PERTANYAAN :

Ochied Avverrous
Assalamu'alaikum...
apa hukum iia menjawab imam yang membaca alaysallohu bi ahkamil haakimiin dengan jawaban balaa wa anaa djalika minasyahidiin .,...

JAWABAN :

1. Abdurrahman As-syafi'i
wa'alaikum salam wr.wb

اذا وجدت كل اية دعا # نبينا فسن ذاك خاشعا

Apabila engkau membaca ayat,dimana Nabi kita tlah berdoa didalamnya,maka disunahkan lah kita untuk melakukannya dgn khusu'

متى انتهيت كل سورة اتت # فادع لما من الحديث قد ثبت

Ketika engkau selesai pada ahir surat-surat tertentu,maka berdoalah sesuai hadis yg telah ada

في الملك و القيامة التين اعلمن # و المرسلات هل اتاك فاختمن

Diantaranya adalah diahir surat al mulk,alqiyamah,attin,al-mursalat,hal ataka (al ghosiyah)

2. Mbah Jenggot II

ويسن سؤال الرحمة بنحو: "اللهم إغفر أو إرحم" عند قراءة أية رحمة, والإستعاذة بنحو: "اللم أعذنى من النا" عند قراءة آية عذاب, والتسبيح آية التسبيح, وعند آخر والتين, وآخر القيامة أن يقول:"بلى وإنا على ذلك من الشاهدين", وعند آخر المرسلات :"آمنا بالله", يفعل ذلك كله من الإمام والمنفرد لقراءة نفسه, والمأموم لقراءة إمامه أو نفسه حيث لم يسمع قراءة إمامه وغير المصلى لكل قراءة سمعها.

Busyrol karim juz I hal 77

Dan disunahkan meminta rahmat dengan berucap semisal : “Ya Allah ampunilah, Ya Allah rahmatilah” ketika membaca ayat rahmat. Dan disunahkan meminta perlindungan dengan berucap semisal : “Ya Allah, selamatkanlah aku dari api neraka” ketika membaca ayat adzab, bertasbih ketika membaca ayat tasbih, dan ketika membaca akhir dari surat at-tin dan akhir surat al-Qiyamah agar membaca: (“Ya, dan kami atas hal itu termasuk para saksi,) dan pada akhir surat al-Mursalat agar membaca : (“Kami beriman kepada Allah”.)disunahkan agar melakukan hal tsbt masing-masing imam dan orang yang shalat sendiri karena mendengar bacaannya agar melakukan ssemua yang tersebut tadi, dan seorang makmum karena bacaan imamnya atau karena mendengar bacaannya sendiri apabila dia tidak mendengar bacaan imam, dan bagi orang yang tidak shalat apabila mendengar setiap bacaan yang ia dengar.

Minhajul qowim hal 40

فَتَنْقَطِعُ الْفَاتِحَةُ باِلسُّكُوْتِ الطَّوِيْلِ إِنْ تَعَمَّدَهُ أو إِنْ طَان يَسِيْرًا وَقَصَدَ بِهِ قَطْعَ الْقِرَأَةِ وَبِالذِّكْرِ إِلاَّ إِنْ كَانَ نَاسِيًا وَإِلاَّ إِذَا سُنَّ فىِ الصَّلاَةِ كَالتَّأْمِيْنِ وَالتَّعَوُّذِ وَسُؤَالِ الرَّحْمَةِ وسجود التلاوة لقراءة إمامه والرد عليه.
(والتعوذ) من العذاب وسؤال الرحمة عند قراءة آياتهما منه أو من إمامه, وقوله بلى عند سماعه "أليس الله بأحكم الحاكمين".

Maka bacaan fatihah itu terputus dengan diam yang lama apabila dia melakukannya dengan sengaja atau sebentar akan tetapi dia berniat memutus bacaan, dan juga terputus dengan dzikir kecuali apabila dia lupa. Apabila tidak, maka tidak apa-apa selagi dzikir tersebut termasuk dzikir yang disunahkan didalam shalat seperti membaca amin, ta’awwud, meminta rahmat, sujud tilawah karena bacaan imam dan menjawabinya.
Ucapan pengarang (والتعوذ) : artinya berlindung dari adzab (وسؤال الرحمة ) meminta rahmat, tatkala membaca ayat-ayat adzab atau ayat rahmat dari bacaannya sendiri atau bacaan imamnya. Adapun ucapannya (بلى) itu tatkala mendengar ayat : أليس الله بأحكم الحاكمين.

3. Abdullah Afif
Nambah:

Bagaimana hukum menjawab (yang lebih tepat: mengucapkan) "BALAA WA ANAA 'ALAA DZAALIKA MINASYSYAAHIDIIN" usai membaca / mendengar ayat "ALAISALLAAHU BI AHKAMIL HAAKIMIIN"

Jawab:
Hukumnya sunnah
Ta'bir dari kitab:
Attibyaan Fii Aaadaabi Hamalatil Quran halaman 121, karya Imam Nawawi:


ومنها أنه يستحب له أن يقول ما رواه أبو هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم : أنه قال من قرأ والتين والزيتون فقال أليس الله بأحكم الحاكمين فليقل بلى وأنا على ذلك من الشاهدين رواه أبو داود والترمذي بإسناد ضعيف

Diantara masaail (beberapa masalah):
Bahwasanya disunnahkan bagi orang yang membaca Al Quran agar membaca apa yang diriwayatkan oleh shahabat Abu Hurairah -radhiyallaahu 'anhu- dari Nabi -shallallaahu 'alaihi wasallam- bahwasanya beliau bersabda: "Barang siapa membaca "WATTIINI WAZZAITUUNI" dan dia membaca"ALAISALLAAHU BI AHKAMIL HAAKIMIIN" maka hendaklah dia membaca:
BALAA WA ANA 'ALAA DZAALIKA MINSYSYAAHIDIIN

HR. Abu Dawud dan Tirmidzi dengan isnad yang dha'if

Catatan Pertama:
Hadits diatas diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunannya juz I halaman 202, hadits nomor 887, cetakan ke I tahun 1410 H - 1990 M, Daar Al Fikr / 1/331, maktabah syamilah.

Berikut sanad dan matannya:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الزُّهْرِىُّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنِى إِسْمَاعِيلُ بْنُ أُمَيَّةَ سَمِعْتُ أَعْرَابِيًّا يَقُولُ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ مِنْكُمْ (وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ) فَانْتَهَى إِلَى آخِرِهَا (أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ) فَلْيَقُلْ بَلَى وَأَنَا عَلَى ذَلِكَ مِنَ الشَّاهِدِينَ

Juga diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dalam Sunannnya juz V halaman 113-114, hadits nomor 3405, cetakan ke II tahun 1403 H - 1983 / 5/443, maktabah syamilah

Juga diriwayatkan oleh Imam Hakim dalam Mustadraknya 2/510, maktabah syamilah

Berikut sanad dan matannya:

أَخْبَرَنَا أَبُو الْعَبَّاسِ مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ الْمَحْبُوبِيُّ ، حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مَسْعُودٍ ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ ، أَنْبَأَ يَزِيدُ بْنُ عِيَاضٍ ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أُمَيَّةَ ، عَنْ أَبِي الْيَسَعِ ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا قَرَأَ {أَلَيْسَ ذَلِكَ بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَى} قَالَ : بَلَى وَإِذَا قَرَأَ {أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ} قَالَ : بَلَى

Imam Hakim berkata:

هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحُ الإِسْنَادِ وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ

Al Hafizh Adz Dzahabi dalam Talkhis berkata: "SHAHIIHUN."

Sumber link untuk al Mustadrak:

Catatan kedua:
Ta'bir kesunnahan bagi orang yang mendengar adalah sebagaimana yang dikutip oleh Mbah Jenggot II dari Kitab Busyrol Karim 1/77

Wallaahu A'lam

LINK ASAL :
 
Top