468. SHOLAT : PRIA berjamaah di belakang JAMAAH WANITA - Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah - KTB (PISS-KTB)

468. SHOLAT : PRIA berjamaah di belakang JAMAAH WANITA

Sabtu, 25 Februari 20120 komentar


Pertanyaan TITIPAN

Ada bapak2 yang telat datang kemusholla, Shalat baru saja dimulai...
Dalam musholla Jama'ahnya kebetulan penuh, Si bapak nggak ada jalan untuk bergabung keshof laki2 (padahal beliau ingin sholat berjama'ah). Tempat longgar cuma teras musholla yan g otomatis dibelakang jama'ah ibu2...

Apakah sah sholat bapak tersebut jika terpaksa berada dibelakang makmum perempuan ?? Maturnuwun..

JAWABAN

Abal Fatum>>
Dibelakang imam adalah golongan laki2, kemudian anak kecil dan paling belakang adalah para wanita, ini semua hukumnya sunnah.
Dan kalau berbeda dengan ketentuan dari urutan diatas, hukumnya makruh

ويقف خلف الإمام الرجال ثم الصبيان ثم النساء ولايؤخر الصبيان للبالغين لإتحاد جنسهم.
قوله"ويقف" أي ويسن إذا تعددت أصناف المأمومين أن يقف خلفه الرجال ولو أرقاء ثم بعدهم إن كمل صفهم الصبيان ثم بعدهم وإن لم يكمل صفهم النساء إلى أن قال...
ومتى خولف الترتيب المذكور كره
i'anah tholibien juz 2 halaman 25 darul kitab al islami bkn yg bairut.

Masaji Antoro>>
Dalam kasus diatas berikut solusi yang ditawarkan oleh ulama fiqh :
1. Bapak-bapak tetap shalat berada diemper mushalla dibelakang jamaah wanita (ibarah Abal Fatum)

2. Wanita bergeser kebelakang dengan tidak menimbulkan hal yang dapat membatalkan shalat (gerakan tiga kali berturut2), bapaknya maju kedepan, pendapat ini yang dipilih oleh Imam Ali Syibra malisy

( قوله ولا يؤخر الصبيان للبالغين ) أي إذا حضر الصبيان أولا وسبقوا إلى الصف الأول ثم حضر البالغون فلا ينحى الصبيان لأجلهم لأنهم حينئذ أحق به منهم ( وقوله لاتحاد جنسهم ) أي أن جنس الصبيان والبالغين واحد وهو الذكورية وأفهم التعليل المذكور أن النساء لو سبقن للصف الأول ثم حضر غيرهن يؤخرن لأجله وذلك لعدم اتحاد الجنس وانظر إذا أحرمن ثم بعده حضر غيرهن هل يؤخرن بعد الإحرام أو لا ثم رأيت ع ش استقرب الأول وقال حيث لم يترب على تأخرهن أفعال مبطلة

(Keterangan dan tidak diundurkan anak-anak karena kedatangan orang-orang dewasa) artinya bila anak-anak datang pertama dan menempati shaf awal kemudian datang orang-orang dewasa maka tempat anak-anak tidak boleh digeser karena kedatangan mereka lebih awal, shaf depan lebih berhak mereka miliki.

(Keterangan karena sesama jenis) artinya kelamin anak-anak dan orang-orang dewasa tersebut sama yakni lelaki, dari sini dapat difahami para wanita bila berada dishaf awal kemudian datang jamaah lainya, jamah wanita tersebut bisa digeser karena alasan lain jenis,.

Bagaima bila wanita-wanita tersebut telah takbiratul ihram kemudian jamah lainnya datang, apakah mereka juga digeser kebelakang setelah menjalani takbiiratul ihram atau tidak perlu ? Menurut ‘Ali Syibra malisy cenderung memilih opsi pertama (bergeser kebelaknag) asalkan bergesernya tidak disertai menjalankan hal-hal yang membatalkan shalat..
I’aanah at-Thaalibiin II/25
Wallaahu A'lamu Bis showaab
Share this article :

Postingan Populer

 
Didukung Oleh : PISS-KTB Group | PISS FANS PAGE
Boleh diCopy © 2010 asal tetap mencantumkan URL artikel.
Grup Tanya Jawab dan Diskusi Keislaman
Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Indonesia Raya