Bismillahirrohmaanirrohiim
Download Aplikasi persembahan PISS-KTB dan Islamuna ๐Ÿ‘‰ Download!

3527. PENDUDUK SYURGA DAPAT MELIHAT ROBB-NYA

PERTANYAAN :

Assalamualaikum. Ada pendapat yang mengatakan "Allah bisa dilihat" ber hujjah dengan firman Allah : "Wajah-wajah (orang mukmin) pada hari itu berseri seri, kepada Tuhannyalah mereka melihat (QS. al-qiyamah:75). Dan ada lagi pendapat "Allah tidak bisa dilihat" dengan dalil firman allah : "Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata,sedang dia dapat melihat segala yang kelihatan. (QS.al an'am [6]:103). Pak ustadz/ah mohon penjelasannya. Bagaimana untuk mengumpulkan dua pendapat yang berbeda ini ? Terima kasih. Wassalam. [Iyaan Pangeran Blega].

JAWABAN :

Wa'alaikum salam Wr Wb. Imam Nawawi mengatakan, artinya kalian akan melihat Allah secara nyata, tidak ada keraguan dalam melihatNya, dan tidak pula ada kesulitan padanya. Seperti halnya kalian melihat bulan (purnama) ini secara nyata, tidak ada kesulitan dalam melihatnya. Yang diserupakan disini adalah cara melihatnya (tidak ada kesulitan), bukan Allah diserupakan dengan bulan (mempunyai bentuk dan ukuran) (Syarh Shahih Muslim, Nawawi, hlm. 136-137).

Al-Imรขm al-Mujtahid Abu Hanifah an-Nu’man ibn Tsabit (w 150 H), salah seorang ulama Salaf terkemuka perintis madzhab Hanafi, berkata:

ูˆَุงู„ู„ู‡ ุชَุนَุงู„َู‰ ูŠُุฑَู‰ ูِูŠ ุงู„ุขุฎِุฑَุฉ، ูˆูŠَุฑَุงู‡ُ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ُูˆْู†َ ูˆَู‡ُู…ْ ูِูŠ ุงู„ْุฌَู†ّุฉِ ุจِุฃุนْูŠُู†ِ ุฑُุคُูˆْุณِู‡ِู…ْ ุจِู„ุงَ ุชَุดْุจِูŠْู‡ٍ ูˆَู„ุงَ ูƒَู…ِّูŠّุฉ، ูˆَู„ุงَ ูŠَูƒُูˆْู†ُ ุจَูŠู†َู‡ُ ูˆَุจَูŠْู†َ ุฎَู„ْู‚ِู‡ِ ู…َุณَุงูَุฉ

“Allah di akhirat kelak akan dilihat. Orang-orang mukmin akan melihat-Nya ketika mereka di surga dengan mata kepala mereka masing-masing dengan tanpa adanya keserupaan bagi-Nya, bukan sebagai bentuk yang berukuran, dan tidak ada jarak antara mereka dengan Allah (artinya bahwa Allah ada tanpa tempat, tidak di dalam atau di luar surga, tidak di atas, bawah, belakang, depan, samping kanan ataupun samping kiri)” (al-Fiqh al-Akbar karya al-Imรขm Abu Hanifah dengan penjelasannya karya Mulla Ali al-Qari, h. 136-137 )

Al-Imรขm asy-Syaikh Abu ath-Thayyib Sahl ibn Muhammad asy-Syafi’i (w 404 H), seorang mufti wilayah Nisafur pada masanya berkata:

ุณู…ุนุช ุงู„ุดูŠุฎ ุฃุจุง ุงู„ุทูŠุจ ุงู„ุตุนู„ูˆูƒูŠ ูŠู‚ูˆู„: “ُุชุถุงู…ّูˆู†” ุจุถู… ุฃูˆู„ู‡ ูˆุชุดุฏูŠุฏ ุงู„ู…ูŠู… ูŠุฑูŠุฏ ู„ุง ุชุฌุชู…ุนูˆู† ู„ุฑุคูŠุชู‡- ุชุนุงู„ู‰- ููŠ ุฌู‡ุฉ ูˆู„ุง ูŠู†ุถู… ุจุนุถูƒู… ุฅู„ู‰ ุจุนุถ ูุฅู†ู‡ ู„ุง ูŠุฑู‰ ููŠ ุฌู‡ุฉ”

“Saya telah mendengar asy-Syaikh Abu at-Thayyib as-Sha’luki berkata dalam menerangkan hadits tentang Ru’yatullรขh (melihat Allah bagi orang-orang mukmin). Dalam hadits tersebut terdapat kata “Lรข Tudlammรปn”, al-Imรขm as-Sha’luki mengartikannya bahwa kelak orang-orang mukmin di surga akan melihat Allah tanpa tempat dan tanpa arah, mereka ketika itu tidak saling berdesakan satu sama lainnya. Orang-orang mukmin tersebut berada di dalam surga, namun Allah tidak dikatakan di dalam atau di luar surga. Karena Allah bukan benda (yang mempunyai bentuk dan ukuran), Dia ada tanpa tempat dan tanpa arah”. (Pernyataan al-Imรขm as-Sha’luki ini dikutip pula oleh al-Hรขfizh Ibn Hajar al-Asqalani dan kitab Fath al-Bรขri dan disepakatinya)

Penduduk surga kelak, ketika dosa telah tiada, ketika hijab dibuka, mereka akan melihat Allah dengan mata kepala namun langsung menghujam ke dalam hati sehingga terlihat bukan dalam suatu bentuk atau ukuran karena tak ada sesuatu yang menyerupai-Nya.

Surat Al-Qiyamah ayat 22-23 :

{ูˆُุฌُูˆู‡ٌ ูŠَูˆْู…َุฆِุฐٍ ู†َุงุถِุฑَุฉٌ @ ุฅِู„َู‰ ุฑَุจِّู‡َุง ู†َุงุธِุฑَุฉٌ}  [ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ: 22، 23]

Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannyalah mereka melihat.
Ayat-ayat yang sama yang menerangkan bahwa penduduk syurga akan dapat melihat robb nya

{ุฅِู†َّ ุงู„ْุฃَุจْุฑَุงุฑَ ู„َูِูŠ ู†َุนِูŠู…ٍ (22) ุนَู„َู‰ ุงู„ْุฃَุฑَุงุฆِูƒِ ูŠَู†ْุธُุฑُูˆู†َ (23) ุชَุนْุฑِูُ ูِูŠ ูˆُุฌُูˆู‡ِู‡ِู…ْ ู†َุถْุฑَุฉَ ุงู„ู†َّุนِูŠู…ِ} [ุงู„ู…ุทูููŠู†: 22 - 24]

Sesungguhnya orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam kenikmatan yang besar (syurga), Mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan mereka yang penuh kenikmatan. Mereka memandang semua kenikmatan yang ada dalam surga, dan tiada kenikmatan yang paling besar selain melihat wajah Allah subhanahu wata'ala.

Surah Yunus ayat 26.
{ู„ِู„َّุฐِูŠู†َ ุฃَุญْุณَู†ُูˆุง ุงู„ْุญُุณْู†َู‰ ูˆَุฒِูŠَุงุฏَุฉٌ} [ูŠูˆู†ุณ: 26]
Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya.
Yang dimaksud dengan tambahannya ialah kenikmatan melihat Allah sebagaimana ditafsirkan oleh Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam. Dari Suhaeb; Rasulullah bersabda:

" ุฅِุฐَุง ุฏَุฎَู„َ ุฃَู‡ْู„ُ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ، ู‚َุงู„َ: ูŠَู‚ُูˆู„ُ ุงู„ู„ู‡ُ ุชَุจَุงุฑَูƒَ ูˆَุชَุนَุงู„َู‰: ุชُุฑِูŠุฏُูˆู†َ ุดَูŠْุฆًุง ุฃَุฒِูŠุฏُูƒُู…ْ؟ ูَูŠَู‚ُูˆู„ُูˆู†َ: ุฃَู„َู…ْ ุชُุจَูŠِّุถْ ูˆُุฌُูˆู‡َู†َุง؟ ุฃَู„َู…ْ ุชُุฏْุฎِู„ْู†َุง ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ، ูˆَุชُู†َุฌِّู†َุง ู…ِู†َ ุงู„ู†َّุงุฑِ؟ ู‚َุงู„َ: ูَูŠَูƒْุดِูُ ุงู„ْุญِุฌَุงุจَ، ูَู…َุง ุฃُุนْุทُูˆุง ุดَูŠْุฆًุง ุฃَุญَุจَّ ุฅِู„َูŠْู‡ِู…ْ ู…ِู†َ ุงู„ู†َّุธَุฑِ ุฅِู„َู‰ ุฑَุจِّู‡ِู…ْ ุนَุฒَّ ูˆَุฌَู„َّ " ุซُู…َّ ุชَู„َุง ู‡َุฐِู‡ِ ุงู„ْุขูŠَุฉَ: {ู„ِู„َّุฐِูŠู†َ ุฃَุญْุณَู†ُูˆุง ุงู„ْุญُุณْู†َู‰ ูˆَุฒِูŠَุงุฏَุฉٌ} [ูŠูˆู†ุณ: 26]

Jika penghuni surga sudah masuk ke surga, Allah berkata kepada mereka: Apakah kalian menginginkan sesuatu nikmat kutambahkan untuk kalian? Mereka menjawab: Bukankah Engkau telah memutihkan wajah kami? Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke surga, dan menyelamatkan kami dari neraka? Rasulullah bersabda: Kemudian Allah membuka hijab-Nya, maka mereka tidak diberi sesuatu yang lebih mereka sukai dari pada kenikmatan melihat Allah 'azza wajalah, kemudian Rasulullah membaca ayat ini ... . [Sahih Muslim]

Surah Qaaf ayat 35.
{ ู„َู‡ُู…ْ ู…َุง ูŠَุดَุงุกُูˆู†َ ูِูŠู‡َุง ูˆَู„َุฏَูŠْู†َุง ู…َุฒِูŠุฏٌ} [ู‚: 35]
Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi kami ada tambahannya.
Yang dimaksud dengan tambahannya ialah kenikmatan melihat Allah sebagaimana Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam menafsirkan ayat 26 surah Yunus di atas. Mari kita fokus pd surat al-qiyamah 22-23 :
{ูˆُุฌُูˆู‡ٌ ูŠَูˆْู…َุฆِุฐٍ ู†َุงุถِุฑَุฉٌ (22) ุฅِู„َู‰ ุฑَุจِّู‡َุง ู†َุงุธِุฑَุฉٌ}   [ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ: 22، 23]

Keterangan Mufasir dalam Tafsir Ibnu katsir
Diriwayatkan oleh al-Bukhari ra., di dalam Shahih-nya: “Sesungguhnya kalian akan melihat Rabb kalian dengan kasatmata.”
Dan telah ditegaskan mengenai penglihatan orang-orang Mukmin terhadap Allah SWT di akhirat kelak dalam beberapa hadist shahih melalui beberapa jalur mutawatir yang ada pada para imam hadist, yang tidak mungkin ditolak dan ditentang.
Hal itu didasarkan pada hadist Abu Sa’id dan Abu Hurairah ra., yang keduanya terdapat di dalam kitab ash-Shahihain bahwasanya ada beberapa orang bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah kita akan melihat Rabb kita pada hari Kiamat kelak?” Beliau menjawab, “Apakah kalian merasa sakit saat melihat matahari dan bulan yang tidak dihalangi oleh awan?” Mereka menjawab, “Tidak.” Beliaupun bersabda, “Sesungguhnya seperti itulah kalian akan melihat Rabb kalian.”

Dalam kitab ash-Shahihain disebutkan dari Jarir ra., ia berkata: “Rasulullah SAW pernah melihat bulan pada malam purnama, beliau bersabda, ‘Sesungguhnya kalian akan melihat Rabb kalian seperti kalian melihat bulan ini. Jika kalian mampu untuk tidak dikalahkan (oleh perasaan lelah/ngantuk) dari mengerjakan shalat sebelum matahari terbit dan tidak juga sebelum tenggelamnya, maka kerjakanlah.'” yaitu shalat Subuh dan shalat ‘Ashar.
Masih dalam kitab ash-Shahihain dari Abu Musa, ia berkata: “Rasulullah SAW telah bersabda: ‘Ada dua Surga yang bejana dan semua isinya terbuat dari emas, dan ada dua Surga yang bejana dan semua isinya terbuat dari perak. Tidaklah terdapat tirai antara suatu kaum dengan penglihatan mereka kepada Allah SWT melainkan terdapat selendang kebesaran pada wajah-Nya di Surga ‘Adn.'”

Dalam riwayat Muslim dari Shuhaib, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Jika para penghuni Surga memasuki Surga–beliau bersabda–Allah Ta’ala berfirman: ‘Apakah kalian mau Aku beri tambahan sesuatu?’ Mereka pun menjawab: ‘Bukankah Engkau telah membuat wajah kami berwarna putih. Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke Surga, dan menyelamatkan kami dari Neraka!'” Beliau bersabda: “Maka Allah pun menyingkap hijab, mereka tidak diberi sesuatu yang lebih mereka sukai daripada melihat Rabb mereka (secara langsung). Dan itulah tambahannya.”
Kemudian beliau membaca ayat berikut ini: “Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (Surga) dan tambahannya.” (QS. Yunus: 26)

Begitulah, setelah cita-cita dan segala hal di dunia ini kita telah raih dan kita lakukan. Ujung-ujungnya kita cuma perlu bertemu Allah SWT, baik di persidangan hari Kiamat maupun insha Allah di taman-taman Surga nanti.

- Tafsir Ibnu Katsir :
ุซู… ู‚ุงู„ ุชุนุงู„ู‰ : ( ูˆุฌูˆู‡ ูŠูˆู…ุฆุฐ ู†ุงุถุฑุฉ ) ู…ู† ุงู„ู†ุถุงุฑุฉ ، ุฃูŠ ุญุณู†ุฉ ุจู‡ูŠุฉ ู…ุดุฑู‚ุฉ ู…ุณุฑูˆุฑุฉ ، ( ุฅู„ู‰ ุฑุจู‡ุง ู†ุงุธุฑุฉ ) ุฃูŠ : ุชุฑุงู‡ ุนูŠุงู†ุง ، ูƒู…ุง ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ ، ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ ، ููŠ ุตุญูŠุญู‡ : " ุฅู†ูƒู… ุณุชุฑูˆู† ุฑุจูƒู… ุนูŠุงู†ุง " . ูˆู‚ุฏ ุซุจุชุช ุฑุคูŠุฉ ุงู„ู…ุคู…ู†ูŠู† ู„ู„ู‡ ุนุฒ ูˆุฌู„ ููŠ ุงู„ุฏุงุฑ ุงู„ุขุฎุฑุฉ ููŠ ุงู„ุฃุญุงุฏูŠุซ ุงู„ุตุญุงุญ ، ู…ู† ุทุฑู‚ ู…ุชูˆุงุชุฑุฉ ุนู†ุฏ ุฃุฆู…ุฉ ุงู„ุญุฏูŠุซ ، ู„ุง ูŠู…ูƒู† ุฏูุนู‡ุง ูˆู„ุง ู…ู†ุนู‡ุง ; ู„ุญุฏูŠุซุฃุจูŠ ุณุนูŠุฏ ูˆุฃุจูŠ ู‡ุฑูŠุฑุฉ‌ - ูˆู…ุง ููŠ ุงู„ุตุญูŠุญูŠู† - : ุฃู† ู†ุงุณุง ู‚ุงู„ูˆุง : ูŠุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ، ู‡ู„ ู†ุฑู‰ ุฑุจู†ุง ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ ؟ ูู‚ุงู„ : " ู‡ู„ ุชุถุงุฑูˆู† ููŠ ุฑุคูŠุฉ ุงู„ุดู…ุณ ูˆุงู„ู‚ู…ุฑ ู„ูŠุณ ุฏูˆู†ู‡ู…ุง ุณุญุงุจ؟ " ู‚ุงู„ูˆุง : ู„ุง . ู‚ุงู„ : " ูุฅู†ูƒู… ุชุฑูˆู† ุฑุจูƒู… ูƒุฐู„ูƒ " . ูˆููŠ ุงู„ุตุญูŠุญูŠู† ุนู† ุฌุฑูŠุฑ ู‚ุงู„ : ู†ุธุฑ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฅู„ู‰ ุงู„ู‚ู…ุฑ ู„ูŠู„ุฉ ุงู„ุจุฏุฑ ูู‚ุงู„ : " ุฅู†ูƒู… ุชุฑูˆู† ุฑุจูƒู… ูƒู…ุง ุชุฑูˆู† ู‡ุฐุง ุงู„ู‚ู…ุฑ ، ูุฅู† ุงุณุชุทุนุชู… ุฃู„ุง ุชุบู„ุจูˆุง ุนู„ู‰ ุตู„ุงุฉ ู‚ุจู„ ุทู„ูˆุน ุงู„ุดู…ุณ ูˆู„ุง ู‚ุจู„ [ ุต: 280 ] ุบุฑูˆุจู‡ุง ูุงูุนู„ูˆุง " ูˆููŠ ุงู„ุตุญูŠุญูŠู† ุนู† ุฃุจูŠ ู…ูˆุณู‰ ู‚ุงู„ : ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… : " ุฌู†ุชุงู† ู…ู† ุฐู‡ุจ ุขู†ูŠุชู‡ู…ุง ูˆู…ุง ููŠู‡ู…ุง ، ูˆุฌู†ุชุงู† ู…ู† ูุถุฉ ุขู†ูŠุชู‡ู…ุง ูˆู…ุง ููŠู‡ู…ุง ، ูˆู…ุง ุจูŠู† ุงู„ู‚ูˆู… ูˆุจูŠู† ุฃู† ูŠู†ุธุฑูˆุง ุฅู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุฅู„ุง ุฑุฏุงุก ุงู„ูƒุจุฑูŠุงุก ุนู„ู‰ ูˆุฌู‡ู‡ ููŠ ุฌู†ุฉ ุนุฏู† " . ูˆููŠ ุฃูุฑุงุฏ ู…ุณู„ู… ، ุนู† ุตู‡ูŠุจ ، ุนู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุงู„ : " ุฅุฐุง ุฏุฎู„ ุฃู‡ู„ ุงู„ุฌู†ุฉ ุงู„ุฌู†ุฉ " ู‚ุงู„ : " ูŠู‚ูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ : ุชุฑูŠุฏูˆู† ุดูŠุฆุง ุฃุฒูŠุฏูƒู… ؟ ููŠู‚ูˆู„ูˆู† : ุฃู„ู… ุชุจูŠุถ ูˆุฌูˆู‡ู†ุง ؟ ุฃู„ู… ุชุฏุฎู„ู†ุง ุงู„ุฌู†ุฉ ูˆุชู†ุฌู†ุง ู…ู† ุงู„ู†ุงุฑ؟ " ู‚ุงู„ : " ููŠูƒุดู ุงู„ุญุฌุงุจ ، ูู…ุง ุฃุนุทูˆุง ุดูŠุฆุง ุฃุญุจ ุฅู„ูŠู‡ู… ู…ู† ุงู„ู†ุธุฑ ุฅู„ู‰ ุฑุจู‡ู… ، ูˆู‡ูŠ ุงู„ุฒูŠุงุฏุฉ " . ุซู… ุชู„ุง ู‡ุฐู‡ ุงู„ุขูŠุฉ : ( ู„ู„ุฐูŠู† ุฃุญุณู†ูˆุง ุงู„ุญุณู†ู‰ ูˆุฒูŠุงุฏุฉ ) [ ูŠูˆู†ุณ : 26 ] .
ูˆููŠ ุฃูุฑุงุฏ ู…ุณู„ู… ، ุนู† ุฌุงุจุฑ ููŠ ุญุฏูŠุซู‡ : " ุฅู† ุงู„ู„ู‡ ูŠุชุฌู„ู‰ ู„ู„ู…ุคู…ู†ูŠู† ูŠุถุญูƒ " - ูŠุนู†ูŠ ููŠ ุนุฑุตุงุช ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ - ูููŠ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฃุญุงุฏูŠุซ ุฃู† ุงู„ู…ุคู…ู†ูŠู† ูŠู†ุธุฑูˆู† ุฅู„ู‰ ุฑุจู‡ู… ุนุฒ ูˆุฌู„ ููŠ ุงู„ุนุฑุตุงุช ، ูˆููŠ ุฑูˆุถุงุช ุงู„ุฌู†ุงุช .
ูˆู‚ุงู„ ุงู„ุฅู…ุงู… ุฃุญู…ุฏ : ุญุฏุซู†ุง ุฃุจูˆ ู…ุนุงูˆูŠุฉ ، ุญุฏุซู†ุง ุนุจุฏ ุงู„ู…ู„ูƒ ุจู† ุฃุจุฌุฑ ، ุญุฏุซู†ุง ุซูˆูŠุฑ ุจู† ุฃุจูŠ ูุงุฎุชุฉ ، ุนู† ุงุจู† ุนู…ุฑ ู‚ุงู„ : ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… : " ุฅู† ุฃุฏู†ู‰ ุฃู‡ู„ ุงู„ุฌู†ุฉ ู…ู†ุฒู„ุฉ ู„ูŠู†ุธุฑ ููŠ ู…ู„ูƒู‡ ุฃู„ููŠ ุณู†ุฉ ، ูŠุฑู‰ ุฃู‚ุตุงู‡ ูƒู…ุง ูŠุฑู‰ ุฃุฏู†ุงู‡ ، ูŠู†ุธุฑ ุฅู„ู‰ ุฃุฒูˆุงุฌู‡ ูˆุฎุฏู…ู‡ . ูˆุฅู† ุฃูุถู„ู‡ู… ู…ู†ุฒู„ุฉ ู„ูŠู†ุธุฑ ุฅู„ู‰ ูˆุฌู‡ ุงู„ู„ู‡ ูƒู„ ูŠูˆู… ู…ุฑุชูŠู† " .

Hadits yang menerangkan hal yang sama, diantaranya:
- Jarir bin Abdillah berkata: Suatu hari kami bersama Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam, dan beliau melihat ke bulan di malam purnama seraya berkata:
" ุฅِู†َّูƒُู…ْ ุณَุชَุฑَูˆْู†َ ุฑَุจَّูƒُู…ْ، ูƒَู…َุง ุชَุฑَูˆْู†َ ู‡َุฐَุง ุงู„ู‚َู…َุฑَ، ู„ุงَ ุชُุถَุงู…ُّูˆู†َ ูِูŠ ุฑُุคْูŠَุชِู‡ِ "

Sesungguhnya kalian akan melihat Tuhan kalian sebagaimana kalian melihat bulan ini, kalian tidak saling berdesakan untuk melihat-Nya. [Sahih Bukhari dan Muslim]

- Hadits Abu Sa'id Al-Khudriy.
Beberapa orang bertanya kepada Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam: Ya Rasulullah, apakah kita akan melihat Tuhan kita pada hari kiamat? Rasulullah menjawab: Iya. Apakah kalian saling menyakiti (berdesakan) untuk melihat matahari di siang hari tampa ada awan? Mereka menjawab: Tidak.
Rasulullah bertanya lagi: Apakah kalian saling menyakiti untuk melihat bulan di malam purnama tidak ada awan? Mereka menjawab: Tidak. Rasulullah bersabda:
" ู…َุง ุชُุถَุงุฑُูˆู†َ ูِูŠ ุฑُุคْูŠَุฉِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุนَุฒَّ ูˆَุฌَู„َّ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ู‚ِูŠَุงู…َุฉِ، ุฅِู„َّุง ูƒَู…َุง ุชُุถَุงุฑُูˆู†َ ูِูŠ ุฑُุคْูŠَุฉِ ุฃَุญَุฏِู‡ِู…َุง "

Kalian tidak akan saling menyakiti (berdesakan) ketika melihat Allah 'azza wajala di hari kiamat, sebagaimana kalian melihat matahari atau bulan. [Sahih Bukhari dan Muslim]

- Hadits Abu Hurairah.
Beberapa orang bertanya kepada Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam: Ya Rasulullah, apakah kita akan melihat Tuhan kita pada hari kiamat? Rasulullah balik bertanya: Apakah kalian saling menyakiti (berdesakan) untuk melihat bulan di malam purnama tidak ada awan? Mereka menjawab: Tidak, ya Rasulullah.
Rasulullah bertanya lagi: Apakah kalian saling menyakiti (berdesakan) untuk melihat matahari tampa ada awan? Mereka menjawab: Tidak. Rasulullah bersabda:
" ูَุฅِู†َّูƒُู…ْ ุชَุฑَูˆْู†َู‡ُ ูƒَุฐَู„ِูƒَ "
Maka sesungguhnya kalian akan melihat Allah seperti itu juga. [Sahih Bukhari dan Muslim]

- Hadits Ammar bin Yasir.
Rasulullah sering membaca do'a ini ...
ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†ِّูŠْ ุฃَุณْุฃَู„ُูƒَ ุจَุฑْุฏَ ุงู„ْุนَูŠْุดِ ุจَุนْุฏَ ุงู„ْู…َูˆْุชِ، ูˆَุฃَุณْุฃَู„ُูƒَ ู„َุฐَّุฉَ ุงู„ู†َّุธَุฑِ ุฅِู„َู‰ ูˆَุฌْู‡ِูƒَ، ูˆَุฃَุณْุฃَู„ُูƒَ ุงู„ุดَّูˆْู‚َ ุฅِู„َู‰ ู„ِู‚َุงุฆِูƒَ، ูِูŠْ ุบَูŠْุฑِ ุถَุฑَّุงุกَ ู…ُุถِุฑَّุฉٍ، ูˆَู„َุง ูِุชْู†َุฉٍ ู…ُุถِู„َّุฉٍ

"Ya Allah .. sesungguhnya aku meminta kepada-Mu kehidupan yang baik setelah mati, dan aku meminta kepada-Mu nikmatnya menatap wajah-Mu, dan aku meminta kepada-Mu kerinduan bertemu dengan-Mu tampa ada kesulitan yang membahayakan, dan tampa ada cobaan yang menyesatkan." [Sahih Ibnu Hibban]

Teks hadits pertama bisa dijumpai dalam Fathul Baari:

ุจุงุจ ู‚ูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ูˆุฌูˆู‡ ูŠูˆู…ุฆุฐ ู†ุงุถุฑุฉ ุฅู„ู‰ ุฑุจู‡ุง ู†ุงุธุฑุฉ
6997 ุญุฏุซู†ุง ุนู…ุฑูˆ ุจู† ุนูˆู† ุญุฏุซู†ุง ุฎุงู„ุฏ ูˆู‡ุดูŠู… ุนู† ุฅุณู…ุงุนูŠู„ ุนู† ู‚ูŠุณ ุนู† ุฌุฑูŠุฑ ู‚ุงู„ ูƒู†ุง ุฌู„ูˆุณุง ุนู†ุฏ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฅุฐ ู†ุธุฑ ุฅู„ู‰ ุงู„ู‚ู…ุฑ ู„ูŠู„ุฉ ุงู„ุจุฏุฑ ู‚ุงู„ ุฅู†ูƒู… ุณุชุฑูˆู† ุฑุจูƒู… ูƒู…ุง ุชุฑูˆู† ู‡ุฐุง ุงู„ู‚ู…ุฑ ู„ุง ุชุถุงู…ูˆู† ููŠ ุฑุคูŠุชู‡ ูุฅู† ุงุณุชุทุนุชู… ุฃู† ู„ุง ุชุบู„ุจูˆุง ุนู„ู‰ ุตู„ุงุฉ ู‚ุจู„ ุทู„ูˆุน ุงู„ุดู…ุณ ูˆุตู„ุงุฉ ู‚ุจู„ ุบุฑูˆุจ ุงู„ุดู…ุณ ูุงูุนู„ูˆุง

ุงู„ุญุงุดูŠุฉ ุฑู‚ู…: 1
[ ุต: 430 ] [ ุต: 431 ] [ ุต: 432 ] [ ุต: 433 ] [ ุต: 434 ] ู‚ูˆู„ู‡ : ุจุงุจ ู‚ูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ูˆุฌูˆู‡ ูŠูˆู…ุฆุฐ ู†ุงุถุฑุฉ ุฅู„ู‰ ุฑุจู‡ุง ู†ุงุธุฑุฉ ) ูƒุฃู†ู‡ ูŠุดูŠุฑ ุฅู„ู‰ ู…ุง ุฃุฎุฑุฌู‡ ุนุจุฏ ุจู† ุญู…ูŠุฏ ูˆุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ ูˆุงู„ุทุจุฑูŠ ูˆุบูŠุฑู‡ู… ูˆุตุญุญู‡ ุงู„ุญุงูƒู… ู…ู† ุทุฑูŠู‚ ุซูˆูŠุฑ ุจู† ุฃุจูŠ ูุงุฎุชุฉ " ุนู† ุงุจู† ุนู…ุฑ ุนู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุงู„ ุฅู† ุฃุฏู†ู‰ ุฃู‡ู„ ุงู„ุฌู†ุฉ ู…ู†ุฒู„ุฉ ู„ู…ู† ูŠู†ุธุฑ ููŠ ู…ู„ูƒู‡ ุฃู„ู ุณู†ุฉ ، ูˆุฅู† ุฃูุถู„ู‡ู… ู…ู†ุฒู„ุฉ ู„ู…ู† ูŠู†ุธุฑ ููŠ ูˆุฌู‡ ุฑุจู‡ ุนุฒ ูˆุฌู„ ููŠ ูƒู„ ูŠูˆู… ู…ุฑุชูŠู† " ู‚ุงู„ : ุซู… ุชู„ุง ูˆุฌูˆู‡ ูŠูˆู…ุฆุฐ ู†ุงุถุฑุฉ ู‚ุงู„ ุจุงู„ุจูŠุงุถ ูˆุงู„ุตูุงุก ุฅู„ู‰ ุฑุจู‡ุง ู†ุงุธุฑุฉ ู‚ุงู„ ุชู†ุธุฑ ูƒู„ ูŠูˆู… ููŠ ูˆุฌู‡ ุงู„ู„ู‡ ، ู„ูุธ ุงู„ุทุจุฑูŠ ู…ู† ุทุฑูŠู‚ ู…ุตุนุจ ุจู† ุงู„ู…ู‚ุฏุงู… ุนู† ุฅุณุฑุงุฆูŠู„ ุนู† ุซูˆูŠุฑ ، ูˆุฃุฎุฑุฌู‡ ุนุจุฏ ุนู† ุดุจุงุจุฉ ุนู† ุฅุณุฑุงุฆูŠู„ ูˆู„ูุธู‡ : ู„ู…ู† ูŠู†ุธุฑ ุฅู„ู‰ ุฌู†ุงู†ู‡ ูˆุฃุฒูˆุงุฌู‡ ูˆุฎุฏู…ู‡ ูˆู†ุนูŠู…ู‡ ูˆุณุฑุฑู‡ ู…ุณูŠุฑุฉ ุฃู„ู ุณู†ุฉ ، ูˆุฃูƒุฑู…ู‡ู… ุนู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ู…ู† ูŠู†ุธุฑ ุฅู„ู‰ ูˆุฌู‡ู‡ ุบุฏูˆุฉ ูˆุนุดูŠุฉ ، ูˆูƒุฐุง ุฃุฎุฑุฌู‡ ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ ุนู† ุนุจุฏ ، ูˆู‚ุงู„ ุบุฑูŠุจ ، ุฑูˆุงู‡ ุบูŠุฑ ูˆุงุญุฏ ุนู† ุฅุณุฑุงุฆูŠู„ ู…ุฑููˆุนุง ، ูˆุฑูˆุงู‡ ุนุจุฏ ุงู„ู…ู„ูƒ ุจู† ุฃุจุฌุฑ ุนู† ุซูˆูŠุฑ ุนู† ุงุจู† ุนู…ุฑ ู…ูˆู‚ูˆูุง ، ูˆุฑูˆุงู‡ ุงู„ุซูˆุฑูŠ ุนู† ุซูˆูŠุฑ ุนู† ู…ุฌุงู‡ุฏ ุนู† ุงุจู† ุนู…ุฑ ู…ูˆู‚ูˆูุง ุฃูŠุถุง ، ู‚ุงู„ : ูˆู„ุง ู†ุนู„ู… ุฃุญุฏุง ุฐูƒุฑ ููŠู‡ ู…ุฌุงู‡ุฏุง ุบูŠุฑ ุงู„ุซูˆุฑูŠ ุจุงู„ุนู†ุนู†ุฉ . ู‚ู„ุช : ุฃุฎุฑุฌู‡ ุงุจู† ู…ุฑุฏูˆูŠู‡ ู…ู† ุฃุฑุจุนุฉ ุทุฑู‚ ุนู† ุฅุณุฑุงุฆูŠู„ ุนู† ุซูˆูŠุฑ ู‚ุงู„ " ุณู…ุนุช ุงุจู† ุนู…ุฑ " ูˆู…ู† ุทุฑูŠู‚ ุนุจุฏ ุงู„ู…ู„ูƒ ุจู† ุฃุจุฌุฑ ุนู† ุซูˆูŠุฑ ู…ุฑููˆุนุง

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al An'aam 103 :
ู„َุง ุชُุฏْุฑِูƒُู‡ُ ุงู„ْุฃَุจْุตَุงุฑُ ูˆَู‡ُูˆَ ูŠُุฏْุฑِูƒُ ุงู„ْุฃَุจْุตَุงุฑَ ูˆَู‡ُูˆَ ุงู„ู„َّุทِูŠูُ ุงู„ْุฎَุจِูŠุฑُ (103)

Sesudah itu Allah swt. menjelaskan hakikat dan keagungan diri Nya sebagai penegasan dari sifat-sifat Nya yang telah dijelaskan pada ayat yang baru lalu yaitu bahwa Allah di atas segala-galanya. Zat Nya Yang Agung itu tidak dapat dijangkau oleh indra manusia, karena indra manusia itu memang diciptakan dalam susunan yang tidak siap untuk mengindra zat Nya. Sebabnya tiada lain karena manusia itu diciptakan dari materi, dan indranya hanya menjangkau materi belaka dengan perantaraan materi pula; sedangkan Allah bukanlah materi. Maka wajarlah apabila Ia tidak dapat dijangkau oleh indra manusia.
Yang dimaksud dengan tidak dapatnya Allah dijangkau dengan indra manusia ialah selama manusia itu masih hidup dalam dunia. Akan tetapi apabila ia telah mati, ia akan dapat melihat Tuhan.
Nabi Muhammad saw. bersabda:

ุฅู†ูƒู… ุณุชุฑูˆู† ุฑุจูƒู… ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ ูƒู…ุง ุชุฑูˆู† ุงู„ู‚ู…ุฑ ู„ูŠู„ุฉ ุงู„ุจุฏุฑ ูˆูƒู…ุง ุชุฑูˆู† ุงู„ุดู…ุณ ู„ูŠุณ ุฏูˆู†ู‡ุง ุณุญุงุจ

Sebenarnya kamu akan melihat Tuhanmu di hari kiamat seperti kamu melihat bulan di malam bulan purnama, dan seperti kamu melihat matahari di kala langit tidak berawan". (HR Bukhari dari Jarir, Sahih Bukhari jilid IV, 283).
Allah swt. berfirman:

ูˆُุฌُูˆู‡ٌ ูŠَูˆْู…َุฆِุฐٍ ู†َุงุถِุฑَุฉٌ(22)ุฅِู„َู‰ ุฑَุจِّู‡َุง ู†َุงุธِุฑَุฉٌ(23)

Wajah-wajah (orang mukmin) pada hari itu berseri-seri kepada Tuhannyalah mereka melihat. (Q.S Al Qiyamah: 22-23)
Kemungkinan melihat Tuhan di hari kiamat, khusus bagi orang-orang mukmin sedangkan orang-orang kafir kemungkinan melihat Allah tertutup bagi mereka. Allah swt. berfirman:

ูƒَู„َّุง ุฅِู†َّู‡ُู…ْ ุนَู†ْ ุฑَุจِّู‡ِู…ْ ูŠَูˆْู…َุฆِุฐٍ ู„َู…َุญْุฌُูˆุจُูˆู†َ(15)

"Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat Tuhan mereka)". (Q.S Al Mutaffifin: 15).
Sebaliknya Allah swt. menegaskan bahwa Dia dapat melihat segala sesuatu yang dapat dilihat, dan basirah-Nya dapat menembus seluruh yang ada, tidak ada sesuatupun yang tersembunyi bagi-Nya, baik bentuk maupun hakikat Nya. Di akhir ayat ini Allah swt. menegaskan lagi bahwa Zat-Nya Maha Halus, tak mungkin dijangkau oleh indra manusia apalagi hakikat-Nya dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu betapapun halusnya sesuatu itu, tak ada yang tersembunyi dari pada pengetahuan-Nya.

Isi asli dari tafsir/terjemah yang dikeluarkan depag, namun dimuat sebagai jawaban di HUDA SARUNGAN
http://huda-sarungan.blogspot.com

Kesimpulannya :
Ayat dalam surat al-qiyaamah di atas terjadinya ketika di akhirat. Dan dalam surat al-an'am terjadi di dunia ini, wallahu a'lam.

Untuk yang surat Al-Qiyamah itu menjelaskan melihat Allah di akhirat nanti. Sedang untuk surat Al-An'am menjelaskan keadaan kita di dunia, dimana kita tidak bisa melihat Allah, itu adalah ketentuanNYA. Monggo tafsir At-Thobari dalam menafsiri Surat Al-An'am ayat 103 :

ูู‚ุงู„ ู‚ุงุฆู„ูˆ ู‡ุฐู‡ ุงู„ู…ู‚ุงู„ุฉ: ู…ุนู†ู‰ ุงู„ุฅุฏุฑุงูƒ ููŠ ู‡ุฐุง ุงู„ู…ูˆุถุน: ุงู„ุฑุคูŠุฉ، ูˆุฃู†ูƒุฑูˆุง ุฃู† ูŠูƒูˆู† ุงู„ู„ู‡ ูŠُุฑู‰ ุจุงู„ุฃุจุตุงุฑ ููŠ ุงู„ุฏู†ูŠุง ูˆุงู„ุขุฎุฑุฉ. ูˆุชุฃูˆّู„ูˆุง ู‚ูˆู„ู‡: ูˆُุฌُูˆู‡ٌ ูŠَูˆْู…َุฆِุฐٍ ู†ุงุถِุฑَุฉٌ ุฅู„ู‰ ุฑุจِّู‡ุง ู†ุงุธِุฑَุฉٌ ุจู…ุนู†ู‰ ุงู†ุชุธุงุฑู‡ุง ุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุซูˆุงุจู‡.
ูˆุชุฃูˆّู„ ุจุนุถู‡ู… ููŠ ุงู„ุฃุฎุจุงุฑ ุงู„ุชูŠ ุฑُูˆِูŠุช ุนู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ّู… ุจุชุตุญูŠุญ ุงู„ู‚ูˆู„ ุจุฑุคูŠุฉ ุฃู‡ู„ ุงู„ุฌู†ุฉ ุฑุจู‡ู… ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ ุชุฃูˆูŠู„ุงุช. ูˆุฃู†ูƒุฑ ุจุนุถู‡ู… ู…ุฌูŠุฆู‡ุง، ูˆุฏุงูุนูˆุง ุฃู† ูŠูƒูˆู† ุฐู„ูƒ ู…ู† ู‚ูˆู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ّู…، ูˆุฑุฏูˆุง ุงู„ู‚ูˆู„ ููŠู‡ ุฅู„ู‰ ุนู‚ูˆู„ู‡ู…، ูุฒุนู…ูˆุง ุฃู† ุนู‚ูˆู„ู‡ู… ุชُุญِูŠู„ ุฌูˆุงุฒ ุงู„ุฑุคูŠุฉ ุนู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนุฒّ ูˆุฌู„ّ ุจุงู„ุฃุจุตุงุฑ ูˆุฃุชูˆุง ููŠ ุฐู„ูƒ ุจุถุฑูˆุจ ู…ู† ุงู„ุชู…ูˆูŠู‡ุงุช، ูˆุฃูƒุซุฑูˆุง ุงู„ู‚ูˆู„ ููŠู‡ ู…ู† ุฌู‡ุฉ ุงู„ุงุณุชุฎุฑุงุฌุงุช. ูˆูƒุงู† ู…ู† ุฃุฌู„ّ ู…ุง ุฒุนู…ูˆุง ุฃู†ู‡ู… ุนู„ู…ูˆุง ุจู‡ ุตุญุฉ ู‚ูˆู„ู‡ู… ุฐู„ูƒ ู…ู† ุงู„ุฏู„ูŠู„ ุฃู†ู‡ู… ู„ู… ูŠุฌุฏูˆุง ุฃุจุตุงุฑู‡ู… ุชุฑู‰ ุดูŠุฆุงً ุฅู„ุงَّ ู…ุง ุจุงูŠู†ู‡ุง ุฏูˆู† ู…ุง ู„ุงุตู‚ู‡ุง، ูุฅู†ู‡ุง ู„ุง ุชุฑู‰ ู…ุง ู„ุงุตู‚ู‡ุง. ู‚ุงู„ูˆุง: ูู…ุง ูƒุงู† ู„ู„ุฃุจุตุงุฑ ู…ุจุงูŠู†ุงً ู…ู…ุง ุนุงูŠู†ุชู‡، ูุฅู† ุจูŠู†ู‡ ูˆุจูŠู†ู‡ุง ูุถุงุก ูˆูุฑุฌุฉ. ู‚ุงู„ูˆุง: ูุฅู† ูƒุงู†ุช ุงู„ุฃุจุตุงุฑ ุชุฑู‰ ุฑุจู‡ุง ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ ุนู„ู‰ ู†ุญูˆ ู…ุง ุชُุฑَู‰ ุงู„ุฃุดุญุงุตُ ุงู„ูŠูˆู…، ูู‚ุฏ ูˆุฌุจ ุฃู† ูŠูƒูˆู† ุงู„ุตุงู†ุน ู…ุญุฏูˆุฏุงً. ู‚ุงู„ูˆุง: ูˆู…ู† ูˆุตูู‡ ุจุฐู„ูƒ، ูู‚ุฏ ูˆุตูู‡ ุจุตูุงุช ุงู„ุฃุฌุณุงู… ุงู„ุชูŠ ูŠุฌูˆุฒ ุนู„ูŠู‡ุง ุงู„ุฒูŠุงุฏุฉ ูˆุงู„ู†ู‚ุตุงู†. ู‚ุงู„ูˆุง: ูˆุฃุฎุฑู‰، ุฃู† ู…ู† ุดุฃู† ุงู„ุฃุจุตุงุฑ ุฃู† ุชุฏุฑูƒ ุงู„ุฃู„ูˆุงู† ูƒู…ุง ู…ู† ุดุฃู† ุงู„ุฃุณู…ุงุน ุฃู† ุชุฏุฑูƒ ุงู„ุฃุตูˆุงุช، ูˆู…ู† ุดุฃู† ุงู„ู…ุชู†ุดู… ุฃู† ูŠุฏุฑูƒ ุงู„ุฃุนุฑุงู. ู‚ุงู„ูˆุง: ูู…ู† ุงู„ูˆุฌู‡ ุงู„ุฐูŠ ูุณุฏ ุฃู† ูŠูƒูˆู† ุฌุงุฆุฒุงً ุฃู† ูŠู‚ุถู‰ ู„ู„ุณู…ุน ุจุบูŠุฑ ุฅุฏุฑุงูƒ ุงู„ุฃุตูˆุงุช ูˆู„ู„ู…ุชู†ุดู… ุฅู„ุงَّ ุจุฅุฏุฑุงูƒ ุงู„ุฃุนุฑุงู، ูุณุฏ ุฃู† ูŠูƒูˆู† ุฌุงุฆุฒุงً ุงู„ู‚ุถุงุก ู„ู„ุจุตุฑ ุฅู„ุงَّ ุจุฅุฏุฑุงูƒ ุงู„ุฃู„ูˆุงู†. ู‚ุงู„ูˆุง: ูˆู„ู…ุง ูƒุงู† ุบูŠุฑ ุฌุงุฆุฒ ุฃู† ูŠูƒูˆู† ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุฐูƒุฑู‡ ู…ูˆุตูˆูุงً ุจุฃู†ู‡ ุฐูˆ ู„ูˆู†، ุตุญّ ุฃู†ู‡ ุบูŠุฑ ุฌุงุฆุฒ ุฃู† ูŠูƒูˆู† ู…ูˆุตูˆูุงً ุจุฃู†ู‡ ู…ุฑุฆูŠّ.
ูˆู‚ุงู„ ุขุฎุฑูˆู†: ู…ุนู†ู‰ ุฐู„ูƒ: ู„ุง ุชุฏุฑูƒู‡ ุฃุจุตุงุฑ ุงู„ุฎู„ุงุฆู‚ ููŠ ุงู„ุฏู†ูŠุง، ูˆุฃู…ุง ููŠ ุงู„ุขุฎุฑุฉ ูุฅู†ู‡ุง ุชุฏุฑูƒู‡. ูˆู‚ุงู„ ุฃู‡ู„ ู‡ุฐู‡ ุงู„ู…ู‚ุงู„ุฉ: ุงู„ุฅุฏุฑุงูƒ ููŠ ู‡ุฐุง ุงู„ู…ูˆุถุน: ุงู„ุฑุคูŠุฉ.
ูˆุงุนุชู„ّ ุฃู‡ู„ ู‡ุฐู‡ ุงู„ู…ู‚ุงู„ุฉ ู„ู‚ูˆู„ู‡ู… ู‡ุฐุง ุจุฃู† ู‚ุงู„ูˆุง: ุงู„ุฅุฏุฑุงูƒ ูˆุฅู† ูƒุงู† ู‚ุฏ ูŠูƒูˆู† ููŠ ุจุนุถ ุงู„ุฃุญูˆุงู„ ุจุบูŠุฑ ู…ุนู†ู‰ ุงู„ุฑุคูŠุฉ، ูุฅู† ุงู„ุฑุคูŠุฉ ู…ู† ุฃุญุฏ ู…ุนุงู†ูŠู‡ ูˆุฐู„ูƒ ุฃู†ู‡ ุบูŠุฑ ุฌุงุฆุฒ ุฃู† ูŠู„ุญู‚ ุจุตุฑู‡ ุดูŠุฆุงً ููŠุฑุงู‡ ูˆู‡ูˆ ู„ู…ุง ุฃุจุตุฑู‡ ูˆุนุงูŠู†ู‡ ุบูŠุฑ ู…ُุฏุฑِูƒ ูˆุฅู† ู„ู… ูŠุญุท ุจุฃุฌุฒุงุฆู‡ ูƒู„ู‡ุง ุฑุคูŠุฉ. ู‚ุงู„ูˆุง: ูุฑุคูŠุฉ ู…ุง ุนุงูŠู†ู‡ ุงู„ุฑุงุฆูŠ ุฅุฏุฑุงูƒ ู„ู‡ ุฏูˆู† ู…ุง ู„ู… ูŠุฑู‡. ู‚ุงู„ูˆุง: ูˆู‚ุฏ ุฃุฎุจุฑ ุงู„ู„ู‡ ุฃู† ูˆุฌูˆู‡ุงً ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ ุฅู„ูŠู‡ ู†ุงุธุฑุฉ، ู‚ุงู„ูˆุง: ูู…ุญุงู„ ุฃู† ุชูƒูˆู† ุฅู„ูŠู‡ ู†ุงุธุฑุฉ ูˆู‡ูŠ ู„ู‡ ุบูŠุฑ ู…ุฏุฑูƒุฉ ุฑุคูŠุฉً. ู‚ุงู„ูˆุง: ูˆุฅุฐุง ูƒุงู† ุฐู„ูƒ ูƒุฐู„ูƒ ูˆูƒุงู† ุบูŠุฑ ุฌุงุฆุฒ ุฃู† ูŠูƒูˆู† ููŠ ุฃุฎุจุงุฑ ุงู„ู„ู‡ ุชุถุงุฏّ ูˆุชุนุงุฑุถ، ูˆุฌุจ ูˆุตุญّ ุฃู† ู‚ูˆู„ู‡: ู„ุง ุชُุฏْุฑِูƒُู‡ُ ุงู„ุฃุจْุตَุงุฑُ ุนู„ู‰ ุงู„ุฎุตูˆุต ู„ุง ุนู„ู‰ ุงู„ุนู…ูˆู…، ูˆุฃู† ู…ุนู†ุงู‡: ู„ุง ุชุฏุฑูƒู‡ ุงู„ุฃุจุตุงุฑ ููŠ ุงู„ุฏู†ูŠุง ูˆู‡ูˆ ูŠุฏุฑูƒ ุงู„ุฃุจุตุงุฑ ููŠ ุงู„ุฏู†ูŠุง ูˆุงู„ุขุฎุฑุฉ، ุฅุฐ ูƒุงู† ุงู„ู„ู‡ ู‚ุฏ ุงุณุชุซู†ู‰ ู…ุง ุงุณุชุซู†ู‰ ู…ู†ู‡ ุจู‚ูˆู„ู‡: ูˆُุฌُูˆู‡ٌ ูŠَูˆْู…َุฆِุฐٍ ู†ุงุถِุฑَุฉٌ ุฅู„ู‰ ุฑَุจِّู‡ุง ู†ุงุธِุฑَุฉٌ.
fokus :
ูˆู‚ุงู„ ุขุฎุฑูˆู†: ู…ุนู†ู‰ ุฐู„ูƒ: ู„ุง ุชุฏุฑูƒู‡ ุฃุจุตุงุฑ ุงู„ุฎู„ุงุฆู‚ ููŠ ุงู„ุฏู†ูŠุง، ูˆุฃู…ุง ููŠ ุงู„ุขุฎุฑุฉ ูุฅู†ู‡ุง ุชุฏุฑูƒู‡.

Wallahu A'lam. [Santrialit, Yulizon Bachtiar Armansyah, Imam Tontowi].

LINK ASAL

www.fb.com/groups/piss.ktb/836218759734267/