وعد الشيخ أبو حامد والإمام ، وصاحب " التهذيب " من هذا الضرب الضفدع والسرطان ، وهما محرمان على المشهور . وذوات السموم حرام قطعا . ويحرم التمساح على الصحيح ، والسلحفاة على الأصح . 

واعلم أن جماعة استثنوا الضفدع من الحيوانات التي لا تعيش إلا في الماء ، تفريعا على الأصح ، وهو حل الجميع . وكذا استثنوا الحيات ، والعقارب . ومقتضى هذا الاستثناء أنها لا تعيش إلا في الماء . ويمكن أن يكون منها نوع كذا ، ونوع كذا . واستثنى القاضي الطبري ، النسناس على ذلك الوجه أيضا . وامتنع الروياني وغيره من مساعدته . قلت : ساعده الشيخ أبو حامد . والله أعلم .

> Ghufron Bkl

المجموع شرح المهذب : 

( أما الأحكام ) فقال أصحابنا : الحيوان الذي لا يهلكه الماء ضربان ( أحدهما ) ما يعيش في الماء ، وإذا خرج منه كان عيشه عيش المذبوح ، كالسمك بأنواعه فهو حلال ، ولا حاجة إلى ذبحه بلا خلاف ، بل يحل مطلقا سواء مات بسبب ظاهر كضغطة أو صدمة حجر أو انحسار ماء أو ضرب من الصياد أو غيره . أو مات حتف أنفه سواء طفا على وجه الماء أم لا ، وكله حلال بلا خلاف عندنا ،

/ حاشية البجيرمي على الخطيب الجزء 4 ص 324 :
قوله : ( السمك والجراد ) قال في المنهاج ولو صادهما مجوسي قال المحلي ولا اعتبار بفعله . والسمك هو كل حيوان يكون عيشه في البحر عيش مذبوح ولو على صورة الخنزير مثلا ومنه القرش ومن السمك ما لا يدرك الطرف أوله وآخره لكبره وتحل سمكة في قلب سمكة ما لم تتفتت وتتغير ويحل ما طفا على وجه الماء وانتفخ ما لم يضر , ويجوز بلعه وقليه حيا وشيه

بغية المسترشدين :

(مسألة: ك): قال في التحفة: حيوان البحر ما يعيش فيه بأن يكون عيشه خارجه عيش مذبوح أو عيش حي لا يدوم اهـ. والذي يظهر أن مراده بعدم دوام حياته، إما لأن تكون حياته في البر كحياته في البحر بحيث لو زادت في البحر على حياته في البر يصدق عليه أنه لم تدم حياته في البر.

wallohu a'lam bis showab (NN)

LINK ASAL :
https://www.facebook.com/notes/www.piss-ktb.com/962042357151906
LINK TERKAIT :
 
Top