772. SHOLAT : Hukum mengqodho' Sholat Bagi Orang Yg Sudah Meninggal - Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah - KTB (PISS-KTB)

772. SHOLAT : Hukum mengqodho' Sholat Bagi Orang Yg Sudah Meninggal

Jumat, 17 Februari 20120 komentar


PERTANYAAN :

Zaid Zed Al Habsyi
Assalamualaikum wr br.
mengqodlo sholat seorang yang sudah meninggal.
Bagaimana hukumnya mengqodlo’ sholatnya orang yang sudah meningal
karena semasa hidupnya tidak pernah melakukan sholat / karena sakit parah,...???
mohon penjelasannya,..terima kasih,..

JAWABAN :

A Ramdhan Ab>>

sebenarnya ada 2 pendapat dlm mslh ini, yg pertama ada yg mengatakan keluarga si mayit harus mengqodo shalat yg ditinggalkan s mayit.
Dan yg kedua keluarga si mayit ckp dgn membayar fidyah saja dgn 1x sholat=1 mud/6 ons beras. Dan ini adlh pndapat yg dipilih olh kbanyakan ashab Syafi'i.
. ﻭﻧﻘﻞ ﺍﺑﻦ ﺑﺮﻫﺎﻥ ﻋﻦ ﺍﻟﻘﺪﻳﻢ ﺃﻧﻪ ﻳﻠﺰﻡ ﺍﻟﻮﻟﻲ ﺇﻥ ﺧﻠﻒ ﺗﺮﻛﺔ ﺃﻥ ﻳﺼﻠﻰ ﻋﻨﻪ،ﻛﺎﻟﺼﻮﻡ.ﻭﻓﻲ ﻭﺟﻪـ ﻋﻠﻴﻪ ﻛﺜﻴﺮﻭﻥ ﻣﻦ ﺃﺻﺤﺎﺑﻨﺎـﺃﻧﻪ ﻳﻄﻌﻢ ﻋﻦ ﻛﻞ ﺻﻼﺓ ﻣﺪﺍً "telah dinukil dari Ibnu Burhan dari Qoul Qadim (Madzhab Asy-Syafi'i) bahwa wajib bagi wali menshalatkan (mengqadha' shalat) yang ditinggalkan mayyit, seperti hal nya puasa. Menurut sebagian besar Ashab kami (ulama-ulama Syafi'iiyah) bahwa sesungguhnya (mengganti dengan) memberi makan, untuks setiap shalat dibayarkan satu mud
i'anatuthalibin.

Masaji Antoro>>
Wa'alaikumsalam wr wb

ADA PERBEDAAN PENDAPAT MENGENAI MENGQADHA SHALAT ORANG YANG TEKAH MENINGGAL :

~ Sebagian Ulama menyatakan tidak wajib diqadha
~ Sebagian memilih di qadha
~ Sebagian memilih diganti setiap satu shalat dengan satu MUD

( فائدة ) من مات وعليه صلاة فلا قضاء ولا فدية وفي قول كجمع مجتهدين أنها تقضى عنه لخبر البخاري وغيره ومن ثم اختاره جمع من أئمتنا وفعل به السبكي عن بعض أقاربه ونقل ابن برهان عن القديم أنه يلزم الولي إن خلف تركة أن يصلى عنه كالصوم وفي وجه عليه كثيرون من أصحابنا أنه يطعم عن كل صلاة مدا وقال المحب الطبري يصل للميت كل عبادة تفعل واجبة أو مندوبة

FAEDAH
Barangsiapa meninggal dunia dan padanya terdapat kewajiban shalat maka tidak ada qadha dan bayar fidyah.

Menurut segolongan para mujtahid sesungguhnya shalatnya juga diqadhai berdasarkan hadits riwayat Bukhari dan lainnya karenanya segolongan imam cenderung memilih pendapat ini dan Imam Subky juga mengerjakannya untuk sebagian kerabat-kerabat beliau.
Ibn Burhan menuqil dari qaul qadim wajib bagi wali bila mayit meninggalkan warisan untuk menshalati ats namanya seperti halnya puasa, sebagian ulama pengikut syafi’i memilih dengan mengganti setiap satu shalat satu mud.
Syekh Muhib at-Thabry berkata “Akan sampai pada mayat setiap ibadah yang dikerjakan baik berupa ibadah wajib ataupun sunah”

I’aanah at-Thoolibiin I/24
Share this article :

Postingan Populer

 
Didukung Oleh : PISS-KTB Group | PISS FANS PAGE
Boleh diCopy © 2010 asal tetap mencantumkan URL artikel.
Grup Tanya Jawab dan Diskusi Keislaman
Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Indonesia Raya