Bismillahirrohmaanirrohiim

2513. MEMILIH MENIKAHI LELAKI FASIQ KARENA SULIT CARI JODOH ?

PERTANYAAN :

Pertanyaan titipan dari akhwat : Ada pernyataan bahwa itu menikah ibadah. Juga ada pernyataan bahwa sholatnya orang yang telah menikah lebih baik dari pada yang belum menikah : www.piss-ktb.com/2012/12/2146-sholat-orang-yang-menikah-70x_6372.html
Saya adalah wanita yang sudah berumur. Entah mengapa sampai saat ini saya selalu gagal dalam menjalin hubungan. Sampai akhirnya datang lelaki yang mau menerima keadaan saya apa adanya, namun lelaki tersebut kebetulan bukan ahli ibadah jarang sholat, suka mabuk dsb. (bahasa kasarnya orang bejat). Apa yang harus saya perbuat ?
a. Menerimanya dan membiarkan diri saya tunduk patuh dalam perintah orang fasiq
b. Menolaknya dengan harapan nantinya ada pria yang bisa jadi imam bagi saya
c. Kalau anda jadi saya, apakah anda lebih memilih menjomblo dari pada nantinya harus patuh kepada orang fasiq ? [Nur Hasyim S. Anam].

JAWABAN :

Wa'alaikum salam, menurut kami begini, semua orang ingin mendapat hal yang terbaik, kita juga tidak tahu siapakah jodoh yang disiapkan Alloh untuk kita apakah baik atau buruk, kita juga tak akan tahu Hidayah Alloh akan diberikan kepada siapa... selain itu, kita tidak dapat memposisikan dari kita lebih baik dari yang laen... saran saya... ibadah dengan suami dapat nlai pahala yang bnyak adalah pasti, sementara suami tidak akan dapat hidayah untuk lebih baek adalah tawahum (dugaan) dahulukan yang pasti mengalahkan yang hanya dugaan... bismillah.

Menikah, hukum asalnya sunah, namun bisa menjadi wajib, bisa pula menjadi haram, melihat sikon. Untuk permasalan anda, kalo melihat dari sifat si lelaki, menikah dengan orang seperti itu bisa menjadi haram, dengan alasan, karena anda menjatuhkan dan memasukan diri ke dalam orang yang fasiq, tapi wallohu a'lam, namanya hati manusia siapa yang tahu? Ada baiknya anda pikir masak-masak dan sambil terus berdoa, berikhtiar dan berusaha, semoga Alloh memberi jalan, memberikan seorang yang mampu menjadi imam buat anda.

Tergantung sikonnya kalau sekira khawatir akan terpengaruh oleh keada'an suami yang begitu lebih baik mundur aja, saya mau gantikan kok. tetapi kalau skr tidak berpengaruh bhkn bisa mempengaruhi suami tuk lebih baik dalam agamanya maka " Why not ? " jalani aja toh semua anugrah Alloh swt.

Tiada ada yang tahu akhir kehidupannya apakah husnul khotimah ataukah bukan.. Namun umumnya lelaki fasik sulit dibimbing ke arah yang benar.. realistis saja..istikhoroh..dan lakukan apa petunjuk-Nya. semoga mendapat pujaan hatinya yang shalih.. aamiin. Marii menikah..

"Jangan merindukan mentari ditengah pekatnya kegelapan malam , karena penantian itu akan terasa lama sebab pagi yang tak kunjung tiba . . . Tapi , yakinlah bahwa fajar pasti akan menyingsing , baik engkau kehendaki atau tidak ." Intinya sabar dan tawakkal , Alloh lebih mengetahui kapan waktu yang tepat untuk kita . . .Jangan terburu-buru dalam mengambil sebuah keputusan hanya karena waktu yang terkesan lama menghampiri kita . . . Percayalah . . . Bahwa Alloh telah mempersiapkan yang terbaik untuk para Hamba_NYA yang optimis . . .

Ya terima saja, karenaa dengan menikah kebaikan (nikah merupakan ibadah/sunah Rosul dan ibadahnya orang yang menikah lebih utama dari pada ibadahnyang orang yang melajang) yang di dapat sudah nyata,sdangkan tunduk pada orang fasiq sbagaimana diatas masih sebatas praduga saja karenaa ada kemungkin dengan menikah dia menjadi insaf. Sebagaimana di tegaskan dalam qoidah fiqhiyah :

.الخير المحقق لا يترك لمفسدة متوهمة.بغية المسترشدين ص : ٣٦٤

Kebaikan yang sudah nyata / pasti tidak boleh ditinggalkan karena adanya  kejelekan / mafsadah yang masih berupa praduga saja.
Patuh pada orang fasiq jga tidak masalah selagi tidak berupa perintah ma'shiyat pada ALLAH, kalau perintahnya berupa ma'shiat pada ALLAH maka tidak boleh dipatuhi siapapun yang merintah :

.لا طاعة لمخلوق في معصية الخالق

Fadhilah menikah memang besar. Tetapi sesungguhnya keadaan smacam ini dikembalikan kepada khaliah masing-masing. Untuk orang lain membujang bahkan lebih baik baginya dibanding berkeluarga. Seperti fakir sama kaya itu afdhol mana? Jadi, tidak mutlak. tentang kaadaan anda, sebaiknya tanya hati anda, apakah dengan menikahi lelaki seperti itu kehidupan keagamaan anda semakin baik atau malah sebaliknya? Istafti qalbak. [Muhajir Madad Salim, Ghufron Bkl, Mbah Godek, Zaine Elarifine Yahya, Abdurrofik Ingin Ridlo Robby, Hasbie Musyadad Alluthfi, Rahmat Budi Santosa].

LINK DISKUSI :

www.fb.com/groups/piss.ktb/583276795028466
.

PALING DIMINATI

Back To Top