595. THOHAROH: SHOHIBUL JABIROH (BERSUCINYA ORANG YANG LUKA PERBAN)

Kamis, 23 Februari 20120 komentar


PERTANYAAN:

Toni Imam Tontowi

®®®SHOHIBUL
JABIROH®®®

apa ada yg bs menerangkan ?

Trimakasih

JAWABAN:

>> Mbah Jenggot:
Gips/pembalut luka.
Kalau menurut kitab Kifayatul Akhyar Juz 1 hal 38 syarat-syaratnya berat, yakni :
a. Harus dalam keadaan suci
b. Pemasangan harus menurut tertibnya anggota yang dibasuh ketika wudlu
c. Banyaknya tayamum berulangkali menurut jumlah jabiroh didalam anggota wudlu
d. Banyaknya tayamum berulangkali menurut jumlah jabiroh didalam anggota wudlu.

kalo mau pendapat yg enteng seperti yang tertera dalam kitab:
1. Al-Mizan, I : 135
ومن ذلك قول الإمام الشافعى – من كان بعضو من أعضائه جرح اوكسر او قروح والصق عليه جبيرة وخاف من نزعها التلف انه يمسح على الجبيرة وتيمم مع قول أبى حنيفة ومالك انه ان كان بعض جسده صحيحا وبعضه جريحا ولكن الأكثر هو الصحيح غسله وسقط حكم الجريح ويستحب مسحه بالماء. وان كان الصحيح هو الأقل تيمم وسقط غسل العضو الصحيح وقال أحمد يغسل الصحيح وتيمم عن الجريح من غير مسح للجبيرة.
ووجه الأول الأخد بالإحتياط بزيادة وجوب مسح الجبيرة لما تأخذه من الصحيح غالباللا ستمساك. ووجه الثانى أنه اذاكان الأكثر الجريح القرح فالحكم له لأن شدة الألم حينئذ أرجح فى طهارة العضو من غسله بالماء فان الأمراض كفارات للخطايا.
Artinya:
Menurut imam syafi’I : orang yang di anggauta wudlunya ada luka atau bengkak kemudian diperban dan ia takut mengusap perban dan bertayamum. Menurut imam hanafi dan malik: jika yang sakit lebih kecil daripada yang sehat, cukup membasuh yang sehat dan disunnahkan mengusap yang sakit. Apabila yang sehat lebih kecil, maka hanya wajib tayamum. Dan tidak wajib membasuh anggota yang sehat. Menurut imam ahmad, membasuh anggota yang wajib dan tayamum untuk sakit tidak wajib mengusap perban. Pendapat pertama mengambil langkah yang berhati-hati, dengan menambahkan: wajibnya mengusap tambal karena diambil pada anggota badan yang shohih/sehat secara umum untuk penanggulangan. Pendapat yang kedua, ketika yang lebih banyak itu luka atau koreng, maka hukum berada padanya. Karena parahnya sakit saat demikian, lebih diutamakan didalam pensucian anggota badan disbanding harus membasuh dengan air. Karena penyakit itu adalah menghapus terhadap kesalahan (dosa).

2. Al-Qalyubi, I : 97
( فان تعذر ) نزعه لخوف محذور مما ذكره فى شرح المهذب ( قضى ) مع مسحه بالماء ( على المشهور) لانتفاء شبهه حينئذ بالخف والثانى لايقضى للعذر والخلاف فى القسمين فيما اذا كان الساتر على غير محل التيمم فان كان على محله قضى قطعا لنقص البدل والمبدل جزم به فى أصل الروضة ونقله فى شرح المهذب ... الى ان قال : الاظهر انه ان وضع على طهر فلا اعادة والا وجبت. انتهى وعلى المختار السابق له لاتجب.

Artinya:
Apabila ada udzur untuk melepas ( tambal) seperti apa yang disebut dalam syarah muhadzab maka wajib mengqodoi shalatnya dan mengusapnya dengan air menurut yang mashur, karena hal ini tidak ada keserupaan, dengan pemakai muzah ( alas kaki arab ). Menurut pendapat yang kedua tidak perlu qodlo shalatnya ( bila dilakukan ) karena termasuk udzur, perbedaan pendapat di dalam dua kelompok tersebut, dalam mas’alah, penutup (tambal) yang terdapat selain anggota tayamum (seperti lengan/muka) maka jelas harus mengqodlo shalatnya, karena ada kurangnya antara pengganti dan yang diganti. Hal itu diyakini oleh imam nawawi didalam aslinya kitab Roudloh dan menukilnya didalam kitab syarah al-muhadzab, S/d …. Menurut yang adzhar, jika waktu memasang penutup (tambal) itu dalam kondisi suci, maka tidak perlu mengulang shalatnya, kalau tidak suci maka wajib mengulang. Menurut yang mashur ( terpilih ) yang dahulu tidak wajib.

>> Hakam Ahmed ElChudrie:
shohbul jbiroh adl org yg pnya luka dn kmdian d tmbal..
Posisi luka ada 2 macm, d selain angta tayamum dn d angota tayamum..
Bla luka d selain angota tayamum mka spt ktrangn mbah jengot d atas dn tdk wjb mngulah..
Tp bla d angta tayamum, mk nnti wjb ngulang..slhkan lhat bajuri dn kifaytul akhyar bgn jabiroh..

>> Yupiter Jet:
Jabiroh = perban

Kasus ini terjadi ketika pada anggota badan yang menjadi anggota wudlu terdapat luka dan diberi balutan (perban) yang dalam bahasa fiqih biasa disebut JABIROH.

Mutawadldli (yang berwudlu) termasuk mughtasil (yang beradus) diberikan pilihan, apakah mencopot/membuka perbannya dan membasuh bagian yang lukanya sebagaimana biasa dengan resiko agak sakit, atau perban tetap menempel.

Ketika jabiroh tidak dilepas, maka ketika itu terkait beberapa permasalahan….

Masalah terkait;

1. Jabiroh ada pada anggota tayammum (wajah dan tangan)
2. Jabiroh bukan pada anggota tayammum

Jabiroh bukan pada anggota tayammum

A. Jabiroh menutupi bagian yang sehat:
X. sewajarnya (sesuai kebutuhan) dan Jabiroh
disimpan / dibalutkan:
1. ketika punya wudlu
2. ketika punya hadats.
Y. tidak sewajarnya (melebihi batas kebutuhan)
B. Jabiroh tidak menutupi bagian yang sehat

1 = wajib mu’adah
2AX1 = tidak wajib mu’adah
2AX2 = wajib mu’adah
2AY = wajib mu’adah
2B = tidak wajib mu’adah

Saat wudlu memasuki bagian anggota badan yang ada jabiroh, mutawadldli jangan dulu meneruskan ke anggota wudlu selanjutnya tetapi harus menyapu (mashu) jabirohnya kemudian bertayammum sebagai pengganti bagian yang tidak dibasuh. setelah itu baru melanjutkan wudlu ke anggota wadlu di depannya.

penjelasan dari Mbah Jenggot dan Mas Hakam Ahmed ElChudrie, tidak jauh berbeda dengan penjelasan terakhir, hanya formatnya saja.

oh ya, rujukannya di ambil dari Hasyiyah Albajuri ...
Share this article :

Postingan Populer

 
Didukung Oleh : PISS-KTB Group | PISS FANS PAGE
Boleh diCopy © 2010 asal tetap mencantumkan URL artikel.
Grup Tanya Jawab dan Diskusi Keislaman
Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Indonesia Raya