1962. QURBAN HASIL IURAN SISWA

Senin, 29 Oktober 20120 komentar

PERTANYAAN :

Ahmad Rudi Hamzah
Assalamualikum wr.wb.
mau tanya nich.., tentang kurban:
jika suatu lembaga mengadakan iuran wajib kepada tiap person seperti lembaga" pendidikan seperti madrasah aliyah negeri guna membeli sapi/kambing untuk dikurbankan apa itu dinamakan kurban? jika iya kenapa harus meminta iuran yang mewajibkan ?
Bagaimana kacamata fiqh dalam menanggapi masalah ini ?? monggo solusinya!

Umi Davin
Tambah pertanyaan :
Meminta uang paksaan yang di gunakan untuk berqurban, Bagaimanah status uang itu ??
pertanyaan saya yang selanjutnya ini, untuk menambah solusi, yang mungkin bisa di gunakan untuk menjelaskan kepada pihak2 sekolah yang mewajibkan Iuran Qurban

JAWABAN :

Mbah Godek
Penyembelihan sapi/kambing hasil iuran wajib siswa tersebut tidak dinamakan kurban, , akan tetapi jadi shodaqoh biasa, dalam arti niat kurban tapi tak memenuhi syarat,, itu pahalanya tidak dapat pahala kurban tapi tetap dapat pahala yaitu pahala shodaqoh biasa. Dalam hal ini pihak sekolah tidak diperbolehkan mewajibkan iuran tersebut, berbeda jika buat seragam atau apa yg hubungannya dengan sekolah, maka diperbolehkan.

R E F E R E N S I :

الإقناع للشربيني - (ج 2 / ص 589
لو اشترك أكثر من سبعة في بقرتين مشاعتين أو بدنتين كذلك لم يجز عنهم ذلك لأن كل واحد لم يخصه سبع بدنة أو بقرة من كل واحدة من ذلك والمتولد بين إبل وغنم أو بقر وغنم ينبغي أنه لا يجزىء عن أكثر من واحد

Jika lebih dari 7 orang bersama-sama/berserikat (mengorbankan) dua ekor sapi musya'ah atau badanah dsb, maka hal itu tidak diperbolehkan (tidak mencukupi), karena masing-masing tidak menentukan seekor badanah atau seekor sapi dari masing-masing tujuh orang itu... Sedangkan hewan yang terlahir (akibat persilangan) antara unta dan kambing, atau sapi dan kambing, seyogyanya itu tidak mencukupi untuk (qurban) lebih dari seorang.

Najwa Asnawi
Putune Hadir simbah Mbah Godek
niki kula betakke pesenane jnengan...
سراج المنير، ج 3 ص 406، :

عن احمد فى مسنده عن رجل من المهاجرين: المسلمون على شروطهم الجائزة شرعا اى ثابتون عليها واقفون عندها. قال العلقمى قال المنذر وهذا فى الشروط الجائزة دون الفاسدة وهو من باب امر فيه بالوفاء بالعقود يعنى عقود الدين وهو ما ينفذه المرء على نفسه ويشترط الوفاء من مصالحة ومواعدة وتمليك وعقد وتدبير وبيع واجارة ومناكحة وطلاق
===============
Siojul munir juz:3, shohifah:406
Dari keterangan Imam Ahmad Bin Hambal pada kitab Musnadnya, dari seorang laki-laki golongan Muhajirin : Para Muslim atas Syratnya (kehendaknya) boleh secara syar’i, Maksudnya tetap atas (haknya). Al-‘Alqomi (Muayyiddin Muhammad bin Muhammad bin Ali bin Abitholib Al-‘Alqomi Al-Baghdadi) berkata: Al-Mundir (Saikhul Islam Abi Bakar Muhammad Muhammad bin Ibrohim bin Mundir An-Nisaburi) berkata: hak muslim dengan syarat kebolehannya (dalam penasarufan hatanya). Kebolehan seorang muslim tdk termasuk Fasid. Al-Jaizah (kebolehan/kerelaan) termasuk bab pembahasan dengan mencukupi Aqad yakni Akad dalam Agama.Jaizah (kebolehan/kerelaan) tdk untuk dirinya sendiri. Dan disyaratkan mencukupi kemaslahatan, janji, kepemilikan, Aqad, Tadbir,jual-beli, pernikahan & talak.

Link Asal : http://www.facebook.com/groups/piss.ktb/permalink/489553314400815/?comment_id=489687864387360&offset=0&total_comments=46
Share this article :

Postingan Populer

 
Didukung Oleh : PISS-KTB Group | PISS FANS PAGE
Boleh diCopy © 2010 asal tetap mencantumkan URL artikel.
Grup Tanya Jawab dan Diskusi Keislaman
Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Indonesia Raya