1865. ALQUR'AN : TAFSIR QS. AN-NISA' : 43

Kamis, 06 September 20120 komentar

PERTANYAAN :


Yudhistira Aga Nugraha
asslmualaikum wr wb.,.,

kpd seluruh penghuni piss ktb,.,
tlong jelaskan tafsir ayat "aulamastumunnisa`",.,


JAWABAN :


>> Masaji Antoro

Wa'alaikumsalam
Terdapat perbedaan persepsi antara Ulama Fiqh dalam menafsiri ayat diatas, Malikiyyah, Syafiiyyah dan Hanabilah memaknainya dengan laki-laki dan wanita tanpa adanya penghalang sedang menurut kalangan Hanafiyyah memaknainya d
engan persenggamaan...

PERSENTUHAN KULIT ANTARA PRIA WANITA DEWASA TANPA PENGHALANG

- مِنْ نَوَاقِضِ الْوُضُوءِ عِنْدَ جُمْهُورِ الْفُقَهَاءِ ( الْمَالِكِيَّةِ وَالشَّافِعِيَّةِ وَالْحَنَابِلَةِ ) لَمْسُ الرَّجُل الْمَرْأَةَ وَعَكْسُهُ دُونَ حَائِلٍ . لِقَوْلِهِ تَعَالَى : { أَوْ لاَمَسْتُمُ النِّسَاءَ } (3) ….
وَقَال الْحَنَفِيَّةُ : لاَ يَنْتَقِضُ الْوُضُوءُ بِمَسِّ الْمَرْأَةِ وَلَوْ بِغَيْرِ حَائِلٍ ؛ لِمَا رُوِيَ عَنْ عَائِشَة رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبَّل بَعْضَ نِسَائِهِ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الصَّلاَةِ وَلَمْ يَتَوَضَّأْ (3) . وَقَالُوا : إِنَّ الْمُرَادَ مِنَ اللَّمْسِ فِي الآْيَةِ الْجِمَاعُ ، كَمَا فَسَّرَهَا ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ (4) .
__________
(3) سورة النساء / 43 .
(3) حديث عائشة : " أن النبي صلى الله عليه وسلم قبل بعض نسائه ثم خرج إلى الصلاة ولم يتوضأ " . أخرجه الترمذي ( 1 / 133 - ط الحلبي ) ، وقال الزيلعي : " وقد مال أبو عمر بن عبد البر إلى تصحيح هذا الحديث " . نصب الراية ( 1 / 72 - ط المجلس العلمي ) .
(4) الاختيار لتعليل المختار 1 / 10 ، 11 .

“Termasuk hal membatalkan wudhu menurut mayoritas ulama fiqh (Malikiyyah, Syafiiyyah dan Hanabilah) adalah persentuhan kulit antara laki-laki dan wanita tanpa adanya penghalang berdasarkan firman Allah “Atau kamu telah menyentuh perempuan” (QS. 4:43).

Namun menurut kalangan Hanafiyyah persentuhan kulit antara laki-laki dan wanita meskipun secara langsung dan tanpa adanya penghalang tidak membatalkan wudhu berdasarkan hadits riwayat dari ‘Aisyah ra “Rosulullah shallallaahu ‘alaihio wasallam mencium sebagian istrinya kemudian keluar menjalankan shalat tanpa berwudhu” (HR. Turmudzi I/13)
Menurut kalangan Hanafiyyah maksud ayat “menyentuh perempuan” dalam surat an-Nisaa yang membatalkan diatas adalah bersenggama seperti penafsiran Ibnu ‘Abbas ra. (al-Ikhtiyaar Li ta’liil alMukhtaar I/10-11)
alFiqh alMausuu’ah XVI/238

wallaahu A’lamu Bis showaab


Link Asal >>
http://www.facebook.com/groups/piss.ktb/permalink/463857033637110/?comment_id=469303329759147&offset=0&total_comments=3
Share this article :

Postingan Populer

 
Didukung Oleh : PISS-KTB Group | PISS FANS PAGE
Boleh diCopy © 2010 asal tetap mencantumkan URL artikel.
Grup Tanya Jawab dan Diskusi Keislaman
Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Indonesia Raya