Bismillahirrohmaanirrohiim

2128. INILAH ALAT UNTUK ISTINJA'

PERTANYAAN :
Assalamualikum. Ada perta'an Nich mohon dicerahkan njich. Apakah boleh orang yang meninggalkan sholat bisa dibuat alat ISTINJA' (pembersih Sehabis buang Air Besar) terimakasih sebelum nya. [Status-Hamba Yang-Berselimu dengan Noda-dosa].
JAWABAN :
Wa'alaikumussalaam, orang yang meninggalkan sholat, setelah dia tidak mau lagi bertaubat maka termasuk mahluk yang ghoir muhtarom (tidak dimulyakan)
غير المحترم) و هو ما لا يحرم قتله (ستة) من الاشاء احدها (تارك الصلاة) اى بعد امر الامام و الاستتابة ندبا و قيل وجوبا و على ندب الاستتابة لا يضمن من قتله قبل التوبة لكنه ياثم  كاشفة السجا ٣٤
Sedang salah satu syarat dari benda2 yang boleh di jadikan untuk sarana istinja adalah ghoir muhtarom
صابط الحجر....... ان يكون غير محترم فلا يجزئ العظم و كل مطعوم ادمى و مثله الاوراق التى فيها كلام محترم كعلم  التقريرات السديدة ١٠٦
Dari singkronisasi keduanyalah timbul pertanyaan : " apakah orang yang meninggalkan sholat boleh dipakai buat istinja ? "
Dalam bagian lain di jelaskan:
و الرابع ان يكون غير محترم خرج به المحترم كمطعوم الادميين كالخبز و مطعوم الجن كالعظم و كالجزء منه كيد و يد غيره و كذنب البعير المنفصل و اما الجلد فالاظهر انه ان كان مدبوغا جاز الاستنجاء به و الا فلا كما قاله الحصنى   كاشفة السجا ١٨
Syarat ke 4 dari benda yang bisa dijadikan sebagai alat istinja yakni tidak dimulyakan, maka tidak boleh istinja menggunakan makanan yang dimakan manusia seperti roti atau makanan jin seperti tulang. Dan tidak boleh menggunakan bagian tubuh dari manusia seperti tanganya sendiri, atau tangan milik orang lain. Atau menggunakan ekor binatang yang putus.
Adapun kulit binatang yang telah di samak maka boleh dipakai. Jadi, menilik dari penjabaran singkat ini walaupun dihukumi sebagai ghoir muhtarom maka tidak boleh digunakan sebagai alat istinja. Ibaroh dari al-bajuri :
و جزء الادمي و لو مهدرا كالحربي لانه محترم من حيث الخلقة و ان كان غير محترم من حيث الاهدار   الباجوري 1/90
Tidak boleh istinja menggunakan tubuh manusia walaupun berasal dari orang yang halal untuk dibunuh seperti orang kafir. Karena mereka tetep dimulyakan dalam penciptaanya meski tidak dimulyakan dalam hal kebolehan membunuhnya. [Abdur Rahman As-syafi'i II, Abdurrahman As-syafi'i].
Link Asal :
www.fb.com/groups/piss.ktb/505782939444519/
.

PALING DIMINATI

Back To Top