1.126. FIQIH PEREMPUAN : DARAH ISTIHADLOH

Rabu, 08 Februari 20120 komentar


BAB II



DARAH ISTIHADLOH





Yang dinamakan darah istihadloh adalah darah
penyakit yang keluar dari vagina perempuan dibukan harinya haid, artinya
kurang dari sehari semalam atau lebih dari lima belas hari, dan bukan
diharinya nifas, artinya melewati enam puluh hari. 




Perempuan yang mengeluarkan darah istihadloh dinamakan perempuan mustahadloh, yang hukumnya sama seperti orang yang beser (selalu mengeluarkan hadats), artinya masih berkewajiban melakukan sholat dan puasa boleh disetubuhi karena dlarurat,
sebelum berwudlu wajib mencuci vaginanya dan jika dalam keadaan tidak
berpuasa wajib bagi dia untuk menyumbat vaginanya dengan kapas atau yang
lain, mengikatnya dengan kencang, dan wajib cepat-cepat melakukan
sholat. Seandainya tidak cepat-cepat sholat maka dia wajib mengulang
wudlunya, selama tidak cepat-cepatnya dia sholat itu bukan karena
kemaslahatan sholat seperti menutup aurat dan menanti berjama’ah. Dan
wudlunya harus dilakukan setelah masuknya waktu sholat dan hanya untuk
satu sholat fardlu dan boleh melakukan sholat sunnah sebanyak yang dia
mau. Setiap satu fardlu, wajib bagi dia untuk memperbaharui wudlunya,
mencuci vaginanya, menyumbat dan lain-lainya, sekiranya banyak terkena
darah.


(Muhimmah):




Seandainya darah istihadloh berhenti setelah wudlu, maka perempuan
itu harus mengulang mencuci vaginanya, mengulang wudlunya dan wajib
mengulang sholat yang dilakukan dengan menggunakan wudlu yang pertama.
Demikian itu, sekiranya didalam berhentinya darah itu cukup untuk
melakukan bersuci dan sholat, sebab darah itu tidak keluar lagi atau
keluar lagi tapi didalam masanya darah tidak keluar masih cukup untuk
bersuci dan sholat.




Namun seandainya didalam masanya darah tidak keluar itu
tidak cukup untuk melakukan bersuci dan sholat, maka dia tidak
diwajibkan untuk mengulang bersuci dan sholatnya.Wallahu a’lam.


Pembagian mustahadloh




Seandainya ada perempuan mengeluarkan darah haid selama 2 hari
kemudian berhenti selama 10 hari lalu keluar lagi selama 3 hari, maka
itu semua dinamakan haid, meskipun hari tidak keluarnya darah juga dihukumi haid.


Seandainya ada perempuan mengeluarkan darah selama 3 hari kemudian
berhenti selama 12 hari lalu keluar lagi selama 3 hari, maka darah yang
keluar pada 3 hari yang terakhir dinamakan darah istihadloh. Adapun darah yang keluar pada 3 hari yang pertama dan 12 hari yang ada ditengah dinamakan haid.





Seandainya ada perempun mengeluarkan darah lebih dari 15
hari, maka perlu dilihat terlebih dahulu, karena perempauan yang
mengeluarkan darah itu ada kalanya,




1.     Mubtada’ah mumayyizah, artinya baru mengeluarkan darah dan dia bisa membedakan darah kuat dan darah lemah.




2.     Mubtada’ah ghoiru mumayyizah, artinya baru mengeluarkan darah dan dia tidak bisa membedakan darah kuat dan lemah, namun diketahuinya darah hanya satu sifat.




3.     Mu’tadah ghoiru mumayyizah,
artinya sudah pernah haid dan suci serta dia mengingat pada kira-kiranya
waktu haid dan suci, namun tahuya dia pada darah hanya satu sifat.




4.     Mu’tadah mumayyizah, artinya sudah pernah haid dan suci, dan dia bisa membedakan darah kuat dan lemah.




5.     Mutahayyiroh, artinya sudah pernah
haid dan suci, dan dia lupa pada kira-kiranya haid atau waktunya haid
atau lupa pada kira-kiranya dan waktunya haid.




Jika yang mengeluarkan darah adalah mubtada’ah mumayyizah, maka darah yang dihitung sebagai haid
adalah darah yang kuat, jika keluarnya darah itu tidak kurang dari
sehari semalam dan tidak melebihi 15 hari. Dan darah yang dihitung istihdloh adalah darah yang lemah, jika keluarnya darah itu tidak kurang dari 15 hari secara berurutan.



Jadi, jika ada perempuan baru mengeluarkan darah dan berwarna hitam selama 6 hari lalu mengeluarkan darah merah selama 15 hari keatas, maka yang dihitung sebagai haid adalah darah hitam selama 6 hari sedangkan darah merah dihitung istihadloh. 



Jika ada perempuan baru mengeluarkan darah dan berwarna hitam  selama 5 hari lalu mengeluarkan darah merah selama 5 hari kemudian mengeluarkan darah merah kekuning-kuningan selama 5 hari lalu mengeluarkan darah kuning secara terus menerus, maka yang dihitung sebagai haid adalah
darah hitam, darah merah dan darah merah kekuning-kuningan,
sedangkan darah kuning dihitung istihadloh.







Jika ada perempuan baru mengeluarkan darah dan berwarna merah selama 5 hari lalu mengeluarkan darah hitam selama 5 hari lalu mengeluarkan darah merah lagi terus-terusan sampai akhir satu bulan, maka yang dihitung sebagai haid adalah darah hitam selama 5 hari yang ada ditengah.




  Jika ada perempuan baru mengeluarkan darah dan berwarna merah selama 15 hari lalu mengeluarkan darah hitam selama 15 hari, maka yang dihitung sebagai haid adalah darah hitam selama 15 hari.



Jika adaperempuan baru mengeluarkan darah dan berwarna hitam  selama 10 hari lalu mengeluarkan
darah merah  selama 6 hari, maka yang

dihitung sebagai haid adalah darah hitam selama 10 hari.




Jika ada perempuan baru mengeluarkan darah dan berwarna hitam  selama 5 hari lalu mengeluarkan darah merah selama 5 hari lalu mengeluarkan darah kuning terus-terusan, maka yang dihitung sebagaihaid adalah darah hitam selama 5 hari dan darah merah 5 hari.darah 





Jika ada perempuan baru mengeluarkan darah dan berwarna hitam selama 5 hari lalu mengeluarkan darah kuning selama 5 hari lalu mengeluarkan darah merah terus-terusan, maka yang dihitung haidadalah darah hitam selama 5 hari.




Jika ada perempuan baru mengeluarkan darah dan berwarna hitam sehari semalam lalu berhenti sehari semalam lalu mengeluarkan darah hitam lagi sehari semalam lalu berhenti lagi sehari semalam seperti itu berlangsung sampai 15 hari lalu mengeluarkan darah merah terus-terusan sampai 15 hari, maka yang dihitung sebagai haid adalah 15 hari yang pertama.




Jika ada perempuan baru mengeluarkan darah dan berwarna hitam  selama sehari semalam lalu mengeluarkan darah merah sehari semalam lalu mengeluarkan darah hitam lagi sehari semalam lalu mengeluarkan darah merah lagi sehari semalam, bergantian sampai 15 hari, kemudian keluar darah merah terus-terusan, maka yang dihitung sebagai haid adalah 15 hari yang pertama.




Jika yang mengeluarkan darah istihadloh adalah mubtada’ah ghoiru mumayyizah atau mumayyizah, artinya perempuan yang baru mengeluarkan darah dan tidak tahu bedanya darah atau tahu bedanya darah  tapi dia tidak menetapi syaratnya mengembalikan pada membedakan darah, maka jika terjadi seperti itu yang dihitung haid hanyalah
sehari semalam dan 29 hari sisanya dihitung suci, jika perempuan itu
tahu waktunya permulaannya darah. Dan jika dia tidak tahu waktu
permulaannya darah, maka dia seperti wanita mutahayyiroh yang nanti akan dijelaskanInsya Allah.




Jika ada perempuan baru mengeluarkan darah dan darah
keluar secara terus-terusan tanpa terputus dan dia masih ingat permulaan
keluarnya darah, maka yang dihitung haid hanya sehari semalam.
Tapi dia supaya bersabar terlebih dahulu jangan keburu mandi dan sholat
sampai 15 hari didalam bulan pertama, mungkin nanti darahnya akan
berhenti. Dan setelah lewat 15 hari maka supaya dia mandi wajib dan
mengqodlo’ sholat yang ketinggalan sehari semalam. Sedangkan dibulan
kedua supaya dia mandi setelah lewatnya sehari semalam.




Jika ada perempuan baru mengeluarkan darah dan berwarna hitam selama kurang dari sehari semalam lalu mengeluarkan darah merah terus-terusan, maka yang dihitung haid hanya sehari semalam.




  Jika ada perempuan baru mengeluarkan darah dan berwarna hitam selama sehari semalam lalu keluar darah merah selama 14 hari lalu keluar darah hitam sehari semalam, maka yang dihitung haid adalah sehari semalam yang pertama.




Jika ada perempuan baru mengeluarkan darah dan berwarna merah yang keluarnya darah itu sampai 15 hari lalu keluar darah hitam terus-terusan, maka yang dihitung haid adalah sehari semalam setiap bulannya.




Jika yang mengeluarkan darah istihadloh adalah perempuan mu’tadah ghoiru mumayyizah,
artinya perempuan yang sudah pernah haid dan suci, dan dia masih ingat
pada haid dan sucinya namun tidak bisa membedakan darah, maka yang
seperti itu yang dihitung haid adalah kebiasaan dia mengeluarkan darah,
jika kebiasaan dia mengeluarkan darah adalah cocok (artinya tidak
berbeda), atau berbeda kebiasaannya tapi masih urut dan dia tahu
urutannya, seperti ada perempuan sudah pernah mengeluarkan darah selama 6
hari dan suci 24 hari lalu tiba-tiba dia mengeluarkan darah lebih dari
15 hari, maka yang dihitung haid adalah darah 6 hari saja.




Jika ada perempuan sudah pernah mengeluarkan darah haid
selama 7 hari dan suci 23 hari, lalu tiba-tiba dia mengeluar-kan darah
istihadloh, maka yang dihitung haid adalah 7 hari. tetapi
dipermulaan dia mengeluarkan darah istihadloh dia jangan mandi dan
sholat dahulu sampai lewat 15 hari. Dan setelah lewat 15 hari maka dia
mandi dan mengqodlo’ sholat yang tertinggal selama 7 hari. Sedangkan
dibulan kedua supaya dia mandi setelah lewatnya masa kebiasaan dia haid,
yaitu 7 hari.




Jika ada perempuan mengeluarkan darah haid dibulan pertama
selama 3 hari, dibulan kedua 5 hari, dibulan ketiga 7 hari, dibulan
keempat 3 hari lagi, dibulan kelima 5 hari dan dibulan keenam 7 hari
kemudian dibulan ketujuh dia mengeluarkan darah istihadloh, maka yang
dihitung haid adalah 3 hari, dibulan kedelapan yang dihitung haid adalah 5 hari dan dibulan kesembilan yang dihitung haid adalah 7 hari dan begitu seterusnya sesuai dengan putaran, seandainya dia masih ingat urutannya.




Dan jika masa kebiasaan keluarnya darah tidak urut dan dia
tidak ingat pada giliran yang terakhir atau urut tapi tidak
berulang-ulang putarannya dan dia tidak ingat urutannya, maka yang
dihitung haid adalah giliran yang paling sedikit. Jadi, dia
mandi ketika lewat giliran yang paling sedikit, tapi dia juga harus
mandi lagi setelah sampai pada giliran yang kedua dan mandi lagi setelah
lewat giliran ketiga untuk berhati-hati seandainya berhentinya darah
seperti kebiasaan giliran kedua dan ketiga.




Misalnya, jika ada perempuan mengeluarkan darah haid
dibulan pertama 3 hari, dibulan kedua 5 hari, dibulan ketiga 7 hari,
dibulan keempat 7 hari, dibulan kelima 3 hari dan dibulan keenam 5 hari
kemudian dibulan ketujuh dia mengeluarkan darah istihadloh dan dia lupa
pada giliran yang terakhir, maka yang dihitung haid adalah giliran yang paling sedikit, yaitu 3 hari. Jadi, dia harus mandi setelah


lewatnya 3 hari dan mandi lagi setelah lewatnya 5 hari dan mandi lagi setelah lewatnya 7 hari.




Jika ada perempuan dibulan pertama mengeluarkan darah haid
5 hari, bulan kedua 7 hari, bulan ketiga 9 hari lalu dibulan keempat
dia mengeluarkan darah istihadloh dan dia lupa pada giliran yang
terakhir, maka yang dihitung haid adalah 5 hari.




 Jika ada perempuan mengeluarkan darah haid dibulan
pertama 3 hari, dibulan kedua 5 hari, dibulan ketiga 7 hari, dibulan
keempat kembali 3 hari, dibulan kelima 5 hari, dibulan keenam 7 hari
kemudian


dibulan ketujuh dia mengeluarkan istihadloh dan dia lupa pada urutan
keluarnya darah yang telah lalu, artinya dia tidak ingat pada urutan
kebiasaan keluarnya darah, maka yang dihitung haid adalah 3 hari. Jadi, dia harus mandi setelah berlalunya 3 hari dan mandi lagi setelah 5 hari dan mandi lagi setelah 7 hari.




Jika ada perempuan mengeluarkan darah haid dibulan pertama
5 hari, dibulan kedua 7 hari, dibulan ketiga 9 hari, dibulan keempat
kembali 9 hari, dibulan kelima 5 hari, dibulan keenam 7 hari kemudian
dibulan ketujuh dia mengeluarkan istihadloh dan dia masih ingat pada
giliran yang terakhir, maka yang dihitung haid adalah giliran yang terakhir, yaitu 7 hari.




Jika ada perempuan mengeluarkan darah haid dibulan pertama
3 hari, dibulan kedua 5 hari, dibulan ketiga 7 hari lalu dibulan
keempat dia mengeluarkan istihadloh dan dia masih ingat pada giliran
yang terakhir, maka yang dihitung haid adalah giliran yang terakhir, yaitu 7 hari.


(Far’u):





Jika ada perempuan biasanya kalau haid selama 7 hari. Tiba-tiba dia mengeluarkan darah sampai
15 hari, maka 15 hari itu semuanya dihitung haid.    




Jika ada perempuan biasanya kalau haid selama 6 hari lalu
dia mengeluarkan darah sehari semalam lalu berhenti sehari semalam
kemudian keluar lagi sehari semalam, seperti itu terjadi hingga 15 hari,
maka semuanya dihitung haid.




Jika ada perempuan mengeluarkan darah 3 hari lalu berhenti 3 hari kemudian keluar lagi 12 hari, maka yang dihitung haid adalah darah 3 hari yang ada didepan.




Jika ada perempuan mengeluarkan darah 12 hari lalu berhenti 3 hari kemudian keluar lagi 3 hari, maka yang dihitung haid adalah darah 12 hari yang ada didepan.




 Jika yang mengeluarkan darah istihadloh adalah mu’tadah mumayyizah,
artinya perempuan yang sudah pernah haid, artinya sudah punya kebiasaan
haid, dan dia tahu bedanya darah, maka yang dihukumi haid adalah darah yang kuat bukan kebiasaan dia mengeluarkan darah, yaitu sekiranya antara kebiasaannya dan darah kuat itu tidak diselani 15 hari keatas. Dan jika diselani 15 hari keatas, maka yang dihitung haid adalah kira-kiranya kebiasaan, seperti permasalahan dibawah ini,



Jika ada perempuan kebiasaan dia haid adalah 5 hari, tiba-tiba dia mengeluarkan
darah hitam selama 10 hari lalu mengeluarkan darah merah 20 hari, maka

yang dihitung haid adalah darah hitam 10 hari. 




Jika ada perempuan kebiasaan dia haid adalah 5 hari,
tiba-tiba setelah dia mengeluarkan darah kebiasaannya selama 5 hari dia
mengeluarkan darah merah 20 hari lalu mengeluarkan darah hitam 5 hari lalu darah merah lagi 5 hari, maka yang dihitung haid adalah 5 hari yang didepan, karena sudah


menjadi kebiasaan, dan darah hitam 5 hari yang ada dibelakang, karena kuatnya darah. Adapun darah merah 20 hari dihitung istihadloh.




Jika ada perempuan kebiasaan dia haid adalah 5 hari,
tiba-tiba setelah dia mengeluarkan darah kebiasaannya selama 5 hari dia
mengeluarkan darah lebih kuat terus-terusan, maka yang dihitung haid adalah darah kebiasaan 5 hari setiap bulan.




 Jika ada perempuan kebiasaan dia haid adalah 15 hari,
tiba-tiba setelah dia mengeluarkan darah kebiasaannya selama 15 hari dia
mengeluarkan darah lebih kuat 15 hari lagi, maka yang dihitung haid adalah darah yang lebih kuat.




Jika ada perempuan kebiasaan dia haid adalah 15 hari,
tiba-tiba setelah dia mengeluarkan darah kebiasaannya selama 15 hari dia
mengeluarkan darah lebih kuat terus-terusan, maka dia jangan mandi
dahulu menanti sampai 45 hari, yaitu kumpulnya dengan darah kebiasaan 15
hari. Setelah sampai 45 hari, maka dia mandi wajib lalu mengqodlo’
sholat 15 hari yang ada ditengah, sedangkan darah 15 hari yang ada
didepan dan belakang dihitung haid.




Jika ada perempuan kebiasaan haidnya 5 hari. Disitu dia
mengeluarkan darah 5 hari lalu berhenti 14 hari lalu keluar lagi
terus-terusan, maka darah 5 hari itu dihitung haid, darah sehari semalam setelah 14 hari dihitung istihadloh dan 5 hari setelah sehari semalam itu termasuk haid dan 15 hari setelah 5 hari itu dihitungistihadloh dan seperti itu seterusnya.


(Far’u):





Seandainya ada perempuan mengeluarkan darah hitam 7 hari lalu mengeluarkan darah merah 7 hari lalu mengeluarkan darah hitam lagi 7 hari, maka yang dihitung haid adalah darah hitam 7 hari yang ada didepan dan darah merah 7 hari ditengah.




Jika yang mengeluarkan darah istihadloh adalah perempuan mutahayyiroh,
artinya perempuan yang punya kebiasaan haid dan dia lupa pada 
kira-kira kebiasaannya atau waktunya, maka hukumnya sama seperti
perempuan haid (didalam keharaman disetubuhi, dijadikan untuk
bersenang-senang, membaca al Qur’an diselain sholat, membawa mushaf dan
menyentuhnya), tetapi tidak haram dicerai, melakukan ibadah yang ada
niatnya seperti sholat, puasa dan thowaf, baik fardlu maupun sunnah. Dan
lagi di harus mandi untuk setiap fardlu setelah masuk waktunya fardlu,
jika dia tidak ingat waktunya berhenti ketika belum istihadloh. Jika dia
ingat waktunya berhenti, seperti misalnya waktu terbenamnya matahari,
maka dia harus mandi sewaktu matahari terbenam kemudian cepat-cepat
melakukan sholat maghrib. Jika dia tidak cepat-cepat melakukan sholat
maghrib maka dia harus wudlu, sekiranya tidak cepat-cepatnya dia itu
bukan karena kemaslahatan sholat, dan dia harus wudlu untuk setiap
fardlu.


Dan lagi perempuan mutahayyiroh
itu harus tetap melakukan puasa ramadlan, karena ada kemungkinan
sucinya dia, kemudian puasa lagi sebulan penuh (yaitu 30 hari). dan
hasil puasanya setiap bulan adalah 14 hari. jadi, penjumlahan puasa 2
bulan adalah 28 hari, maka masih kurang 2 hari. Makanya adanya puasa
yang sah hanya 14 hari setiap bulannya, karena perempuan mutahayyiroh mungkin haid 15 hari.




Jadi, seandainya sehari semalam mengeluarkan darah dan
sehari semalam berhenti, begitu terjadi berulang-ulang sampai 15 hari,
maka harinya berhenti ada 7 hari dan harinya keluar darah ada 8 hari.
Jumlah setiap sebulan harinya berhenti adalah 14 hari dan harinya keluar
adalah 16 hari. Contoh jadwalnya seperti dibawah ini,










KELUAR







KELUAR







KELUAR









KELUAR







KELUAR









KELUAR







KELUAR







KELUAR













Dan ketika puasanya perempuan mutahayyiroh kurang
2 hari, maka cara mengqodlo’nya adalah dia puasa 3 hari didalam
permulaan 18 hari dan 3 hari lagi diakhir 18 hari supaya bisa hasil
mengqodlo’ puasa 2 hari. Karena haid ketika datangnya ditanggal 1, maka
berhentinya pasti hari tanggal 16. Jadi, yang hasil sah puasanya adalah hari tanggal 17 dan 18.




Dan jika datangnya haid tanggal 2, maka berhentinya
tanggal 17. jadi, yang hasil puasa adalah tanggal 1 dan puasa tanggal
18. jika datangnya haid tanggal 3 maka yang sah puasanya adalah tanggal 1
dan 2. jika datangnya haid tanggal 16 maka yang sah puasanya adalah
tanggal 2 dan 3. jika datangnya haid tanggal 17 maka yang sah puasanya
adalah tanggal 16 dan 3. jika datangnya haid tanggal 18 maka yang sah
puasanya adalah tanggal 16 dan 17, seperti contoh tabel dibawah ini.


1.





Puasa keluar 1



4



7



10



13



Puasa 16









Puasa 2



5



8



11



14



Puasa 17



Sah





Puasa 3



6



9



12



15



Puasa 18



Sah









2.





Sah



Puasa 1



4



7



10



13



Puasa 16













Puasa keluar 2



5



8



11



14



Puasa 17













Puasa 3



6



9



12



15



Puasa 18



Sah









3.





Sah



Puasa 1



4



7



10



13



Puasa 16





Sah



Puasa 2



5



8



11



14



Puasa 17









Puasa keluar 3



6



9



12



15



Puasa 18









4.





Puasa keluar 16



19



22



25



28



Puasa 1









Puasa 17



20



23



26



29



Puasa 2



Sah





Puasa 18



21



24



27



30



Puasa 3



Sah









5.





Sah



Puasa 16



19



22



25



28



Puasa 1













Puasa keluar 17



20



23



26



29



Puasa 2













Puasa 18



21



24



27



30



Puasa 3



Sah









6.





Sah



Puasa 16



19



22



25



28



Puasa 1





Sah



Puasa 17



20



23



26



29



Puasa 2









Puasa keluar 18



21



24



27



30



Puasa 3









(Muhimmah):





Wajib atas perempuan yang haid atau nifas, jika sudah
ber-henti mengeluarkan darah didalam waktunya sholat fardlu, untuk
cepat-cepat mandi lalu melakukan sholat untuk waktu itu dan sholat yang
harus diqodlo’. Jangan ditunda-tunda sampai datangnya waktu sholat lagi
sehingga dia akan berdosa. Terlebih sampai untuk membeli sampo atau
membakar merang untuk berkeramas, seperti itu sangat tidak diperbolehkan
jika sampai mengeluarkan waktu sholat.


(Tanbih):





Jika ada perempuan ketika akan tidur dia masih dalam
keadaan suci lalu setelah bangun tidur setelah masuknya waktu shubuh dia
sudah haid kemudian dia ragu, apakah keluarnya darah itu sebelum waktu
shubuh atau sesudahnya, maka dihukumi kalau keluarnya darah itu adalah
sesudah masuknya waktu shubuh. Jadi, besok jika sudah berhenti, dia wajib meng-qodlo’ sholat shubuh.




Jika ada perempuan haid ketika akan tidur darahnya belum
berhenti keluar, lalu dia bangun tidur paginya darah sudah berhenti,
maka dia harus sholat shubuh untuk berhati-hati. Wallahu a’lam.
Share this article :

Postingan Populer

 
Didukung Oleh : PISS-KTB Group | PISS FANS PAGE
Boleh diCopy © 2010 asal tetap mencantumkan URL artikel.
Grup Tanya Jawab dan Diskusi Keislaman
Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Indonesia Raya