PERTANYAAN
Kang Muhammad 'Ali Mawardy
Apakah nabi mengamalka n/ menganjurka n/ pernah
melakukan tangan bersedekap sehabis ruku' ? Jika tidak ? Bagaimana
hukumnya jika kita bersedekap
setelah ruku' dikarenaka n
turut kepada guru ?
JAWABAN
>> Masaji Antoro
POSISI TANGAN SAAT I'TIDAL
Terjadi perbedaan pendapat tentang kesunnahan bersedekap atau tidaknya tangan sewaktu I’tidal
karena tidak terdapatka nnya
satu hadits yang secara pasti mejelaskan tentang sedekap ketika i'tidal, kecuali
dua hadits yang dipergunak an
sebagian ulama untuk menunjukka n
sunnahnya perbuatan ini.
كَانَ النَّاسُ يُؤْمَرُوْ نَ
أَنْ يَضَعَ الرَّجُلُ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى ذِرَاعِهِ الْيُسْرَى فِيْ الصَّلاَةِ
"Orang-ora ng
dahulu diperintah kan
untuk meletakkan tangan
kanannya di atas hasta tangan kirinya dalam shalat". [HR. Bukhari].
كَانَ إِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ اسْتَوَى حَتَّى يَعُوْدَ كُلُّ فَقَارٍ مَكَانَهُ
"Apabila mengangkat
kepalanya (bangkit dari ruku'), maka beliau Saw meluruskan (badannya) hingga semua rangkaian tulang
belakangny a kembali
ke posisinya" . [HR.
Bukhari].
Kedua hadits di atas tidak secara jelas menunjukka n hukum perbuatan tersebut. Oleh
karena itu, para ulama berbeda pendapat dalam mensikapi permasalah an sedekap, dan perbedaan pendapat ini
sudah berlangsun g
sejak zaman Imam Ahmad bin Hambal sedang memurut Imam Syafi'i dalam
kitab Al-Umm dan dalam literatur kitab-kita b Fiqh Syafi'iyya h yang lain posisi tangan sewaktu
i'tidal yang lebih utama dilepas (tidak bersedekap ) kecuali bila dikhawatir kan terjadi 'abats (menggangg u konsentras i dalam sholat). Wallahu A'lam
http:// www.faceboo k.com/ note.php?no te_id=1295 5585708602 0
Kalangan Syafi'iyya h
lebih cenderung memilih melepaskan
kedua tangan lurus kebawah saat i'tidal
أما زمن الاعتدال فلا يجمعهما تحت صدره بل يرسلهما سواء كان في ذكر الاعتدال أو بعد الفراغ من القنوت ا ه ع ش
"Sedang saat I’tidal maka janganlah mengumpulk an kedua tangan dibawah dada tapi
lepaskan keduanya baik saat membaca doa/ dzikiran I’tidal atau setelah rampung dari
membaca Doa Qunut".
Hasyiyah al-Jamal ‘ala al-Manhaj II/38.
Wallaahu A'lamu Bis showaab
>> Mbah Jenggot II
saya mendapatka n
keterangan seperti ini
1. Imam ibnu Hajar secara shareh dan terang menjelaska n dalam kitab beliau Tuhfatul Muhtaj
jilid 2 hal 67 bahwa yang disunatkan
adalah melepaskan
tangan/ irsal. Dan dalam
halaman 72 beliau juga menol
ak pendapat yang mengatakan
bahwa yang sunat ketika i`tidal adalah bersedekap . Diantara seluruh kitab Imam Ibnu Hajar
bila terjadi pertentang an
maka yang lebih didahukan adalah kitab Tuhfatul Muhtaj kemudian Fathul
Jawad kemudian Al Imdad kemudian Al Fatawa dan Syarah Al `Ubab .
2. Imam Muhammad Ramli, pendapat beliau dapat kita lihat dalam kitab beliau yang paling utama yaitu kitab Nihayatul Muhtaj jilid 1 hal 501 cet. Dar Kutub Ilmiyah. Imam Ali Syibra Malasy dalam mengomenta ri Kitab Imam Ramli, Nihayatul Muhtaj
dalam penjelasan Imam
Ramli tentang sunat meletakkan
tangan dibawah dada, Imam Ali Syibra Malasy (jilid 1 hal 549 cet. Dar
Kutub Ilmiyah) menngoment ari
bahwa hukum tersebut berlaku ketika sedang berdiri hingga rukuk, tidak
berlaku ketika i`tidal, karen aketik a i`tidal tangan disunatkan dilepas/ irsal.
3. Imam Nawawy Al Bantany, pendapat beliau dapat kita lihat dalam beberap akitab beliau: Nihayatuz Zain. Dalam kitab tersebut setelah beliau menerangka n
rukun ke 6 dalam shalat adalah i`tidal, kemudian beliau menyatakan :( و ) يسن ( بعد انتصاب ) أن يرسل يديه
ويقول ( ربنا لك الحمد )“dan disunatkan seetelah tegak berdiri bahwa ia
melepaskan kedua
tangannya. ..
4. Imam Sulaiman Al-Bujairi my,
pendapat beliau dapat kita lihat dalam kitab beliau Hasyiah Bujairimy
`ala syarah Manhaj. Dalam kitab tersebut jilid 1 hal 274 cet. Dar kutub
Ilmiyah beliau menukil tanpa menolak nash kitab Tuhfatul Muhtaj yang
menyatakan bahwa yang
disunatkan ketik a
i`tidal adalah melepaskan
tangan/ irsal,
sedangkan pendapat yang mengatakan
sunat meletakkan
tangan dibawah dada adalah pendapat yang tertolak/ mardud.
Link Asal >>http:// www.faceboo k.com/ groups/ piss.ktb/ permalink/ 46420284026 9196/ ?comment_id =465558820 133598&off set=0&tota l_comments =31
>> Abdullah Afif
Link asal, yaitu,http:// www.faceboo k.com/ groups/ piss.ktb/ permalink/ 46420284026 9196/ ?comment_id =465558820 133598&off set=0&tota l_comments =31
menyebutka n:
Cara yang dipilih oleh imam Nawawi dan Imam Ibnu Hajar adalah, seperti halnya meletakkan
kedua tangan setelah membaca Takbîrat al-Ihrâm.
الفتاوى الفقهية الكبرى الجزء 1 صحـ : 140 مكتبة الإسلامية( وَسُئِلَ ) نَفَعَ اللَّهُ بِعُلُومِه ِ وَمَتَّعَ بِوُجُودِه ِ الْمُسْلِم ِينَ هَلْ يَضَعُ الْمُصَلِّ يْ يَدَيْهِ حِينَ يَأْتِيْ بِذِكْرِ
اِلاعْتِدَ الِ كَمَا
يَضَعُهُمَ ا بَعْدَ
التَّحَرُّ مِ أَوْ
يُرْسِلُهُ مَا (
فَأَجَابَ ) رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بِقَوْلِهِ الَّذِي دَلَّ عَلَيْهِ كَلاَمُ
النَّوَوِي ِّ فِي
شَرْحِ الْمُهَذَّ بِ
أَنَّهُ يَضَعُ يَدَيْهِ فِي اِلاعْتِدَ الِ كَمَا يَضَعُهُمَ ا بَعْدَ التَّحَرُّ مِ وَعَلَيْهِ جَرَيْتُ فِي شَرْحِيْ عَلَى اْلإِرْشَا دِ وَغَيْرِهِ وَاَللَّهُ سُبْحَانَه ُ وَتَعَالَى أَعْلَمُ بِالصَّوَا بِ اهـ
Telah ditanya Ibnu Hajar Al Haitami, (semoga Allah memberikan kemanfaata n dengan ilmu beliau dan keberkatan kepada kaum muslimin dengan keberadaan beliau)Apa kah orang yang shalat itu meletakkan kedua tangannya ketika melakukan
dzikir I’tidal sebagaiman a
meletakkan nya setelah
takbiratul ihram,
ataukah menggantun gkannya
lurus ke bawah?
Beliau menjawab:Y ang
ditunjukka n
penjelasan Imam Nawawi
dalam kitab Syarh al Muhaddzab,
sesungguhn ya orang
shalat tersebut meletakkan
kedua tangannya di waktu berdiri I’tidal, sebagaiman a meletakkan nya setelah takbiratul ihram.Dan dengan ini aku berpendapa t dalam kedua syarah Irsyad saya dan
yang lainnya.Wa llaahu
Subhaanahu u wa
Ta'aalaa A'lamu Bishshawaa b.
Selesai
Catatan:Im am Ibnu
Hajar dalam kitab al Fatawa al Fiqhiyyah al Kubra memang menulis
demikian.
Bisa dilhat link berikut:http:// www.kl28.ne t/knol6/ ?p=view&pos t=1033081d an:http:// islamport.c om/d/2/ ftw/1/3/ 20.html
http:// islamport.c om/d/2/ ftw/1/3/ 20.htmlliha t 2/3
tapi dihalaman 150 (Maktabah Syamilah) beliau memu'tamad kan tidak bersedekap ....
ta'birnya sebagai berikut
وَسُئِلَ نَفَعَ اللَّهُ بِهِ بِمَا لَفْظُهُ ذَكَرَ الشَّيْخُ زَكَرِيَّا رَحِمَهُ
اللَّهُ تَعَالَى في شَرْحِ الْبَهْجَة ِ أَنَّهُ إذَا اسْتَوَى مُعْتَدِلً ا بَعْدَ رُكُوعِهِ أَرْسَلَ يَدَيْهِ
إرْسَالًا خَفِيفًا إلَى تَحْتِ صَدْرِهِ فَقَطْ وقا ل غَيْرُهُ بِإِرْسَال ِهِمَا فما الْمُعْتَم َدُ من ذلك فَأَجَ ابَ بِقَوْلِهِ إنَّ الْمُعْتَم َدَ أَنَّهُ يُرْسِلُهُ مَا وَلَا يَجْعَلُهُ مَا تَحْتَ صَدْرِهِ وَعِبَارَة ُ شَرْحِي لِلْعُبَاب ِ بَعْدَ قَوْلِهِ فإذا انْتَصَبَ
أَرْسَلَهُ مَا
وَظَاهِرُ كَلَامِهِم ْ
هُنَا بَلْ صَرِيحُهُ أَنَّهُ لَا يَجْعَلُهُ مَا تَحْتَ صَدْرِهِ
sumber : http:// www.kl28.ne t/knol6/ ?p=view&pos t=1033090& page=129
dan : http:// islamport.c om/d/2/ ftw/1/3/ 21.html2/54
وَسُئِلَ نَفَعَ اللَّهُ بِهِ بِمَا لَفْظُهُ ذَكَرَ الشَّيْخُ زَكَرِيَّا رَحِمَهُ
اللَّهُ تَعَالَى في شَرْحِ الْبَهْجَة ِ أَنَّهُ إذَا اسْتَوَى مُعْتَدِلً ا بَعْدَ رُكُوعِهِ أَرْسَلَ يَدَيْهِ
إرْسَالًا خَفِيفًا إلَى تَحْتِ صَدْرِهِ فَقَطْوقال غَيْرُهُ بِإِرْسَال ِهِمَا فما الْمُعْتَم َدُ من ذلك
Imam Ibnu Hajar (semoga Allah memberi manfaat dengan beliau) yang mana teks nya Syeikh
Zakariya Rahimahull aahu
Ta'alaa menuturkan
dalam Syarah al Bahjah bahwasanya
orang shalat ketika i'itidal setelah ruku dia menurunkan kedua tangannya dengan menurunkan yang ringan ke bawah dadanya saja.
Sementara selain Syeikh Ibnu Hajar berkata dengan menurunkan nya (tanpa diletakkan dibawah dada.Pen) Pendapat mana yang mu'tamad
dari hal tersebut ?
فَأَجَابَ
بِقَوْلِهِ إنَّ
الْمُعْتَم َدَ أَنَّهُ
يُرْسِلُهُ مَا وَلَا
يَجْعَلُهُ مَا تَحْتَ
صَدْرِهِ وَعِبَارَة ُ
شَرْحِي لِلْعُبَاب ِ
بَعْدَ قَوْلِهِ فإذا انْتَصَبَ أَرْسَلَهُ مَا وَظَاهِرُ كَلَامِهِم ْ هُنَا بَلْ صَرِيحُهُ أَنَّهُ لَا
يَجْعَلُهُ مَا تَحْتَ
صَدْرِهِ
Beliau menjawabSe sungguhnya yang mu'tamad adalah dia menurunkan kedua tangannya dan tidak meletakkan keduanya dibawah dadanya.
Ibarot Syarah saya untuk kitab al 'Ubaab setelah ucapan Mushannif :ketika berdiri tegak mushalli menurukan kedua tangannyaM enurut zahirnya bahkan sharihnya ucapan
ulama disini bahwasanya
mushalli tidak meletakkan
kedua tangannya dibawah dadanya.
Ta'bir al Fatawa al Fiqhiyyah al Kubra yang terakhir sama dengan ta'bir Tuhfatul Muhtaaj juz I halaman 153.
berikut ta'birnya:
و ) الصحيح سن ( رفع يديه ) في جميع القنوت والصلاة والسلام بعده للاتباع وسنده صحيح أو حسن وفارق نحو دعاء الافتتاح والتشهد بأن ليديه وظيفة ثم لا هنا ومنه يعلم رد ما قيل : في السنة في الاعتدال جعل يديه تحت صدره كالقيام
sumber link : http:// www.islamwe b.net/ newlibrary/ display_boo k.php?bk_n o=20&ID=18 &idfrom=91 9&idto=114 7&bookid=2 0&startno= 41
adapun ta'bir al Fatawa al Fiqhiyyah al Kubra yang pertama sama dengan Hasyiyah Asy Syarqawi 'alaa Tuhfatitht hullaab juz I halaman 199Ta'birn ya:فإذا استوى قائما أرسلهما إرسالا خفيفا تحت
صدره
Sayyid Mushthafa ibn Hanafi Adzdzahabi dalam pentaqrira n atas hasyiyah Syarqawi menulis:قو له تحت صدرههو قول ض رده حج والمعتم د كما فيه وفي م ر و ع ش عليه أنه يرسلهما إلى
جنبيه
Wallaahu A'lam
Kang Muhammad 'Ali Mawardy
Apakah nabi mengamalka
JAWABAN
>> Masaji Antoro
POSISI TANGAN SAAT I'TIDAL
Terjadi perbedaan pendapat tentang kesunnahan
كَانَ النَّاسُ يُؤْمَرُوْ
"Orang-ora
كَانَ إِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ اسْتَوَى حَتَّى يَعُوْدَ كُلُّ فَقَارٍ مَكَانَهُ
"Apabila mengangkat
Kedua hadits di atas tidak secara jelas menunjukka
http://
Kalangan Syafi'iyya
أما زمن الاعتدال فلا يجمعهما تحت صدره بل يرسلهما سواء كان في ذكر الاعتدال أو بعد الفراغ من القنوت ا ه ع ش
"Sedang saat I’tidal maka janganlah mengumpulk
Hasyiyah al-Jamal ‘ala al-Manhaj II/38.
Wallaahu A'lamu Bis showaab
>> Mbah Jenggot II
saya mendapatka
1. Imam ibnu Hajar secara shareh dan terang menjelaska
ak pendapat yang mengatakan
2. Imam Muhammad Ramli, pendapat beliau dapat kita lihat dalam kitab beliau yang paling utama yaitu kitab Nihayatul Muhtaj jilid 1 hal 501 cet. Dar Kutub Ilmiyah. Imam Ali Syibra Malasy dalam mengomenta
3. Imam Nawawy Al Bantany, pendapat beliau dapat kita lihat dalam beberap akitab beliau: Nihayatuz Zain. Dalam kitab tersebut setelah beliau menerangka
4. Imam Sulaiman Al-Bujairi
Link Asal >>http://
>> Abdullah Afif
Link asal, yaitu,http://
menyebutka
Cara yang dipilih oleh imam Nawawi dan Imam Ibnu Hajar adalah, seperti halnya meletakkan
الفتاوى الفقهية الكبرى الجزء 1 صحـ : 140 مكتبة الإسلامية(
Telah ditanya Ibnu Hajar Al Haitami, (semoga Allah memberikan
Beliau menjawab:Y
Catatan:Im
Bisa dilhat link berikut:http://
http://
tapi dihalaman 150 (Maktabah Syamilah) beliau memu'tamad
ta'birnya sebagai berikut
وَسُئِلَ نَفَعَ اللَّهُ بِهِ بِمَا لَفْظُهُ ذَكَرَ الشَّيْخُ زَكَرِيَّا
sumber : http://
dan : http://
وَسُئِلَ نَفَعَ اللَّهُ بِهِ بِمَا لَفْظُهُ ذَكَرَ الشَّيْخُ زَكَرِيَّا
Imam Ibnu Hajar (semoga Allah memberi manfaat dengan beliau) yang mana teks nya Syeikh
Sementara selain Syeikh Ibnu Hajar berkata dengan menurunkan
فَأَجَابَ
Beliau menjawabSe
Ibarot Syarah saya untuk kitab al 'Ubaab setelah ucapan Mushannif :ketika berdiri tegak mushalli menurukan kedua tangannyaM
Ta'bir al Fatawa al Fiqhiyyah al Kubra yang terakhir sama dengan ta'bir Tuhfatul Muhtaaj juz I halaman 153.
berikut ta'birnya:
و ) الصحيح سن ( رفع يديه ) في جميع القنوت والصلاة والسلام بعده للاتباع وسنده صحيح أو حسن وفارق نحو دعاء الافتتاح والتشهد بأن ليديه وظيفة ثم لا هنا ومنه يعلم رد ما قيل : في السنة في الاعتدال جعل يديه تحت صدره كالقيام
sumber link : http://
adapun ta'bir al Fatawa al Fiqhiyyah al Kubra yang pertama sama dengan Hasyiyah Asy Syarqawi 'alaa Tuhfatitht
Sayyid Mushthafa ibn Hanafi Adzdzahabi
Wallaahu A'lam
