1334. MENGUMANDANGKAN ADZAN KETIKA BAYI LAHIR - Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah - KTB (PISS-KTB)

1334. MENGUMANDANGKAN ADZAN KETIKA BAYI LAHIR

Kamis, 29 Maret 20120 komentar


PERTANYAAN :

Ibnu Ayyub
Assalamualaikum..
akhi wa ukhti mau nanya nich gimana hukumny klo bayi yg baru lahir lupa di azdani/aqomah..!mhon penjelasn nya

JAWABAN :

>> Alif Jum'an Azend
Adzan untuk Bayi yang Baru Dilahirkan 
Anak merupakan karunia yang diberikan Allah SWT kepada sebuah keluarga. Namun anak juga merupakan amanah yang mesti dijaga, dirawat serta dididik oleh kedua orang tuanya. Mendidik anak sudah harus dimulai sebelum anak itu lahir kedunia, tidak hanya dilakukan setelah ia besar.

Salah satu bentuk pendidikan terhadap anak yang sering dilakukan dalam tradisi masyarakat kita adalah membacakan adzan dan iqamah ketika anak tersebut baru saja dilahirkan. Bagaimana hukumnya melakukan hal tersebut? Apakah pernah diajarkan Rasulullah SAW?

Para ulama sepakat bahwa sunnah hukumnya mengumandangkan adzan dan iqamah pada saat seorang bayi terlahir ke dunia.

Dalam Al-Fiqh al-Islam wa Adillatuhu, juz I, hal 61 dinyatakan bahwa adzan juga disunnahkan untuk perkara selain shalat. Di antaranya adalah adzan di telinga anak yang baru dilahirkan. Seperti halnya sunnnah untuk melakukan iqamah di telinga kirinya.


Kesunnahan ini dapat diketahui dari sabda Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abi Rafi’ :

عَنْ أبِي رَافِعٍ أنَّهُ قَالَ, رَأيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أذَّنَ فِيْ أذُنِ الحُسَيْنِ حِيْنَ وَلَدَتْهُ فَاطِمَةُ بِالصَّلاَةِ --سنن أبي داود

Dari Ubaidillah bin Abi Rafi’ ia berkata: Aku melihat Rasulullah SAW mengumandangkan Adzan di telinga Husain ketika siti fatimah melahirkannya. (Yakni) dengan Adzan shalat. (HR Abi Dawud).

Lalu tentang fadhilah dan keutamaannya, Sayyid Alawi al-Maliki dalam Majmu’ Fatawa wa Rasa’il menyatakan bahwa mengumandangkan adzan di telinga kanan dan iqamah di telinga kiri hukumnya sunnah. Para ulama telah mengamalkan hal tersebut tanpa seorangpun mengingkarinya.

Sayyid Alawi menyatakan, perbuatan itu ada relevansinya untuk mengusir syaitan dari anak yang baru lahir tersebut. Karena syaitan akan lari terbirit-birit ketika mereka mendengar adzan sebagai mana yang keterangan yang ada dalam hadits.

Dengan demikian jelaslah hukum dan fungsi mengumandangkan adzan dan iqamah untuk anak yang baru lahir.

kalau lupa nggak diadzani berarti tidak sunnah diqodho, krn yg sunnah itu yg baru saja lahir... 
Adzan dan iqomah di sini mungkin disamakan pelakunya dg adzan iqomah shalat yg sunnah nya bagi kaum lelaki.

>> Abdurrahman As-syafi'i 
wa'alaikum salam wr.wb..
Hukum mengadzani bayi yg baru lahir adalah SUNAH, jadi seandainya lupa, maka tidak jadi apa

و يسن الاذان والاقامة في اذني المولود ،ويكون الاذان في اليمنى والاقامة في اليسرى. وذالك لما قيل : ان من فعل به ذالك لم تضره ام الصبيان، اي التابعة من الجن، وليكون اول ما يقرع سمعه حال دخوله في الدنيا الذكر. و يشترط في المؤذن ان يكون ذكرا مسلما،و في المولود ان يكون ولد مسلم لان الاذان من جملة احكام الدنيا و اولاد الكفار معاملون معاملة ابائهم فيها وان ولدوا على الفطرة.

اعانة الطالبين ١/٢٦٧

Disunahkan adzan dan iqomah pada ke-2 telinga bayi yg baru dilahirkan.yaitu Adzan dikumandangkan ditelinga kanan,dan iqomah ditelinga kiri.barang siapa yg melakukan hali ini,maka bayi yg baru lahir tsb akan jauh dari gangguan jin.dan sebaiknya pertama kali hal yg didengar oleh bayi yg baru dilahirkan didunia adalah dzikir.Disyaratkan bagi muadzin adalah seorang laki laki,d yg muslim dan bayi yg dilahirkan adalah anak orang islam.karena adzan adalah bagian dari hukum hukum dunia.dan anak2 org2 kafir biasanya berbuat seperti apa yg dilakukan oleh orang tuanya didunia walaupun ia dilahirkan dalam keadaan suci.

>>Bang Toyyib Aja 
Gus Alif@ afwan.kalau seumpama saat itu tidak ada satupun laki2 karna pada sibuk bekerja.Apakah wanita tidak sunnah bila mengadzani serta mengiqomahi si bayi?
Mohon bimbingannya gus.

>> Abdurrahman As-syafi'i 
boleh wanita mengumandangkan adzan tapi tidak didepan orang laki-laki

فائدة ،: لا تجزي اقامة الانثى للرجال و الخناثى بخلافها للنساء فتسن، و يحروم اذانها بحضرة رجال ولو محارم، كما لو رفعت صوتها به مطلقا و قصدت التشبه بالرجال او الاذان الشرعي و ان لم ترفع

بغية المسترشدين ٤٩

Tidak boleh kaum perempuan mengumandangkan iqomah untuk kaum laki-laki dan kaum banci,tetapi disunahkan bila mereka mengumandangkan untk kaum wanita.Kaum perempuan haram mengumandangkan adzan didepan para lelaki meski itu adalah mahromnya.hal ini seperti mutlaqnya keharaman mereka untuk mengeraskan suaranya didepan para lelaki..

>>Bang Toyyib Aja 
Ustadz Abdurrahman As-syafi'i@ dari keterangan njengan di atas, bahwa haram perempuan mengumandangkan adzan di hadapan laki2 meskipun itu mahramnya.Terus bagaimana kalau seumpama bayinya itu laki2, apakah laki2 yang di maksud adalah semua laki2 termasuk bayi?Mohon pencerahannya ustadz.
Afwan kalau saya tertalalu bertele-tele, karna saya memang sangat awam ilmu agama.Sekali lagi afwan dan terima kasih.

>> Abdurrahman As-syafi'i 
Tidak termasuk..Ibarat org laki2 dewasa yg tidak batal menyentuh anak perempuan yg masih kecil.

>> Alif Jum'an Azend 
Tambahan ibaroh : 
Sebagaimana yang telah kita maklumi bersama, bahwa termasuk sebagian dari sunnah rasul adalah membacakan adzan dan iqamah tatkala seorang bayi itu dilahirkan, namun karena sangat globalnya hadits tersebut muncul berbagai interpretasi mengenai pelaksanaan adzan dan iqomah tersebut. 
Pertanyaan 
• Apakah bayi yang terlahir langsung dibacakan azdan dan iqomah atau apakah wajib dimandikan terlebih dahulu mengingat najis yang ada ditubuhnya

Jawaban 
• Bayi yang lahir langsung diadzani tanpa dimandikan terlebih dahulu. 

1. مصنف عبد الرزاق الجزء الرابع صحيفة 336 المكتب الإسلامى 

7985- عبد الرزاق عن ابن أبي يحيى عن عبد الله بن أبي بكر أن عمر بن عبد العزيز كان إذا ولد له ولد أخذه كما هو في خرقته فأذن في أذنه اليمنى وأقام في اليسرى وسماه مكانه 

2. تحفة المحتاج مع حواشي الشرواني الجزء الأول صحيفة 302 - 303 دارالصادر 

وفى شرح الروض وظاهر أن محل عدم وجوب غسل البيضة والولد إذا لم يكن معهما رطوبة نجسة انتهى اهـ. سم (قوله لا يجب غسل المولود) أي لطهارته بدليل تفريع كلام المجموع على قوله حتى لا يتنجس الخ لكن هذا قد لا يناسب مع قوله وإن قلنا الخ- إلى أن قال - إلا أن يجاب بأنه لا أثر للتلاقي بين الباطنين في الباطن أو أنه عفي عن ملاقاته لها. سم وقد يجاب بأن شدة الضرورة اقتضت الطهارة كما مر عنه في الطعام الخارج والبلغم النازل عن أقصى الحلق.

Link Diskusi >>
Share this article :

Postingan Populer

 
Didukung Oleh : PISS-KTB Group | PISS FANS PAGE
Boleh diCopy © 2010 asal tetap mencantumkan URL artikel.
Grup Tanya Jawab dan Diskusi Keislaman
Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Indonesia Raya