Tentang jima' masa hamil, penelitian para dokter pun mengatakan aman-aman saja sesuai dengan pendapat sebagian besar ulama, tapi kalau istri sudah hamil besar 8/9 bulan, anak mau lahir suami minta dilayani, tentu suami harus mempertimbangkan kemaslahatan istri dan bayi di perutnya. Sama halnya diperbolehkannya persetubuhan di saat hamil adalah persetubuhan di saat istri sedang menyusui, Nabi tidak melarangnya meski bangsa arab membencinya sebagaimana keterangan dalam Al-Mausuu’ah Al-FiQhiyyah.

RAHASIA DI BALIK RAHASIA

لطيفة: قال الإمام أحمد وطء الحامل يزيد رفع سمع الجنين وبصره ثم رفع الأنف من وسط الوجه وأحسن شكله وأودعه حاسة الشم ليدرك به غناء القلب وهو الهواء وغذاء البدن وهو روائح الأطعمة. 

Imam Ahmad berkata : Bersetubuh saat hamil bisa menambah menguatkan pendengaran dan penglihatan bayi, semakin menumbuhkan hidung di tengah wajahnya, membentuk indah posturnya, menguatkan panca inderanya untuk dapat menerima sentuhan jiwa, juga dapat menjadi penyuplay makanan bagi tubuhnya. [ Nazhah alMajaalis I/229 ].

لأَِنَّهُمْ كَانُوا يَعْتَقِدُونَ أَنَّ ذَلِكَ يُؤَدِّي إِلَى فَسَادِ اللَّبَنِ ، فَيُصْبِحُ دَاءً ، فَيَفْسُدُ بِهِ جِسْمُ الصَّبِيِّ وَيَضْعُفُ ، وَلَوْ كَانَ هَذَا حَقًّا لَنَهَى عَنْهُ الرَّسُول صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ . 

Mereka beranggapan mensetubuhi istri saat menyusui dapat mengakibatkan rusaknya air susu, kemudian menjadi penyakit yang berakibat lemah dan rusaknya tubuh bayi, kalau ini benar niscya Nabi melarangnya, tetapi nyatanya beliau tidak melaranganya. [ Al-Mausuu’ah AlFiQhiyyah 31/344 ].

يجوز الجماع أثناء الحمل فليس في ذلك أي حرج لأنه يوجد فراغ كاف للجنين,خاصة وأن الجنين يقبع في مكان بعيد عن مكان الاتصال الجنسي ,
والأفضل للمرأة الحامل أن تكون خلال الجماع راقدة على ظهرها.ومن جهة أخرى يجوز للزوج أن يجامع زوجته ولو قبل وضعها لحملها مباشرة أو قبل الوضع بيوم أو يومين.
ولكن لا ينصح ابدآ بالجماع في الشهرين الأخيرين بسبب:
1-إمكانية التسبب بالالتهابات وأمراض المهبل.
2-الولادة المبكرة.
3-حدوث تقلصات رحمية تؤثر على الجنين وعلى الحمل بشكل عام
4-هنالك إحتمالية بأن يقوم الزوج بالضغط على البطن وهذا مضر جدآ.
5-هنالك إحتمالية بأن يقوم الزوج بالإيلاج العميق وهذا أيضآ خطير.
6-إحتمالية تمزق الغشاء الأمينوسي ( ماء الرأس ).
7-إحتمالية النزيف المهبلي .
8-من الممكن بأن تسبب هزة الجماع أثرآ في ضغط الرحم ، وبذلك تزيد ضربات القلب عند الطفل . 

Boleh melakukan persetubuhan di saat hamil, tidak ada bahaya sama sekali karena masih tersisa ruang kosong buat janin, keberadaan janin masih berada di tempat yang jauh dari pertemuan jinsi (ngga khawatir kesonggrak.. Hehe). Yang lebih utama ditengah persetubuhannya, wanita hamil tidur berbaring pada punggungnya. Sebenarnya tidak ada pelarangan khusus mensetubuhi istrinya meskipun saat menghadapi masa kelahirannya selang sehari atau dua hari. Tetapi saat 2 bulan terakhir masa kelahirannya tidak di anjurkan mensetubuhinya, mangkanya mesti berhati-hati karena di khawatirkan terjadinya beberapa kemungkinan : 
1. Terjadinya rasa sakit di liang peranakan (rahim/vagina)
2. Kelahiran premature
3. Terjadinya penyusutan liang rahim yang berdampak pada janin dan ibu hamil
4. Di khatirkan sekali saat persetubuhan suami menghimpit perut istrinya, ini bahaya sekali.
5. Dikhatirkan sekali saat persetubuhan suami memaksakan memasukkan Mr. P. terlalu dalam, ini juga mengkhawatirkan sekali.
6. Dan beberapa kemungkinan-kemungkinan lain (selak jumatan,, hehehehe..) 
http://www.6abib.com/a-310.htm 

Bersenggama di saat hamil memang dapat berfaedah langsung pada diri janin seperti yang dinyatakan oleh Rosulullah shallallaahu alaihi wa sallam :

"ان قوة سمع الجنين وبصره وشعره بماء الواطىء" 
“Sesungguhnya kuatnya pendengaran, penglihatan dan rambut seorang janin dengan air senggama”. [al-Mabsuuth li As-sarakhsy X/36].
 
JENIS KELAMIN JANIN

قال القاضي أبو بكر بن العربي إذا خرج ماء الرجل أولا وكان أكثر كان الولد ذكرا بحكم السبق ويشبه أعمامه بحكم الكثرة وإن خرج ماء المرأة أولا وكان أكثر كان الولد أنثى بحكم السبق ويشبه أخواله بحكم الكثرة وإن خرج ماء الرجل أولا ولكن كان ماء المرأة أكثر كان الولد ذكرا للسبق ويشبه أخواله لكثرة ماء المرأة وإن خرج ماء المرأة أولا ولكن ماء الرجل أكثر كان أنثى لسبق ماء المرأة وتشبه أعمامها لكثرة ماء الرجل...

Berkata alQaadhi Abu Bakar bin ‘Araby : Bila sperma suami keluar terlebih dahulu dan lebih banyak, anaknya (insya Allah) laki-laki dan menyerupai terhadap sifat-sifat ibunya karena banyaknya spermanya yang keluar, 
Bila sperma istri keluar terlebih dahulu dan lebih banyak, anaknya (insya Allah) perempuan dan menyerupai sifat-sifat ayahnya karena banyaknya spermanya yang keluar, 
Bila sperma suami keluar terlebih dahulu namun sperma istri lebih banyak keluar, anaknya (insya Allah) laki-laki dan menyerupai sifat-sifatnya karena banyaknya sperma istri yang keluar, 
Bila sperma istri keluar terlebih dahulu namun sperma suami lebih banyak keluar, anaknya (insya Allah) laki-laki dan menyerupai sifat-sifat keibuannya karena banyaknya sperma suami yang keluar. [ Nazhah alMajaalis I/229 ].
Untuk menentukan jenis kelamin yang kita kehendaki tentu melalui permohonan/doa kepada Allah swt, sebagai ikhtiar kita bisa mencoba tips berikut : konon sebagian orang mempercayai jika yang kita meinginkan anak laki-laki :
1. Ketika mau melakukan jimak hendaknya suami naik dari sisi kanan dan turun kesebelah kiri sang istri.
2. usahakan sebisa mungkin sperma jatuh/masuk di sisi kanan perut sang istri. 
Jika menginginkan anak perempuan :
1. si suami naik dari sisi kiri dan turun kesebelah kanan tubuh istrinya.
2. usahakan sebisa mungkin seperma jatuh/masuk ke sisi kiri perut sang istri. 
Bagi yang sudah berkeluarga silahkan untuk mencoba meski belum ada penelitian secara medis namun secara praktek (temasuk pen) sudah banyak yang berhasil. 

Musyawirin : Masaji Antoro, Kang Asnan Nano, Muhyiddin Aziz, Asnan Nano, Uus Hasanah, Ning Khuryati Cømè ßãçk, Aisyah InsyAllah SYAHIDAH, Nur Hafizah
 
Top