1290. KESUNAHAN MEMBACA DO'A IFTITAH - Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah - KTB (PISS-KTB)

1290. KESUNAHAN MEMBACA DO'A IFTITAH

Rabu, 21 Maret 20120 komentar


PERTANYAAN :

Muhammad Rifqi
assalamu'alaikum...
ada yg saya tanyakan BAB bacaan iftitah dalam solat APA bacaan iftitah itu dibaca setiap raka'at?


JAWABAN :

>> Toni Imam Tontowi 

ﻭﻣﻦ ﺗﺮﻙ ﺩﻋﺎﺀﺍﻻﺳﺘﻔﺘﺎﺡ ﻋﻤﺪﺍ ﺃﻭ ﺳﻬﻮﺍ ﺣﺘﻰ ﺷﺮﻉ ﻓﻲ ﺍﻟﺘﻌﻮﺫ ﻟﻢ ﻳﻌﺪ ﺇﻟﻴﻪ ،ﻭﻻ ﻳﺘﺪﺍﺭﻛﻪ ﻓﻲ ﺑﺎﻗﻲ ﺍﻟﺮﻛﻌﺎﺕ ، ﻭﻟﻮ ﺃﺩﺭﻙ ﻣﺴﺒﻮﻕ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﻓﻲﺍﻟﺘﺸﻬﺪ ﺍﻷﺧﻴﺮ ﻭﻛﺒﺮ ﻭﻗﻌﺪ ﻓﺴﻠﻢ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﻷﻭﻝ ﻗﻌﻮﺩﻩ ﻗﺎﻡ ، ﻭﻻﻳﺄﺗﻲ ﺑﺪﻋﺎﺀ ﺍﻝﺍﺳﺘﻔﺘﺎﺡ ﻟﻔﻮﺍﺕ ﻣﺤﻠﻪ ، ﻭﻟﻮ ﺳﻠﻢ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﻗﺒﻞﻗﻌﻮﺩﻩ ﻻ ﻳﻘﻌﺪ ، ﻭﻳﺄﺗﻲ ﺑﺪﻋﺎﺀ ﺍﻻﺳﺘﻔﺘﺎﺡ ، ﻭﺳﻮﺍﺀ ﻓﻲ ﺩﻋﺎﺀﺍﻻﺳﺘﻔﺘﺎﺡ ﺍﻟﻒﺭﻳﻀﺔ ﻭﺟﻤﻴﻊ ﺍﻟﻨﻮﺍﻓﻞ 

barangsiapa meninggalkan doa iftitah baik itu sengaja ataupun lupa sehingga dia baca ta'awudz maka tidak boleh kembali ke baca iftitah, dan tidak usah melakukannya di rokaat berikutnya .
doa iftitah hanya terdapat pada rokaat pertama saja
bila makmum masbuq menemukan imam dalam keadaan tasyahud akhir kemudian dia takbir dan langsung duduk bersama imam , kemudian imam salam , maka makmum pun lantas berdiri meneruskan sholatnya, maka makmum  boleh membacanya, namun tak mendapat kesunnahan iftitah. karena tempat membacanya sudah lewat (yaitu setelah takbirotul ihrom),

bila makmum masbuk datang kemudian ikut jama'ah , lalu ternyata imam salam sebelum makmum sempat duduk tanyahud , maka bagi makmum tidak usah ikut duduk tasyahud tapi langsung baca doa iftitah, baik itu sholat fardlu ataupun sholat sunat .

ﺭﻭﺿﺔ ﺍﻟﻄﺎﻟﺒﻴﻦ ﻭﻋﻤﺪﺓ ﺍﻟﻤﻔﺘﻴﻦ ﺍﻟﺠﺰﺀ ﺍﻷﻭﻝ ﺹ: 240 

roudlotut tholibin 1 / 240


>> Masaji Antoro 

Wa'alaikumsalam.
Doa Iftitah hukumnya sunat baik dalam shalat wajib ataupun shalat sunnah, dikerjakan setelah takbiratul ihram (rakaat pertama) dan sebelum membaca Ta'awwudz atau surat Fatihah.

( وَيُسَنُّ بَعْدَ التَّحَرُّمِ ) لِفَرْضٍ أَوْ نَفْلٍ ( دُعَاءُ الِافْتِتَاحِ ) نَحْوُ " وَجَّهْت وَجْهِي لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنْ الْمُشْرِكِينَ إنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ ، وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ ، وَبِذَلِكَ أُمِرْت ، وَأَنَا مِنْ الْمُسْلِمِينَ " لِلِاتِّبَاعِ فِي ذَلِكَ .

Dan disunahkan setelah takbiratul ihramnya shalat fardhu atau shalat sunah membaca ‘Doa Iftitah’ semacam doa : WAJJAHTU WAJHIYA LILLADZII FATHOROS SAMAAWATI WAL ARDHO HANIIFAN MUSLIMAN WA MAA ANA MINAL MUSYRIKIIN, INNA SHOLAATII WA NUSUKII WA MAHYAAYA WA MAMAATII LILLAAHI ROBBIL ‘AALAMIIN LAA SYARIIKA LAHUU WA BIDZAALIKA UMIRTU WA ANA MINAL MUSLIMIINKarena itba’ pada baginda Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam.
Hasyiyah al-Qolyuby II/264

والحاصل أن دعاء الافتتاح إنما يسن بشروط خمسة مصرح بها كلها في كلامه أن يكون في غير صلاة الجنازة وأن لا يخاف فوت وقت الأداء وأن لا يخاف المأموم فوت بعض الفاتحة وأن لا يدرك الإمام في غير القيام فلو أدركه في الاعتدال لم يفتتح كما في شرح الرملي وأن لا يشرع المصلي مطلقا في التعوذ أو القراءة

Kesimpulannya, doa iftitah disunahkan pada shalat fardhu atau sunah dengan ketentuan lima syarat :

1. Bukan dalam shalat janazah
2. Tidak dikhawatirkan habisnya waktu shalat saat membacanya
3. Tidak dikhawatirkan hilangnya kesempatan membaca fatihah bagi makmum saat membacanya
4. Masih menjumpai imam dalam posisi berdiri, bila menjumpainya dalam posisi selain berdiri seperti saat imam telah i’tidal maka tidak disunahkan membaca doa iftitah
5. Tidak terlanjur membaca doa ta’awwud atau surat fatihah.
I’aanah at-Thoolibiin I/145

Wallahu A'lam Bish Showaab

Share this article :

Postingan Populer

 
Didukung Oleh : PISS-KTB Group | PISS FANS PAGE
Boleh diCopy © 2010 asal tetap mencantumkan URL artikel.
Grup Tanya Jawab dan Diskusi Keislaman
Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Indonesia Raya