1605. SHALAT : POSISI JARI KAKI KETIKA SUJUD

Sabtu, 16 Juni 20120 komentar

PERTANYAAN :

Surya Pro
Jari kaki dalam sujud solat sahnya bagaimana dan batalnya bagaimana ?

Adiib Rashif Faizin
Assalamu 'alaykum, tanya: apakah sah sholatnya orang yang saat sujud kakinya tidak mancad / mancal ke lantai ?? Makasih..

JAWABAN :

> Masaji Antoro 

Terdapat dua pendapat dikalangan Syafi’iyyah dalam meletakkan perut jemari-jemari kaki saat sujud, pendapat yang mashur tidak wajib meletakkannya....

أن الواجب وضع بعض الجبهة وبعض الركبتين وبعض بطن الكفين وبعض بطن أصابع القدمين دون غيرها من بقية الرأس وحرف الكف وأطراف الأصابع والجبين والأنف والخد ( قوله ولو قطعت أصابع إلخ ) عبارة النهاية ولو تعذر شيء من هذه الأعضاء سقط الفرض بالنسبة إليه فلو قطعت يده من الزند لم يجب وضعه ولا وضع رجل قطعت أصابعها لفوات محل الفرض.... 

“Yang wajib dalam sujud adalah meletakkan sebagian dahi, lutut, telapak tangan, perut jemari kedua telapak kaki tidak lainnya seperti ujung jemari, pinggir telapak, pinggir jemari, pinggir kedua kening, hidung dan pipi.(keterangan bila terpotong jemari-jemarinya) redaksi dalam kitab an-Nihayah ‘Bila terdapati udzur meletakkan sebagian anggauta-anggauta diatas maka gugur pulalah kewajibannya seperti bila tangannya putus dari pergelangan maka tidak wajib meletakkannya dan tidak wajib pula meletakkan kaki yang terputus jemeri-jemarinya karena tempat yang wajib tidak lagi terdapati”. [I’aanah at-Thoolibiin I/64].

ويجب وضع جزء من ركبتيه ومن باطن كفيه ومن باطن أصابع قدميه في السجود لخبر الشيخين: أمرت أن أسجد على سبعة أعظم: الجبهة، واليدين، والركبتين، وأطراف القدمين.

“Dan wajib meletakkan bagian dari kedua lututnya, perut kedua telapak tangannya, perut jemari-jemari kakinya saat sujud berdasarkan hadits “Aku diperintah sujud atas tujuh anggota tubuh besar : Dahi, kedua tangan, kedua lutut dan pucuk-pucuk jemari” (HR. Bukhori Muslim). [Al-Iqnaa I/124].

( قَوْلُهُ وَأَطْرَافُ الْقَدَمَيْنِ ) أَيْ : وَمِنْ لَازِمِهِ الِاعْتِمَادُ عَلَى بُطُونِهَا فَإِنْ تَعَذَّرَ وَضْعُ شَيْءٍ مِنْ هَذِهِ الْأَعْضَاءِ سَقَطَ الْفَرْضُ بِالنِّسْبَةِ إلَيْهِ ا هـ بِرْمَاوِيٌّ .

(Keterangan dan pucuk-pucuk jemari) artinya sebagian kewajiban sujud adalah bertumpu pada perut-perut jemari kaki bila terdapat udzur meletakkan anggota-anggota tubuh diatas maka gugurlah kewajiban meletakkan anggauta yang putus tersebut”. [Hasyiyah al-Jamal III/385].

( وَلَا يَجِبُ ) ( وَضْعُ يَدَيْهِ ) أَيْ بَطْنِهِمَا ، ( وَرُكْبَتَيْهِ وَقَدَمَيْهِ ) فِي سُجُودِهِ ( فِي الْأَظْهَرِ ) لِقَوْلِهِ تَعَالَى { سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ } وَلِلْخَبَرِ الْمُتَقَدِّمِ { إذَا سَجَدْت فَمَكِّنْ جَبْهَتَك } فَإِفْرَادُهَا بِالذِّكْرِ دَلِيلٌ عَلَى مُخَالَفَتِهَا ، وَلِأَنَّهُ لَوْ وَجَبَ وَضْعُهَا لَوَجَبَ الْإِيمَاءُ بِهَا عِنْدَ الْعَجْزِ عَنْ وَضْعِهَا وَالْإِيمَاءُ بِهَا غَيْرُ وَاجِبٍ فَلَمْ يَجِبْ وَضْعُهَا ، وَلِأَنَّ الْمَقْصُودَ مِنْهُ وَضْعُ أَشْرَفِ الْأَعْضَاءِ عَلَى مَوَاطِئِ الْأَقْدَامِ وَهُوَ خِصِّيصٌ بِالْجَبْهَةِ ، وَيُتَصَوَّرُ رَفْعُ جَمِيعِهَا كَأَنْ يُصَلِّي عَلَى حَجَرَيْنِ بَيْنَهُمَا حَائِطٌ قَصِيرٌ يَنْبَطِحُ عَلَيْهِ عِنْدَ سُجُودِهِ وَيَرْفَعُهَا ( قُلْت : الْأَظْهَرُ وُجُوبُهُ وَاَللَّهُ أَعْلَمُ ) وَإِنْ كَانَتْ مَسْتُورَةً لِخَبَرِ الشَّيْخَيْنِ { أُمِرْت أَنْ أَسْجُدَ عَلَى سَبْعَةِ أَعْظُمٍ عَلَى الْجَبْهَةِ وَالْيَدَيْنِ وَالرُّكْبَتَيْنِ وَأَطْرَافِ الْقَدَمَيْنِ } وَلِخَبَرِ الْبُخَارِيِّ { أَنَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَجَدَ وَاسْتَقْبَلَ بِأَطْرَافِ أَصَابِعِ رِجْلَيْهِ الْقِبْلَةَ } وَمَنْ لَازِمِ ذَلِكَ اعْتِمَادُهُ عَلَى بُطُونِهَا ، ..وَاكْتَفَى بِبَعْضِ كُلٍّ وَإِنْ كُرِهَ قِيَاسًا عَلَى مَا مَرَّ لِمَا سَبَقَ فِي الْجَبْهَةِ....

“Dan tidak wajib meletakkan perut kedua tangannya, kedua lututnya dan kedua telapak kakinya saat sujud menurut pendapat yang lebih dhahir karena :
• Berdasarkan firman Allah : :”tanda-tanda mereka di wajah-wajah mereka dari bekas-bekas sujud mereka”

• Hadits : Bila engkau sujud maka tetapkan dahimudisebutkannya dahi secara special merupakan dalil perbedaannya dengan anggota tubuh lainnya
• Karena bila diwajibkan meletakkan anggauta selain dahi maka pasti diwajib berisyarat dengannya saat tidak dapat menjalani sujud secara normal (sebagaimana dahi), sedangkan berisyarat dengannya tidak diwajibkan maka tidak wajib pula meletakkannya saat sujud yang normal
• Karena maksud utama sujud adalah meletakkan anggita tubuh manusia yang paling mulia pada tempat telapak kaki dan yang demikian hanya tertentu pada dahi.

Aku (Pengarang kitab) berkata “Menurutku pendapat yang lebih dhahir diwajibkannya meskipun dalam keadaan tertutup berdasarkan :
• Hadits “Aku diperintah sujud atas tujuh anggota tubuh besar : Dahi, kedua tangan, kedua lutut dan pucuk-pucuk jemari” (HR. Bukhori Muslim).”
• Hadits “Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW sujud dan menghadapkan pucuk-pucuk jemarinya pada kiblat” (HR. Bukhori)

Dan sebagian kewajiban sujud adalah bertumpu pada perut-perut jemari kaki.Dan dianggap cukup meskipun makruh meletakkan sebagian anggota tubuh diatas dengan menganalogkan pada bolehnya meletakkan sebagian dahi saat sujud. [Hasyiyah as-Syibro Malisy III/385].

(وأما السجود على اليدين والركبتين والقدمين ففيه قولان (أشهرهما) أنه لا يجب لانه لو وجب لوجب الايماء بها إذا عجز كالجبهة (والثانى) يجب لما ورى ابن عباس رضى الله عنهما أن النبي صلي الله عليه وسلم " أمر أن يسجد علي سبعة أعضاء يديه وركبتيه وأطراف أصابعه وجبهته " 

Sedang sujud atas kedua tangan, kedua lutut dan kedua telapak kaki maka terdapat dua pendapat:1. Pendapat yang mashur tidak wajib Karena bila diwajibkan meletakkan anggauta selain dahi maka pasti diwajib berisyarat dengannya saat tidak dapat menjalani sujud secara normal (sebagaimana dahi), sedangkan berisyarat dengannya tidak diwajibkan maka tidak wajib pula meletakkannya saat sujud yang normal2. Pendapat kedua menyatakan wajib berdasarkan riwayat dari Ibn Abbas ra “Rasulullah SAW diperintah sujud atas tujuh anggota tubuh besar : Dahi, kedua tangan, kedua lutut, pucuk-pucuk jemari dan dahi beliau” (HR. Bukhori Muslim).
[Al-Majmuu’ ala Syarh al-Muhadzdzab III/426]. Wallaahu A'laamu Bis showaab.

> Abdullah Afif 
Hukumnya ikhtilaf antara Imam Nawawi dengan Imam Rafi'i. Dalam Kitab Kifayatul Akhyar 1/110 :

وهل يجب وضع يديه وركبتيه وقدميه مع جبهته؟ قولان: الأظهر عند الرافعي لا يجب والأظهر عند النووي الوجوب فعلى ما صححه النووي الاعتبار باطن الكف وظهر الأصابع

Dalam Kitab Minhaj linnawawi 2/343 :

( وَلَا يَجِبُ وَضْعُ يَدَيْهِ وَرُكْبَتَيْهِ وَقَدَمَيْهِ ) فِي السُّجُودِ ( فِي الْأَظْهَرِ ) لِأَنَّهُ لَوْ وَجَبَ وَضْعُهَا لَوَجَبَ الْإِيمَاءُ بِهَا عِنْدَ الْعَجْزِ عَنْ وَضْعِهَا وَالْإِيمَاءِ بِهَا لَا يَجِبُ فَلَا يَجِبُ وَضْعُهَا

( قُلْت : الْأَظْهَرُ وُجُوبُهُ وَاَللَّهُ أَعْلَمُ ) لِحَدِيثِ الصَّحِيحَيْنِ { أُمِرْت أَنْ أَسْجُدَ عَلَى سَبْعَةِ أَعْظُمٍ : الْجَبْهَةِ وَالْيَدَيْنِ وَالرُّكْبَتَيْنِ وَأَطْرَافِ الْقَدَمَيْنِ } وَالْأَوَّلُ يَقُولُ الْأَمْرُ فِيهِ أَمْرُ نَدْبٍ فِي غَيْرِ الْجَبْهَةِ ، وَيَكْفِي عَلَى الْوُجُوبِ وَضْعُ جُزْءٍ مِنْ كُلِّ وَاحِدٍ مِنْهَا ،

وَالِاعْتِبَارُ فِي الْيَدِ بِبَاطِنِ الْكَفِّ سَوَاءٌ الْأَصَابِعُ وَالرَّاحَةُ قَالَهُ فِي شَرْحِ الْمُهَذَّبِ وَفِي الرِّجْلِ بِبُطُونِ الْأَصَابِعِ

Kesimpulan : Menurut Imam Nawawi tidak sah.

Link Asal :
Share this article :

Postingan Populer

 
Didukung Oleh : PISS-KTB Group | PISS FANS PAGE
Boleh diCopy © 2010 asal tetap mencantumkan URL artikel.
Grup Tanya Jawab dan Diskusi Keislaman
Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Indonesia Raya