103. MASALAH WAKAF - Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah - KTB (PISS-KTB)

103. MASALAH WAKAF

Minggu, 04 Maret 20120 komentar


PERTANYAAN
Norma Aziz

ASLMKM, ADA KEJADIAN NICH PORO DULUR...
DULU ADA SEORANG KAYA RAYA MEMBANGUN SEBUAH YAYASAN PENDIDIKAN, LALU DIA MWAKAFKAN SEBIDANG TANAH YANG D PESANKAN UNTUK DI GUNAKAN PENGEMBANGAN DAN PERAWATAN YAYASAN TERSEBUT, 
TAPI TERNYATA ANAKNYA KINI MENGAMBIL ALIH TANAH WAQAF TERSEBUT DAN DI GUNAKAN KEPERLUAN PRIBADI, BAGAIMANA MENURUT ANDA TENTANG KEJADIAN INI.........

JAWABAN
Masaji Antoro 
Waalaikumsalam Wr Wb

Status barang waqofan sudah menjadi HAK MILIK ALLAH dalam arti tidak boleh ditasharrufkan lagi seperti di jual, di pinjamkan, di ambil kembali atau bahkan di wakafkan kembali

ﺣﺒﺲ ﻤﺎﻝ ﻣﻌﻴﻦ ﻗﺎﺑﻞ ﻠﻟﻨﻘﻞ ﻳﻤﻛﻦ ﺍﻹﻧﺗﻔﺎﻉ ﺑﻪ ﻣﻊ ﺑﻘﺎﺀ ﻋﻳﻨﻪ ﻭﻗﻃﻊ ﺍﻟﺗﺻﺭﻒ ﻓﻳﻪ ﻋﻟﻰ ﺃﻥ ﻳﺻﺭﻑ ﻓﻰ ﺟﻬﺔ ﺧﻳﺭ ﺗﻘﺭﺒﺎ ﺇﻟﻰ ﺍﷲ ﺘﻌﺎﻟﻰ 

“Menahan harta tertentu yang bisa berpindah tempat yang hanya diambil manfaatnya dari harta tersebut dengan membiarkan bendanya dan meninggalkannya pada jalan kebaikan semata-semata untuk mendekatkan diri pada Allah.”
Hamisy alBaajuury II/42

" قال ابن حجر والاظهر ان الملك في رقبة الموقوف على معين اوجهة ينتقل الى الله تعالى اي ينفك عن اختصاص الادميين " ( تحفة المحتاج : ج 6 ص 272 

“ Telah berkata Ibnu Hajar: “sesungguhnya kepemilikan benda yang diwaqafkan kepada orang tertentu atau untuk umum itu pindah kepada ALLAH (lepas dari hak milik manusia) “.
( Tuhfatul Muhtaaj : Jilid. 6 hal. 272 ).
Share this article :

Postingan Populer

 
Didukung Oleh : PISS-KTB Group | PISS FANS PAGE
Boleh diCopy © 2010 asal tetap mencantumkan URL artikel.
Grup Tanya Jawab dan Diskusi Keislaman
Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Indonesia Raya