PERTANYAAN:

Muchlis Sukron
Assalamualaikum, saya mau tanya berkaitan ayat ini: Dan barangsiapa yang tidak menghukum dengan (hukuman) yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang yang kafir. (QS. al-Maidah: 44).
1.  seperti apa hukum Allah yang dimaksud dalam surat tersebut?
2. apakah hukum di negeri ini sudah sesuai dengan hukum yang dimaksud dalam ayat tersebut? 


JAWABAN: 


> Ulinuha Asnawi   

Wa'alaikum salam, dalam tafsir QURTUBY dijelaskan: 

قوله تعالى : ومن لم يحكم بما أنزل الله فأولئك هم الكافرون والظالمون والفاسقون نزلت كلها في الكفار ; ثبت ذلك في صحيح مسلم من حديث البراء ، وقد تقدم ، وعلى هذا المعظم . فأما المسلم فلا يكفر وإن ارتكب كبيرة . وقيل : فيه إضمار ; أي : ومن لم يحكم بما أنزل الله ردا للقرآن ، وجحدا لقول الرسول عليه الصلاة والسلام فهو كافر ; قاله ابن عباس ومجاهد ، فالآية عامة على هذا . قال ابن مسعود والحسن : هي عامة في كل من لم يحكم بما أنزل الله من المسلمين واليهود والكفار أي : معتقدا ذلك ومستحلا له ; فأما من فعل ذلك وهو معتقد أنه راكب محرم فهو من فساق المسلمين ، وأمره إلى الله تعالى إن شاء عذبه ، وإن شاء غفر له ، وقال ابن عباس في رواية : ومن لم يحكم بما أنزل الله فقد فعل فعلا يضاهي أفعال الكفار ، وقيل : أي : ومن لم يحكم بجميع ما أنزل الله فهو كافر ; فأما من حكم بالتوحيد ولم يحكم ببعض الشرائع فلا يدخل في هذه الآية ، والصحيح الأول 

Maksud dari Q.S Al-Maidah 41 "WAMAN LAM YAHKUM BIMAA ANZALALLOH FA ULAIKA HUM AL-KAFIRUNdalam ayat selanjutnya juga dijelaskan dengan redaksi kalimah KAFIRUN dengan kalimah FASIQUUN dan DZALIMUUN ayat ini berkenaan dengan permasalah KUFUR, sebagaimana telah dijelaskan dalam Hadits Muslim dari riwayat Al-bara' RA, sebagaiman penjelasan yang telah lalu, seorang Muslim tdk bisa dikatakan Kafir. dan ada juga pendapat ayat ini mengandung arti "Barang siapa yang tdk menetapkan hukum yang telah diturunkan Alloh Swt, maksudnya adalah Menolak (kebenaran) Al-Qur'an dengan angkuh, Dengan dasar Hadits Rosululloh Saw maka orang trsebut Kafir ,

sebagaiman yang dikatakan Ibnu Abbas dan Al-Mujahid RA "ini adalah ayat yang aam/Umum" oleh karenanya Ibnu mas'ud & Hasan RA berkata (ini adalah ayat) yang Umum pada tiap-tiap seseorang yang tidak menetapkan hukum dengan apa-apa yang diturunkan oleh Alloh Swt, dari permasalahan yang berkenaan dengan seorang Muslim, Yahudi dan seorang kafir (pada umum-nya) maksudnya, jika seseorang yang melakukan hal yang dilarang oleh Alloh swt sedang dia berkeyakinan ini tetap haram hukumnya maka dia dikatakan sebagai seorang Muslim yang Fasik (bukan kafir)Dan atas perbuatannya ,

seseorang bisa mendapatkan adzab dari Alloh atau Alloh Swt memberikan pengampunan atas-nyaIbnu Abbas RA dalam riwayat yang lain berkata barang siapa yang tdk meng-hukumi atas apa yang telah diturunkan (ditetapkan) oleh Alloh Swt, maka dia sungguh... telah melakukan pekerjaan orang kafir (bukan dikatakan seorang kafir) 

ada juga yang qiil (sedikit ulama yang berpendapat) "Barang siapa yang tdk meng-Hukum-i dengan semua yang diturunkan (ditetapkan )oleh Alloh dia dikatakan kafir, adapun orang yang meng-hukumi tauhid dan tidak meng-hukum-i syari'at maka tdk termasuk pada pembahasan ayat tersebut diatas,

dan pendapat yang shohih adalah pendapat pertama.yaitu, orang muslim yang melakukan perbuatan orang kafir (amal kemaksiatan) tdk bisa difonis KAFIR,akan tetapi SEORANG MUSLIM YANG FASIK 

WALLOHU A'LAM BIS-SHOWAB
 ------------------------------------- 
1.  seperti apa hukum Allah yang dimaksud dalam surat tersebut? 
2. apakah hukum di negeri ini sudah sesuai dengan hukum yang di maksud dalam ayat tersebut?
 --- 
1. Segala hukum yang terdapat dalam Al-Qur'an, termasuk Syar'i ataupun Aqidah. 
2. Negara Indonesia, atas Azaz pancasila & UUD 45, dan bukan Negara Islam. 

LINK ASAL: 
https://mbasic.facebook.com/notes/pustaka-ilmu-sunni-salafiyah-ktb-piss-ktb/2921-tafsir-qsal-maidah44/716367595052718/?refid=18
 
Top